Follow Us :              

Pembangunan Go Green, Gubernur Ingatkan Tata Ruang Tidak Boleh Kalah dari Tata Uang

  03 February 2023  |   10:00:00  |   dibaca : 568 
Kategori :
Bagikan :


Pembangunan Go Green, Gubernur Ingatkan Tata Ruang Tidak Boleh Kalah dari Tata Uang

03 February 2023 | 10:00:00 | dibaca : 568
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginisiasi pembangunan ramah lingkungan dalam perencanaan pembangunan Jawa Tengah tahun 2023. Lewat konsep go green Pembangunan Jawa Tengah akan lebih mempertimbangkan aspek keseimbangan lingkungan dan tata ruang.

"Sekarang trennya go green. Maka kita mencoba untuk membicarakan ini kepada khalayak banyak, termasuk pemerintah daerah," ujar Gubernur menjelaskan usai pembukaan masa Musrenbang Jawa Tengah 2023 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (3/2/2023). 

Turut disampaikan, konsep itu akan disampaikannya saat keliling di enam eks karesidenan di Jawa Tengah. Langkah ini perlu dilakukan untuk memastikan seluruh kabupaten/kota memiliki komitmen yang sama. "Karena kebutuhan ruang lebih tinggi, seringkali  'tata ruang kalah dengan tata uang', karena yang penting dapat uang padahal itu akan mengurangi daya dukung lingkungan," kata Gubernur.

Selain tata ruang, Gubernur juga mengingatkan, agar pembangunan juga memperhatikan pertumbuhan penduduk. Pemanfaatan teknologi untuk memenuhi ketersediaan lapangan kerja dan pasokan pangan harus dilakukan dengan tetap memperhatikan keseimbangan tata ruang. Perhatian Gubernur yang besar pada lingkungan selama ini, membuatnya dianugrahi penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra 2022 dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Pada rapat itu Gubernur bukan hanya mengundang DPRD dan Bank Indonesia Jawa Tengah, namun juga jajaran OPD dan masyarakat kelompok rentan, seperti lansia, anak, dan penyandang disabilitas. Direktur Regional I Bappenas RI Abdul Malik Sadat Idris memuji kesediaan Gubernur yang hadir langsung untuk memimpin rapat. “Saya bersaksi, dari berbagai rangkaian RPD di provinsi (lainnya), Bapak satu-satunya (Gubernur Jawa Tengah) yang hadir langsung. Saya sangat menghargai kepedulian Bapak," kata Abdul di awal paparannya yang dilakukan secara virtual.

Menanggapi apresiasi tersebut, Gubernur mengaku baginya musrembang memiliki fungsi strategis. Selain untuk mendengar aspirasi masyarakat, forum ini juga menjadi media untuk menyampaikan persoalan yang menjadi fokus pemerintah pusat, misalnya pengentasan kemiskinan dan penanggulangan stunting. 

"Setelah ini kita mulai kerucutkan untuk membuat skala-skala prioritas sesuai dengan yang diperintahkan pusat, sehingga inline antara pusat, provinsi, kabupaten dan kota,” ujarnya. “Kalau pusat, bicara tuntaskan kemiskinan, stunting, bangkitkan kembali ekonomi, berarti kita (Pemda) menterjemahkan dengan investasi, penyerapan tenaga kerja, dan itulah yang nanti akan menjadi policy,” lanjutnya.

Selesai acara, ketika diminta menanggapi video viral kemarahan sejumlah buruh di Grobongan yang  menuntut uang lembur, Gubernur memastikan masalah itu sedang ditangani. “Sudah dimediasi. Tim kita sudah diturunkan, mudah-mudahan nanti segera ada hasil. Jika lembur tidak dibayar laporkan saja kan ada Dinas Tenaga Kerja,” ujarnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginisiasi pembangunan ramah lingkungan dalam perencanaan pembangunan Jawa Tengah tahun 2023. Lewat konsep go green Pembangunan Jawa Tengah akan lebih mempertimbangkan aspek keseimbangan lingkungan dan tata ruang.

"Sekarang trennya go green. Maka kita mencoba untuk membicarakan ini kepada khalayak banyak, termasuk pemerintah daerah," ujar Gubernur menjelaskan usai pembukaan masa Musrenbang Jawa Tengah 2023 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (3/2/2023). 

Turut disampaikan, konsep itu akan disampaikannya saat keliling di enam eks karesidenan di Jawa Tengah. Langkah ini perlu dilakukan untuk memastikan seluruh kabupaten/kota memiliki komitmen yang sama. "Karena kebutuhan ruang lebih tinggi, seringkali  'tata ruang kalah dengan tata uang', karena yang penting dapat uang padahal itu akan mengurangi daya dukung lingkungan," kata Gubernur.

Selain tata ruang, Gubernur juga mengingatkan, agar pembangunan juga memperhatikan pertumbuhan penduduk. Pemanfaatan teknologi untuk memenuhi ketersediaan lapangan kerja dan pasokan pangan harus dilakukan dengan tetap memperhatikan keseimbangan tata ruang. Perhatian Gubernur yang besar pada lingkungan selama ini, membuatnya dianugrahi penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra 2022 dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Pada rapat itu Gubernur bukan hanya mengundang DPRD dan Bank Indonesia Jawa Tengah, namun juga jajaran OPD dan masyarakat kelompok rentan, seperti lansia, anak, dan penyandang disabilitas. Direktur Regional I Bappenas RI Abdul Malik Sadat Idris memuji kesediaan Gubernur yang hadir langsung untuk memimpin rapat. “Saya bersaksi, dari berbagai rangkaian RPD di provinsi (lainnya), Bapak satu-satunya (Gubernur Jawa Tengah) yang hadir langsung. Saya sangat menghargai kepedulian Bapak," kata Abdul di awal paparannya yang dilakukan secara virtual.

Menanggapi apresiasi tersebut, Gubernur mengaku baginya musrembang memiliki fungsi strategis. Selain untuk mendengar aspirasi masyarakat, forum ini juga menjadi media untuk menyampaikan persoalan yang menjadi fokus pemerintah pusat, misalnya pengentasan kemiskinan dan penanggulangan stunting. 

"Setelah ini kita mulai kerucutkan untuk membuat skala-skala prioritas sesuai dengan yang diperintahkan pusat, sehingga inline antara pusat, provinsi, kabupaten dan kota,” ujarnya. “Kalau pusat, bicara tuntaskan kemiskinan, stunting, bangkitkan kembali ekonomi, berarti kita (Pemda) menterjemahkan dengan investasi, penyerapan tenaga kerja, dan itulah yang nanti akan menjadi policy,” lanjutnya.

Selesai acara, ketika diminta menanggapi video viral kemarahan sejumlah buruh di Grobongan yang  menuntut uang lembur, Gubernur memastikan masalah itu sedang ditangani. “Sudah dimediasi. Tim kita sudah diturunkan, mudah-mudahan nanti segera ada hasil. Jika lembur tidak dibayar laporkan saja kan ada Dinas Tenaga Kerja,” ujarnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu