Follow Us :              

Atasi Kemiskinan dan Stunting, Pemprov Jateng Salurkan Bantuan Keuangan Senilai Rp145,3 Miliar ke Brebes

  25 January 2024  |   14:00:00  |   dibaca : 255 
Kategori :
Bagikan :


Atasi Kemiskinan dan Stunting, Pemprov Jateng Salurkan Bantuan Keuangan Senilai Rp145,3 Miliar ke Brebes

25 January 2024 | 14:00:00 | dibaca : 255
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

BREBES – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyerahkan Bantuan Keuangan (Bankeu) ke Pemerintah Kabupaten Brebes senilai Rp145,3 miliar untuk penanganan kemiskinan dan stunting. 

Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Pj Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., dalam acara silaturahmi bersama Pemkab Brebes dan Forkopimda di Pendopo Kabupaten Brebes pada Kamis 25 Januari 2024. 

Acara itu juga dihadiri oleh perwakilan kepala desa, lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan penerima bantuan.

"Kami menyerahkan Bantuan Keuangan Pemprov Jateng, senilai Rp145,3 miliar. Ini bukan nilai kecil. Saya minta betul-betul dilaksanakan, sesuai aturan dan tepat sasaran," kata Pj Gubernur. 

Bantuan tersebut difokuskan pada penanganan kemiskinan ekstrem, stunting, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Brebes. 

Bentuk kegiatannya, meliputi bantuan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), Penanggulangan Masalah Gizi (PMG), pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di dua Desa, bantuan Digester Biogas, Sambungan Listrik Rumah, Kartu Jateng Sejahtera (KJS), Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta penyaluran bantuan stimulasi Rumah Sederhana Sehat.

"Bantuan pembangunan SPAM di desa untuk air minum, ketika menghadapi musim kemarau. Bantuan listrik, karena masih banyak rumah yang belum ada sambungan listrik. Ini kami kerja sama dengan PLN, mulai tingkat provinsi sampai kabupaten," jelas Pj Gubernur.

Pj Gubernur menambahkan, bankeu merupakan bentuk intervensi dari Pemprov Jateng untuk mengatasi berbagai persoalan prioritas di Kabupaten Brebes. 

Sebab berdasarkan data, angka kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem di Brebes masih cukup tinggi. Selain itu, angka stunting juga masih di atas 14 persen.

"Kekompakan Forkopimda harus dijaga dan ditingkatkan. Apalagi juga ditambah dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Jadi, kami yakin, seluruh permasalahan yang ada di masing-masing daerah, ketika kita kompak, ketika kita mau, ada solusinya," tegas Pj Gubernur.


Bagikan :

BREBES – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyerahkan Bantuan Keuangan (Bankeu) ke Pemerintah Kabupaten Brebes senilai Rp145,3 miliar untuk penanganan kemiskinan dan stunting. 

Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Pj Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., dalam acara silaturahmi bersama Pemkab Brebes dan Forkopimda di Pendopo Kabupaten Brebes pada Kamis 25 Januari 2024. 

Acara itu juga dihadiri oleh perwakilan kepala desa, lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan penerima bantuan.

"Kami menyerahkan Bantuan Keuangan Pemprov Jateng, senilai Rp145,3 miliar. Ini bukan nilai kecil. Saya minta betul-betul dilaksanakan, sesuai aturan dan tepat sasaran," kata Pj Gubernur. 

Bantuan tersebut difokuskan pada penanganan kemiskinan ekstrem, stunting, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Brebes. 

Bentuk kegiatannya, meliputi bantuan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), Penanggulangan Masalah Gizi (PMG), pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di dua Desa, bantuan Digester Biogas, Sambungan Listrik Rumah, Kartu Jateng Sejahtera (KJS), Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta penyaluran bantuan stimulasi Rumah Sederhana Sehat.

"Bantuan pembangunan SPAM di desa untuk air minum, ketika menghadapi musim kemarau. Bantuan listrik, karena masih banyak rumah yang belum ada sambungan listrik. Ini kami kerja sama dengan PLN, mulai tingkat provinsi sampai kabupaten," jelas Pj Gubernur.

Pj Gubernur menambahkan, bankeu merupakan bentuk intervensi dari Pemprov Jateng untuk mengatasi berbagai persoalan prioritas di Kabupaten Brebes. 

Sebab berdasarkan data, angka kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem di Brebes masih cukup tinggi. Selain itu, angka stunting juga masih di atas 14 persen.

"Kekompakan Forkopimda harus dijaga dan ditingkatkan. Apalagi juga ditambah dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Jadi, kami yakin, seluruh permasalahan yang ada di masing-masing daerah, ketika kita kompak, ketika kita mau, ada solusinya," tegas Pj Gubernur.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu