Follow Us :              

Aksi Bergandengan Tangan Melingkari Gunung Tidar, Satpol PP Siap Jaga Persatuan & Kesatuan Bangsa

  15 March 2023  |   09:00:00  |   dibaca : 749 
Kategori :
Bagikan :


Aksi Bergandengan Tangan Melingkari Gunung Tidar, Satpol PP Siap Jaga Persatuan & Kesatuan Bangsa

15 March 2023 | 09:00:00 | dibaca : 749
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

MAGELANG - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengapresiasi aksi bergandeng tangan melingkari Gunung Tidar yang melibatkan sekitar 8.000 orang dari berbagai komponen masyarakat. Aksi tersebut merupakan bagian dari peringatan HUT ke-73 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tingkat Provinsi Jawa Tengah, Rabu (15/3/2023).

Selain sebagai peringatan hari jadi Satpol PP, aksi tersebut juga menandai hari jadi Satuan Lintas Masyarakat (Satlintas) ke- 61 dan Pemadam Kebakaran ke - 104. Aksi bergandengan tangan ini bukan hanya diikuti oleh anggota Satpol PP, Satlinmas, Pemadam Kebakaran (Damkar), tetapi juga melibatkan TNI, Polri, pelajar, dan berbagai organisasi masyarakat.

Bertema, "Dari Tidar Pakunya Tanah Jawa untuk Indonesia," aksi bergandeng tangan menjadi simbol kolaborasi yang dilakukan berbagai elemen masyarakat untuk persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. "Filosofinya, kita berbicara persatuan dan kesatuan bangsa. Teman-teman di bagian Satlinmas, Satpol PP, dan Damkar menjadi bagian untuk ikut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Berkolaborasi, guyub dan bergandengtangan adalah bentuk kerjasama, gotong royong dan itu sebenarnya adalah ciptanya Jawa Tengah," ujar Sekda disela acara di halaman Kantor Wali Kota Magelang.

Dijelaskan, pemilihan Gunung Tidar sebagai lokasi aksi,  karena gunung ini dikenal masyarakat luas sebagai pakunya Pulau Jawa yang berfungsi sebagai penyeimbang. Fungsi itu selaras dengan spirit Satpol PP, Satlinmas, dan Damkar yang diharapkan juga bisa menjadi penyeimbang dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Satpol PP, Satlinmas, dan Damkar, menurut Sekda, adalah pekerjaan yang tidak lepas dari kemanusiaan sehingga dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya perlu keikhlasan. "Momen HUT ini sebagai penyemangat kita melayani masyarakat dengan hati ikhlas sekaligus menjadikan sebagai bagian dari ibadah dan bagian dari kita melaksakanan amanah sebagai Satpol PP, Satlinmas, maupun Damkar," harap Sekda.

Kepala Satpol PP Jateng, Budi Santoso menjelaskan filosofi dipilihnya tema, "Dari Tidar Pakunya Tanah Jawa untuk Indonesia" mengandung makna Satpol PP, Satlinmas, Damkar bersama TNI, Polri, dan masyarakat siap menjaga NKRI dan siap melayani dengan hati kepada masyarakat, serta siap menyukseskan pesta demokrasi yakni Pemilihan Umum 2024.

Dalam kesempatan itu, Sekda bersama Forkopimda dan pejabat terkait, berbaris di pinggir jalan raya depan Kantor Wali Kota Magelang. Sembari menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa, seluruh peserta bergandengan tangan dengan tali Merah-Putih yang disematkan di tangan masing-masing peserta. 

Peringatan hari jadi Satpol PP,  Satlinmas, dan  Damkar tingkat Provinsi Jawa Tengah ini ditutup dengan penyerahan bantuan pemugaran rumah tidak layak huni dari Baznas Jateng dan peluncuran aplikasi Sistem Informasi Penegakan Peraturan Daerah Jawa Tengah (siPraja) oleh Sekda Sumarno didampingi Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA dan Kepala Satpol PP Jateng, Budi Santoso.


Bagikan :

MAGELANG - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengapresiasi aksi bergandeng tangan melingkari Gunung Tidar yang melibatkan sekitar 8.000 orang dari berbagai komponen masyarakat. Aksi tersebut merupakan bagian dari peringatan HUT ke-73 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tingkat Provinsi Jawa Tengah, Rabu (15/3/2023).

Selain sebagai peringatan hari jadi Satpol PP, aksi tersebut juga menandai hari jadi Satuan Lintas Masyarakat (Satlintas) ke- 61 dan Pemadam Kebakaran ke - 104. Aksi bergandengan tangan ini bukan hanya diikuti oleh anggota Satpol PP, Satlinmas, Pemadam Kebakaran (Damkar), tetapi juga melibatkan TNI, Polri, pelajar, dan berbagai organisasi masyarakat.

Bertema, "Dari Tidar Pakunya Tanah Jawa untuk Indonesia," aksi bergandeng tangan menjadi simbol kolaborasi yang dilakukan berbagai elemen masyarakat untuk persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. "Filosofinya, kita berbicara persatuan dan kesatuan bangsa. Teman-teman di bagian Satlinmas, Satpol PP, dan Damkar menjadi bagian untuk ikut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Berkolaborasi, guyub dan bergandengtangan adalah bentuk kerjasama, gotong royong dan itu sebenarnya adalah ciptanya Jawa Tengah," ujar Sekda disela acara di halaman Kantor Wali Kota Magelang.

Dijelaskan, pemilihan Gunung Tidar sebagai lokasi aksi,  karena gunung ini dikenal masyarakat luas sebagai pakunya Pulau Jawa yang berfungsi sebagai penyeimbang. Fungsi itu selaras dengan spirit Satpol PP, Satlinmas, dan Damkar yang diharapkan juga bisa menjadi penyeimbang dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Satpol PP, Satlinmas, dan Damkar, menurut Sekda, adalah pekerjaan yang tidak lepas dari kemanusiaan sehingga dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya perlu keikhlasan. "Momen HUT ini sebagai penyemangat kita melayani masyarakat dengan hati ikhlas sekaligus menjadikan sebagai bagian dari ibadah dan bagian dari kita melaksakanan amanah sebagai Satpol PP, Satlinmas, maupun Damkar," harap Sekda.

Kepala Satpol PP Jateng, Budi Santoso menjelaskan filosofi dipilihnya tema, "Dari Tidar Pakunya Tanah Jawa untuk Indonesia" mengandung makna Satpol PP, Satlinmas, Damkar bersama TNI, Polri, dan masyarakat siap menjaga NKRI dan siap melayani dengan hati kepada masyarakat, serta siap menyukseskan pesta demokrasi yakni Pemilihan Umum 2024.

Dalam kesempatan itu, Sekda bersama Forkopimda dan pejabat terkait, berbaris di pinggir jalan raya depan Kantor Wali Kota Magelang. Sembari menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa, seluruh peserta bergandengan tangan dengan tali Merah-Putih yang disematkan di tangan masing-masing peserta. 

Peringatan hari jadi Satpol PP,  Satlinmas, dan  Damkar tingkat Provinsi Jawa Tengah ini ditutup dengan penyerahan bantuan pemugaran rumah tidak layak huni dari Baznas Jateng dan peluncuran aplikasi Sistem Informasi Penegakan Peraturan Daerah Jawa Tengah (siPraja) oleh Sekda Sumarno didampingi Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA dan Kepala Satpol PP Jateng, Budi Santoso.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu