Follow Us :              

Provinsi Tertinggi Perolehan Zakatnya, Gubernur Dapat Penghargaan Baznas RI

  11 April 2023  |   13:00:00  |   dibaca : 652 
Kategori :
Bagikan :


Provinsi Tertinggi Perolehan Zakatnya, Gubernur Dapat Penghargaan Baznas RI

11 April 2023 | 13:00:00 | dibaca : 652
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memperkirakan capaian zakat dari lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di tahun 2023 bisa mencapai Rp100 Miliar. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, tren capaian zakat yang terus naik setiap tahun bisa terjadi karena Baznas Jawa Tengah selalu transparan dan manfaat programnya juga langsung dirasakan masyarakat. 

Salah satu pemanfaatan zakat yang diapresiasi Gubernur adalah, bantuan dalam rangka penanganan kemiskinan ekstrem dan penurunan angka stunting. Pada program ini Baznas bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Ini satu yang sangat konkrit dan bisa dirasakan secara langsung manfaatnya oleh masyarakat. Terimakasih kepada seluruhnya yang sudah membayar zakat dan Insyaallah rejeki kita juga bersih,” kata Gubernur usai acara Gerakan Cinta Zakat 2023, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Selasa (11/4). 

Pada sambutanya di hadapan Gubernur dan Ketua Baznas RI Noor Ahmad,  Ketua Baznas Jawa Tengah, KH Ahmad Darodji  memaparkan data capaian zakat dari kalangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang selalu meningkat. 

“Zakat yang masuk tahun ini saja mengalami lompatan luar biasa. Dari Rp57,2 M pada tahun 2021, menjadi Rp82,5 M pada tahun 2022 dan insyaallah tahun 2023 ini akan mencapai Rp100 M,” ungkap KH Ahmad Darodji yakin.

Insyaallah perbandingan konsumtif dan produktif akan bisa menjadi 40 persen konsumtif dan 60 produktif. Ini kita lakukan karena komitmen kita untuk menjadikan zakat sebagai salah satu pemecahan masalah kemiskinan dan kemiskinan ekstrem serta mengatasi stunting,” sambungnya.

Paparan Baznas Jawa Tengah tersebut mendapat sambutan positif dari Ketua Baznas RI, Noor Ahmad. Berkat dukungan Gubernur yang menginisiasi penggalangan zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, membuat daerah ini menjadi provinsi dengan capaian penerimaan zakat tertinggi se-Indonesia. 

Atas capaian tersebut, Baznas RI memberikan penghargaan kepada Gubernur Jawa Tengah sebagai Gubernur Pendukung Utama Pengelolaan Zakat di Indonesia. “Untuk tingkat provinsi, ini terbesar se-Indonesia. Berkat dorongan beliau dan inilah Gerakan Cinta Zakat menjadi best practice, teladan untuk bisa diikuti oleh kita semua,” ujarnya.

Pada akhir acara Gerakan Cinta Zakat 2023, Baznas Jawa Tengah menyerahkan bantuan secara simbolis, untuk program penanganan kemiskinan ekstrem tahap 1 tahun 2023. Bantuan tersebut berupa 220 unit jambanisasi senilai Rp550 juta dan bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 91 unit dengan nilai total Rp 1,63 miliar.


Bagikan :

SEMARANG - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memperkirakan capaian zakat dari lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di tahun 2023 bisa mencapai Rp100 Miliar. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, tren capaian zakat yang terus naik setiap tahun bisa terjadi karena Baznas Jawa Tengah selalu transparan dan manfaat programnya juga langsung dirasakan masyarakat. 

Salah satu pemanfaatan zakat yang diapresiasi Gubernur adalah, bantuan dalam rangka penanganan kemiskinan ekstrem dan penurunan angka stunting. Pada program ini Baznas bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Ini satu yang sangat konkrit dan bisa dirasakan secara langsung manfaatnya oleh masyarakat. Terimakasih kepada seluruhnya yang sudah membayar zakat dan Insyaallah rejeki kita juga bersih,” kata Gubernur usai acara Gerakan Cinta Zakat 2023, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Selasa (11/4). 

Pada sambutanya di hadapan Gubernur dan Ketua Baznas RI Noor Ahmad,  Ketua Baznas Jawa Tengah, KH Ahmad Darodji  memaparkan data capaian zakat dari kalangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang selalu meningkat. 

“Zakat yang masuk tahun ini saja mengalami lompatan luar biasa. Dari Rp57,2 M pada tahun 2021, menjadi Rp82,5 M pada tahun 2022 dan insyaallah tahun 2023 ini akan mencapai Rp100 M,” ungkap KH Ahmad Darodji yakin.

Insyaallah perbandingan konsumtif dan produktif akan bisa menjadi 40 persen konsumtif dan 60 produktif. Ini kita lakukan karena komitmen kita untuk menjadikan zakat sebagai salah satu pemecahan masalah kemiskinan dan kemiskinan ekstrem serta mengatasi stunting,” sambungnya.

Paparan Baznas Jawa Tengah tersebut mendapat sambutan positif dari Ketua Baznas RI, Noor Ahmad. Berkat dukungan Gubernur yang menginisiasi penggalangan zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, membuat daerah ini menjadi provinsi dengan capaian penerimaan zakat tertinggi se-Indonesia. 

Atas capaian tersebut, Baznas RI memberikan penghargaan kepada Gubernur Jawa Tengah sebagai Gubernur Pendukung Utama Pengelolaan Zakat di Indonesia. “Untuk tingkat provinsi, ini terbesar se-Indonesia. Berkat dorongan beliau dan inilah Gerakan Cinta Zakat menjadi best practice, teladan untuk bisa diikuti oleh kita semua,” ujarnya.

Pada akhir acara Gerakan Cinta Zakat 2023, Baznas Jawa Tengah menyerahkan bantuan secara simbolis, untuk program penanganan kemiskinan ekstrem tahap 1 tahun 2023. Bantuan tersebut berupa 220 unit jambanisasi senilai Rp550 juta dan bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 91 unit dengan nilai total Rp 1,63 miliar.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu