Follow Us :              

Bantu Warga Kurang Mampu, Tahun 2023 Pemprov Jateng Siap Tambah 1.024 Unit Rumah Gratis

  26 January 2023  |   11:00:00  |   dibaca : 1020 
Kategori :
Bagikan :


Bantu Warga Kurang Mampu, Tahun 2023 Pemprov Jateng Siap Tambah 1.024 Unit Rumah Gratis

26 January 2023 | 11:00:00 | dibaca : 1020
Kategori :
Bagikan :

Foto : istimewa (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : istimewa (Humas Jateng)

JEPARA - Kebahagiaan dirasakan puluhan mantan penghuni rusunawa di Jepara yang kini sudah punya rumah tapak sendiri. Semua ini berkat program "Tuku Lemah Oleh Omah" yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. 

Di tahun 2021, Jepara mendapat bantuan 54 unit rumah gratis sistem panel instan (Ruspin). Sebanyak 49 unit diantaranya berlokasi pada satu komplek di Desa Kedungcino, Jepara Kota. Rumah itu diperuntukkan bagi komunitas penghuni rusunawa. Sedangkan lima yang lainnya tersebar di lokasi yang berbeda. 

Bantuan program "Tuku Lemah Oleh Omah" merupakan upaya pemerintah provinsi Jawa Tengah dalam memenuhi harapan warganya untuk bisa memiliki rumah sendiri. Hanya perlu membayar angsuran tanah Rp 500 ribu per bulan selama 10 tahun, mereka dibuatkan rumah gratis di atas tanah tersebut. 

Amin Sunarto (41), adalah salah satu penerima manfaat program yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu. Setelah 10 tahun lebih, tinggal di rusunawa bersama istri dan kedua anaknya, kini ia mampu memiliki rumah tapak sendiri. "Yang dipikirkan hanya bagaimana punya rumah, rumah, rumah, itu saja," kata Amin, Kamis (26/1/2023). 

Dia bercerita, setiap hari istrinya selalu berdoa agar diberi kemudahan untuk memiliki rumah sendiri. Doa itu terkabul melalui program dari Tuku Lemah Oleh Omah. "Waktu baru dipasang panelnya saja saya sudah menangis karena bersyukur punya rumah. Karena yang ada dipikiran ya rumah, rumah, rumah," ungkapnya sambil menyeka air mata haru. 

Pria yang sehari-hari bekerja serabutan itu tidak perlu lagi memikirkan beban biaya sewa rusunawa berikut tagihan listrik dan air. Ia hanya perlu membayar Rp 500 ribu per bulan selama 10 tahun, untuk bisa memiliki rumahnya itu. "Kalau di rusun itu saya di lantai 4. Bayarnya kalau total ya sekitar Rp 300 hingga Rp 400 ribu per bulan. Jika sekarang hanya Rp 500 ribu per bulan tapi untuk rumah sendiri," imbuhnya. 

Pengakuan serupa juga disampaikan Wiwid (42). Sejak menikah 1998 silam, karena persoalan ekonomi, ia dan suaminya masih tinggal di rumah orangtuanya. "Sejak nikah, saya tinggal bersama ibu di Pantai Kartini, kemudian di Rusunawa. Tapi beberapa tahun kembali ikut ke rumah ibu. Inginnya punya rumah sendiri tapi belum punya uang. Saya kerja menyewakan motor trail anak dan suami sopir kereta odong-odong di Pantai Kartini. Dengan adanya bantuan ini, kami berterimakasih," jelasnya. 

Berdasarkan data Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah, sejak digulirkan pada tahun 2020 hingga saat ini, jumlah totalnya 770 unit rumah terbangun untuk program "Tuku Lemah Oleh Omah". Rinciannya,  216 unit di 2020, 209 unit di tahun 2021, dan unit  345 pada tahun 2022. Rencananya di tahun 2023 akan bangun lagi 1.024 unit.


Bagikan :

JEPARA - Kebahagiaan dirasakan puluhan mantan penghuni rusunawa di Jepara yang kini sudah punya rumah tapak sendiri. Semua ini berkat program "Tuku Lemah Oleh Omah" yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. 

Di tahun 2021, Jepara mendapat bantuan 54 unit rumah gratis sistem panel instan (Ruspin). Sebanyak 49 unit diantaranya berlokasi pada satu komplek di Desa Kedungcino, Jepara Kota. Rumah itu diperuntukkan bagi komunitas penghuni rusunawa. Sedangkan lima yang lainnya tersebar di lokasi yang berbeda. 

Bantuan program "Tuku Lemah Oleh Omah" merupakan upaya pemerintah provinsi Jawa Tengah dalam memenuhi harapan warganya untuk bisa memiliki rumah sendiri. Hanya perlu membayar angsuran tanah Rp 500 ribu per bulan selama 10 tahun, mereka dibuatkan rumah gratis di atas tanah tersebut. 

Amin Sunarto (41), adalah salah satu penerima manfaat program yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu. Setelah 10 tahun lebih, tinggal di rusunawa bersama istri dan kedua anaknya, kini ia mampu memiliki rumah tapak sendiri. "Yang dipikirkan hanya bagaimana punya rumah, rumah, rumah, itu saja," kata Amin, Kamis (26/1/2023). 

Dia bercerita, setiap hari istrinya selalu berdoa agar diberi kemudahan untuk memiliki rumah sendiri. Doa itu terkabul melalui program dari Tuku Lemah Oleh Omah. "Waktu baru dipasang panelnya saja saya sudah menangis karena bersyukur punya rumah. Karena yang ada dipikiran ya rumah, rumah, rumah," ungkapnya sambil menyeka air mata haru. 

Pria yang sehari-hari bekerja serabutan itu tidak perlu lagi memikirkan beban biaya sewa rusunawa berikut tagihan listrik dan air. Ia hanya perlu membayar Rp 500 ribu per bulan selama 10 tahun, untuk bisa memiliki rumahnya itu. "Kalau di rusun itu saya di lantai 4. Bayarnya kalau total ya sekitar Rp 300 hingga Rp 400 ribu per bulan. Jika sekarang hanya Rp 500 ribu per bulan tapi untuk rumah sendiri," imbuhnya. 

Pengakuan serupa juga disampaikan Wiwid (42). Sejak menikah 1998 silam, karena persoalan ekonomi, ia dan suaminya masih tinggal di rumah orangtuanya. "Sejak nikah, saya tinggal bersama ibu di Pantai Kartini, kemudian di Rusunawa. Tapi beberapa tahun kembali ikut ke rumah ibu. Inginnya punya rumah sendiri tapi belum punya uang. Saya kerja menyewakan motor trail anak dan suami sopir kereta odong-odong di Pantai Kartini. Dengan adanya bantuan ini, kami berterimakasih," jelasnya. 

Berdasarkan data Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah, sejak digulirkan pada tahun 2020 hingga saat ini, jumlah totalnya 770 unit rumah terbangun untuk program "Tuku Lemah Oleh Omah". Rinciannya,  216 unit di 2020, 209 unit di tahun 2021, dan unit  345 pada tahun 2022. Rencananya di tahun 2023 akan bangun lagi 1.024 unit.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu