Follow Us :              

Ekspor Produk UMKM Dampingan Pemprov Jawa Tengah Makin Meningkat

  12 May 2023  |   11:00:00  |   dibaca : 525 
Kategori :
Bagikan :


Ekspor Produk UMKM Dampingan Pemprov Jawa Tengah Makin Meningkat

12 May 2023 | 11:00:00 | dibaca : 525
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

BANYUMAS - Pendampingan dan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada pelaku UMKM mulai menunjukkan hasil. Hari ini, Jumat (12/5), Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kembali melepas 7 kontainer produk UMKM Jawa Tengah untuk diekspor ke berbagai pasar dunia.

"Ini kabar menggembirakan, pendampingan pada UMKM ternyata sudah membuahkan hasil. Banyak aneka olahan produk UMKM kita yang kami dampingi berkelas dunia. Ini momentum agar UMKM kita naik kelas," kata Gubernur.

7 kontainer produk UMKM senilai Rp7,2 miliar tersebut dilepas Gubernur di depan Hotel Java Heritage Banyumas menuju Negara Amerika Serikat, Arab Saudi, Jepang, China dan Korea Selatan. Kontainer-kontainer tersebut berisi minyak atsiri, gula kelapa organik, bunga palm, sapu glagah, mie, soun, emping dan berbagai produk lainnya. 

Pasca pandemi, kegiatan perdagangan Jawa Tengah khususnya ekspor sudah mulai bangkit. Bahkan pada triwulan pertama 2023 saja, neraca perdagangan Jateng mengalami surplus 708 juta USD.

"Kalau ekspor kalo ini ditambah, maka akan mengakselerasi. Ini berita bagus, semakin banyak eskpor dari Jateng, dan ini berasal dari usaha kecil," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Jawa Tengah, Ratna Kawuri mengatakan, mayoritas pelaku UMKM yang sudah ekspor produknya merupakan dampingan jajarannya. Mereka tergabung dalam export coaching program (program pelatihan ekspor).

"Jadi di Dinas Perindag itu mempunyai satu jenis pelayanan atau fasilitas memberikan coaching program untuk ekspor. Memberikan literasi dan sebagainya kepada calon eksportir agar mereka paham pernik-pernik ekspor itu seperti apa saja. Dan teman-teman yang hari ini ekspor, adalah mereka yang mengikuti program itu," jelasnya.

Seorang eksportir, Setya Widiastuti mengaku sudah sejak 2011 menekuni bisnis gula kelapa kristal organik. Setelah mendapatkan pendampingan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini produknya laku keras di pasar internasional, khususnya di Amerika Serikat dan Eropa.

"Di tahun 2023 ini saja, saya sudah ekspor 13 kontainer. Rata-rata kalau kondisi normal, perbulan bisa 4-6 kontainer saya ekspor, pernah juga sampai 10 kontainer kapasitas 40 feet. Jadi saya juga terima kasih, dari mulai pemerintah pusat, Pemprov Jateng sampai pemkab, atas semua dukungannya," pungkasnya.

Usai melepas ekspor di depan Hotel Java Haritage Banyumas, Gubernur didampingi Bupati dan Forkopimda Banyumas serta BIndan OJK menuju GOR Satria Purwokerto untuk membuka acara Koperasi dan UMKM Ekspo 2023. Ajang ini merupakan acara tahunan pameran produk UMKM terbesar di Jawa Tengah.

Kedatangan mereka disambut tarian Lengger dan Ebeg yang ditarikan ratusan pelajar SMP dan SMA sederajat di Banyumas. Gubernur mengapresiasi panitia yang meramaikan acara dengan menggelar pawai seni budaya. 

"Dan ternyata masyarakat antusias. Mereka menunggu pawai di jalanan. Sepertinya masyarakat memang rindu event-event semacam ini. Selalu saja, kalau acara di Banyumas Raya, acaranya ramai," ungkapnya.

Gubernur berharap dalam pameran tersebut akan  meningkatkan penjualan produk UMKM Jawa Tengah baik di pasar lokal maupun internasional. "Kalau UMKM kita bisa go international, maka akan menginspirasi pelaku UMKM lain agar bisa maju seperti mereka," pungkasnya.


Bagikan :

BANYUMAS - Pendampingan dan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada pelaku UMKM mulai menunjukkan hasil. Hari ini, Jumat (12/5), Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kembali melepas 7 kontainer produk UMKM Jawa Tengah untuk diekspor ke berbagai pasar dunia.

"Ini kabar menggembirakan, pendampingan pada UMKM ternyata sudah membuahkan hasil. Banyak aneka olahan produk UMKM kita yang kami dampingi berkelas dunia. Ini momentum agar UMKM kita naik kelas," kata Gubernur.

7 kontainer produk UMKM senilai Rp7,2 miliar tersebut dilepas Gubernur di depan Hotel Java Heritage Banyumas menuju Negara Amerika Serikat, Arab Saudi, Jepang, China dan Korea Selatan. Kontainer-kontainer tersebut berisi minyak atsiri, gula kelapa organik, bunga palm, sapu glagah, mie, soun, emping dan berbagai produk lainnya. 

Pasca pandemi, kegiatan perdagangan Jawa Tengah khususnya ekspor sudah mulai bangkit. Bahkan pada triwulan pertama 2023 saja, neraca perdagangan Jateng mengalami surplus 708 juta USD.

"Kalau ekspor kalo ini ditambah, maka akan mengakselerasi. Ini berita bagus, semakin banyak eskpor dari Jateng, dan ini berasal dari usaha kecil," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Jawa Tengah, Ratna Kawuri mengatakan, mayoritas pelaku UMKM yang sudah ekspor produknya merupakan dampingan jajarannya. Mereka tergabung dalam export coaching program (program pelatihan ekspor).

"Jadi di Dinas Perindag itu mempunyai satu jenis pelayanan atau fasilitas memberikan coaching program untuk ekspor. Memberikan literasi dan sebagainya kepada calon eksportir agar mereka paham pernik-pernik ekspor itu seperti apa saja. Dan teman-teman yang hari ini ekspor, adalah mereka yang mengikuti program itu," jelasnya.

Seorang eksportir, Setya Widiastuti mengaku sudah sejak 2011 menekuni bisnis gula kelapa kristal organik. Setelah mendapatkan pendampingan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini produknya laku keras di pasar internasional, khususnya di Amerika Serikat dan Eropa.

"Di tahun 2023 ini saja, saya sudah ekspor 13 kontainer. Rata-rata kalau kondisi normal, perbulan bisa 4-6 kontainer saya ekspor, pernah juga sampai 10 kontainer kapasitas 40 feet. Jadi saya juga terima kasih, dari mulai pemerintah pusat, Pemprov Jateng sampai pemkab, atas semua dukungannya," pungkasnya.

Usai melepas ekspor di depan Hotel Java Haritage Banyumas, Gubernur didampingi Bupati dan Forkopimda Banyumas serta BIndan OJK menuju GOR Satria Purwokerto untuk membuka acara Koperasi dan UMKM Ekspo 2023. Ajang ini merupakan acara tahunan pameran produk UMKM terbesar di Jawa Tengah.

Kedatangan mereka disambut tarian Lengger dan Ebeg yang ditarikan ratusan pelajar SMP dan SMA sederajat di Banyumas. Gubernur mengapresiasi panitia yang meramaikan acara dengan menggelar pawai seni budaya. 

"Dan ternyata masyarakat antusias. Mereka menunggu pawai di jalanan. Sepertinya masyarakat memang rindu event-event semacam ini. Selalu saja, kalau acara di Banyumas Raya, acaranya ramai," ungkapnya.

Gubernur berharap dalam pameran tersebut akan  meningkatkan penjualan produk UMKM Jawa Tengah baik di pasar lokal maupun internasional. "Kalau UMKM kita bisa go international, maka akan menginspirasi pelaku UMKM lain agar bisa maju seperti mereka," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu