Follow Us :              

Pemprov Jateng Salurkan Bantuan Keuangan ke Pemkab Wonosobo Sebesar Rp198 Miliar 

  30 July 2025  |   13:30:00  |   dibaca : 513 
Kategori :
Bagikan :


Pemprov Jateng Salurkan Bantuan Keuangan ke Pemkab Wonosobo Sebesar Rp198 Miliar 

30 July 2025 | 13:30:00 | dibaca : 513
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

WONOSOBO - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan keuangan (bankeu) kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo senilai Rp198 miliar untuk melaksanakan berbagai program. 

Bantuan itu diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dalam acara Dialog dengan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di Pendopo Kabupaten Wonosobo pada Rabu, 30 Juli 2025.

Bankeu yang diberikan, meliputi belanja bagi hasil pajak daerah senilai Rp88,43 miliar; bantuan sarana dan prasarana untuk 17 kegiatan sebesar Rp41,10 miliar; peningkatan sarana dan prasara perdesaan di 371 titik senilai Rp52,24 miliar; dan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) untuk 1 kegiatan sebesar Rp747 juta.

Kemudian, bantuan hibah bidang keagamaan untuk 4 lembaga senilai Rp480 juta; perbaikan Rumah Tidak layak Huni (RTLH) sebanyak 558 unit senilai total Rp11,16 miliar; bantuan untuk 30 Kelompok Usaha Bersama (KUBE) sebanyak Rp600 juta; sambungan listrik rumah sebanyak 48 unit senilai total Rp58,8 juta; asuransi untuk 100 orang nelayan sebesar Rp10 juta; Internet Gratis Desa untuk 5 desa sebesar Rp218,12 juta; dan hibah yayasan/lembaga pendidikan untuk 59 kegiatan sebesar Rp3,56 miliar

"Ini digunakan sebagai stimulus, dalam rangka recovery (memulihkan/memperbaiki) kondisi masyarakat kita agar lebih baik," ucap Gubernur dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, Wonosobo merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang masuk dalam kategori miskin. Oleh karena itu, kepekaan untuk menuntaskan kemiskinan harus dimiliki oleh seluruh aparatur sipil negara (ASN), termasuk semua tokoh masyarakat dan tokoh agama.

"Seluruh komponen masyarakat Wonosobo harus punya sense of crisis (kepekaan terhadap krisis) tentang kemiskinan. Tidak usah malu. Tidak usah bercerita yang bagus-bagus, tetapi bagaimana recovery masyarakat terkait kemiskinan ini," jelasnya.

Gubernur mengambil contoh dari dua desa yang dikunjungi hari itu, yaitu Desa Tegeswetan dan Desa Talunombo. Pemerintah Provinsi Jateng melaksanakan sejumlah kegiatan di dua lokasi tersebut, sebagai upaya untuk menekan angka kemiskinan. Beberapa kegiatan yang dilakukan, antara lain pemeriksaan kesehatan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Dokter Spesialis Keliling (Speling), penyerahan bantuan pangan kepada masyarakat kurang mampu, serta meninjau dan meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Menurutnya, Intervensi dalam menuntaskan kemiskinan harus dilakukan secara komperhensif dari berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mengingatkan kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan seluruh komponen masyarakat agar bantuan-bantuan yang disalurkan ini digunakan sesuai dengan peruntukkannya dan harus tepat sasaran. 

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, mengatakan, bantuan yang diserahkan oleh Pemprov Jateng akan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin dan sesuai ketentuan perundang-undangan. Ia akan memastikan, seluruh bantuan disalurkan dengan baik, tepat sasaran, dan sampai ke tangan masyarakat.

"Nanti akan kami laporkan dan pertanggungjawabkan sebaik mungkin, sehingga bisa dirasakan sacara langsung oleh masyarakat," katanya.


Bagikan :

WONOSOBO - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan keuangan (bankeu) kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo senilai Rp198 miliar untuk melaksanakan berbagai program. 

Bantuan itu diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dalam acara Dialog dengan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di Pendopo Kabupaten Wonosobo pada Rabu, 30 Juli 2025.

Bankeu yang diberikan, meliputi belanja bagi hasil pajak daerah senilai Rp88,43 miliar; bantuan sarana dan prasarana untuk 17 kegiatan sebesar Rp41,10 miliar; peningkatan sarana dan prasara perdesaan di 371 titik senilai Rp52,24 miliar; dan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) untuk 1 kegiatan sebesar Rp747 juta.

Kemudian, bantuan hibah bidang keagamaan untuk 4 lembaga senilai Rp480 juta; perbaikan Rumah Tidak layak Huni (RTLH) sebanyak 558 unit senilai total Rp11,16 miliar; bantuan untuk 30 Kelompok Usaha Bersama (KUBE) sebanyak Rp600 juta; sambungan listrik rumah sebanyak 48 unit senilai total Rp58,8 juta; asuransi untuk 100 orang nelayan sebesar Rp10 juta; Internet Gratis Desa untuk 5 desa sebesar Rp218,12 juta; dan hibah yayasan/lembaga pendidikan untuk 59 kegiatan sebesar Rp3,56 miliar

"Ini digunakan sebagai stimulus, dalam rangka recovery (memulihkan/memperbaiki) kondisi masyarakat kita agar lebih baik," ucap Gubernur dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, Wonosobo merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang masuk dalam kategori miskin. Oleh karena itu, kepekaan untuk menuntaskan kemiskinan harus dimiliki oleh seluruh aparatur sipil negara (ASN), termasuk semua tokoh masyarakat dan tokoh agama.

"Seluruh komponen masyarakat Wonosobo harus punya sense of crisis (kepekaan terhadap krisis) tentang kemiskinan. Tidak usah malu. Tidak usah bercerita yang bagus-bagus, tetapi bagaimana recovery masyarakat terkait kemiskinan ini," jelasnya.

Gubernur mengambil contoh dari dua desa yang dikunjungi hari itu, yaitu Desa Tegeswetan dan Desa Talunombo. Pemerintah Provinsi Jateng melaksanakan sejumlah kegiatan di dua lokasi tersebut, sebagai upaya untuk menekan angka kemiskinan. Beberapa kegiatan yang dilakukan, antara lain pemeriksaan kesehatan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Dokter Spesialis Keliling (Speling), penyerahan bantuan pangan kepada masyarakat kurang mampu, serta meninjau dan meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Menurutnya, Intervensi dalam menuntaskan kemiskinan harus dilakukan secara komperhensif dari berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mengingatkan kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan seluruh komponen masyarakat agar bantuan-bantuan yang disalurkan ini digunakan sesuai dengan peruntukkannya dan harus tepat sasaran. 

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, mengatakan, bantuan yang diserahkan oleh Pemprov Jateng akan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin dan sesuai ketentuan perundang-undangan. Ia akan memastikan, seluruh bantuan disalurkan dengan baik, tepat sasaran, dan sampai ke tangan masyarakat.

"Nanti akan kami laporkan dan pertanggungjawabkan sebaik mungkin, sehingga bisa dirasakan sacara langsung oleh masyarakat," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu