Follow Us :              

Apresiasi Hafiz dan Hafizah, Pemprov Jateng Berikan Bisyaroh Tanpa Pengajuan Proposal

  10 September 2026  |   09:30:00  |   dibaca : 74 
Kategori :
Bagikan :

Apresiasi Hafiz dan Hafizah, Pemprov Jateng Berikan Bisyaroh Tanpa Pengajuan Proposal

10 September 2026 | 09:30:00 | dibaca : 74
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Apresiasi Hafiz dan Hafizah, Pemprov Jateng Berikan Bisyaroh Tanpa Pengajuan Proposal
Apresiasi Hafiz dan Hafizah, Pemprov Jateng Berikan Bisyaroh Tanpa Pengajuan Proposal
Apresiasi Hafiz dan Hafizah, Pemprov Jateng Berikan Bisyaroh Tanpa Pengajuan Proposal
Apresiasi Hafiz dan Hafizah, Pemprov Jateng Berikan Bisyaroh Tanpa Pengajuan Proposal
Apresiasi Hafiz dan Hafizah, Pemprov Jateng Berikan Bisyaroh Tanpa Pengajuan Proposal

Foto : Sigit (Humas Jateng)

DEMAK - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan apresiasi kepada para santri penghafal Al-Qur’an melalui pemberian tali asih atau bisyarah. Pemberian tersebut dilakukan bagi hafiz dan hafizah yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dan diwisuda, tanpa perlu mengajukan proposal.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan, mekanisme tersebut diterapkan agar bentuk apresiasi pemerintah bisa langsung dirasakan oleh para penghafal Al-Qur’an. 

"Kalau ada yang khatam Al-Qur’an dan diwisuda, kami dari pemerintah langsung memberikan bisyaroh kepada para hafiz dan hafizah. Ini langsung, jadi tidak perlu ada proposal,” ucapnya saat memberikan mauidhoh hasanah pada Peringatan Maulidurrosul SAW, Khotmil Qur’an, Tawajjuhan Akbar, dan Haul ke-54 Simbah Ahmad Dahlan di Pondok Pesantren Tasyri’iyyah Alawiyah, Wonosalam, Kabupaten Demak pada Kamis, 10 September 2026. 

Dalam kegiatan itu, Wagub menyerahkan bisyaroh kepada empat hafizah yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an. Pemberian tali asih ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah kepada para santri yang telah menuntaskan hafalan Al-Qur’an.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan menyelesaikan hafalan Al-Qur’an bukanlah akhir dari proses. Wisuda justru menjadi awal bagi para hafiz dan hafizah untuk menjaga hafalan sekaligus mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.

“Adik-adik yang khatam Al-Qur’an, ini adalah permulaan, bukan pencapaian akhir, tetapi sebuah permulaan,” tegasnya.

Selama ini, Pemprov Jateng memberikan perhatian terhadap para penghafal kitab suci melalui pemberian tali asih. Pemberian tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi pemerintah daerah bagi masyarakat yang mampu menghafalkan kitab suci.


Bagikan :

DEMAK - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan apresiasi kepada para santri penghafal Al-Qur’an melalui pemberian tali asih atau bisyarah. Pemberian tersebut dilakukan bagi hafiz dan hafizah yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dan diwisuda, tanpa perlu mengajukan proposal.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan, mekanisme tersebut diterapkan agar bentuk apresiasi pemerintah bisa langsung dirasakan oleh para penghafal Al-Qur’an. 

"Kalau ada yang khatam Al-Qur’an dan diwisuda, kami dari pemerintah langsung memberikan bisyaroh kepada para hafiz dan hafizah. Ini langsung, jadi tidak perlu ada proposal,” ucapnya saat memberikan mauidhoh hasanah pada Peringatan Maulidurrosul SAW, Khotmil Qur’an, Tawajjuhan Akbar, dan Haul ke-54 Simbah Ahmad Dahlan di Pondok Pesantren Tasyri’iyyah Alawiyah, Wonosalam, Kabupaten Demak pada Kamis, 10 September 2026. 

Dalam kegiatan itu, Wagub menyerahkan bisyaroh kepada empat hafizah yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an. Pemberian tali asih ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah kepada para santri yang telah menuntaskan hafalan Al-Qur’an.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan menyelesaikan hafalan Al-Qur’an bukanlah akhir dari proses. Wisuda justru menjadi awal bagi para hafiz dan hafizah untuk menjaga hafalan sekaligus mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.

“Adik-adik yang khatam Al-Qur’an, ini adalah permulaan, bukan pencapaian akhir, tetapi sebuah permulaan,” tegasnya.

Selama ini, Pemprov Jateng memberikan perhatian terhadap para penghafal kitab suci melalui pemberian tali asih. Pemberian tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi pemerintah daerah bagi masyarakat yang mampu menghafalkan kitab suci.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu