Follow Us :              

Kendalikan Harga dan Laju Inflasi, Pemprov Jateng Terus Galakkan Gerakan Pangan Murah 

  30 July 2025  |   10:00:00  |   dibaca : 409 
Kategori :
Bagikan :


Kendalikan Harga dan Laju Inflasi, Pemprov Jateng Terus Galakkan Gerakan Pangan Murah 

30 July 2025 | 10:00:00 | dibaca : 409
Kategori :
Bagikan :

Foto : Medianto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Medianto (Humas Jateng)

BREBES – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggalakkan program Gerakan pangan Murah (GPM) di sejumlah kabupaten/kota di wilayahnya. Penyelenggaraan GPM bertujuan untuk mengendalikan harga pangan di pasaran dan menjaga laju inflasi. 

Pada Rabu, 30 Juli 2025, GPM digelar di Desa Padakaton, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes. Program itu disambut antusiasme masyarakat, karena menawarkan kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.

“Saya tadi beli minyak sama telur. Harganya lebih murah dibandingkan pasaran. Jarang ada kayak gini, semoga lebih sering,” ucap warga Padakaton, Casli, saat ditemui di lokasi. 

Harga bahan pokok rata-rata lebih murah sekitar Rp3.000 daripada harga di pasar tradisional, terutama untuk beras, minyak goreng, dan gula.  

“Saya senang sekali, bisa beli beras dan minyak lebih murah. Lumayan buat hemat belanja dapur,” ujar Sumirah, ibu rumah tangga asal Padakaton.

Program ini diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jateng berkolaborasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan kelompok tani dari berbagai daerah. Tujuannya untuk menstabilkan harga pangan, meningkatkan daya beli masyarakat, serta memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau di tengah ketidakpastian harga pasar.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyebut GPM adalah bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga ketahanan gizi keluarga.

“Gerakan pangan murah ini mendukung ketahanan gizi. Masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan yang murah dan sehat. Ini PR (pekerjaan rumah) bersama agar keluarga tetap tercukupi gizinya, tanpa terbebani harga pasar,” ucapnya.

Secara terpisah, kegiatan GPM juga digelar di Desa Tegeswetan, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo pada Rabu, 30 Juli 2025. Kegiatan itu ditinjau langsung oleh Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K.

Komoditas yang dijual di lokasi tersebut, antara lain beras 7 ton dengan harga subsidi Rp11.000/kg dari harga normal Rp13.500/kg; minyak goreng 1.500 liter dijual dengan harga Rp14.000/liter dari sebelumnya Rp18.000/liter; bawang putih 200 kg dijual dengan harga Rp28.000/kg dari harga normal Rp36.000/kg; bawang merah 200 kg dengan harga subsidi Rp40.000/kg dari Rp50.000/kg; dan cabai 100 kg dengan harga subsidi Rp30.000/kg dari semula Rp50.000/kg.

Gubernur mengatakan, program GPM diselenggarakan untuk mengintervensi harga bahan pokok penting yang mengalami kenaikan. 

“Harapannya, (kebutuhan bahan pokok) masyarakat bisa tercukupi, agar tidak terjadi fluktuasi harga," katanya.


Bagikan :

BREBES – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggalakkan program Gerakan pangan Murah (GPM) di sejumlah kabupaten/kota di wilayahnya. Penyelenggaraan GPM bertujuan untuk mengendalikan harga pangan di pasaran dan menjaga laju inflasi. 

Pada Rabu, 30 Juli 2025, GPM digelar di Desa Padakaton, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes. Program itu disambut antusiasme masyarakat, karena menawarkan kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.

“Saya tadi beli minyak sama telur. Harganya lebih murah dibandingkan pasaran. Jarang ada kayak gini, semoga lebih sering,” ucap warga Padakaton, Casli, saat ditemui di lokasi. 

Harga bahan pokok rata-rata lebih murah sekitar Rp3.000 daripada harga di pasar tradisional, terutama untuk beras, minyak goreng, dan gula.  

“Saya senang sekali, bisa beli beras dan minyak lebih murah. Lumayan buat hemat belanja dapur,” ujar Sumirah, ibu rumah tangga asal Padakaton.

Program ini diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jateng berkolaborasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan kelompok tani dari berbagai daerah. Tujuannya untuk menstabilkan harga pangan, meningkatkan daya beli masyarakat, serta memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau di tengah ketidakpastian harga pasar.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyebut GPM adalah bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga ketahanan gizi keluarga.

“Gerakan pangan murah ini mendukung ketahanan gizi. Masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan yang murah dan sehat. Ini PR (pekerjaan rumah) bersama agar keluarga tetap tercukupi gizinya, tanpa terbebani harga pasar,” ucapnya.

Secara terpisah, kegiatan GPM juga digelar di Desa Tegeswetan, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo pada Rabu, 30 Juli 2025. Kegiatan itu ditinjau langsung oleh Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K.

Komoditas yang dijual di lokasi tersebut, antara lain beras 7 ton dengan harga subsidi Rp11.000/kg dari harga normal Rp13.500/kg; minyak goreng 1.500 liter dijual dengan harga Rp14.000/liter dari sebelumnya Rp18.000/liter; bawang putih 200 kg dijual dengan harga Rp28.000/kg dari harga normal Rp36.000/kg; bawang merah 200 kg dengan harga subsidi Rp40.000/kg dari Rp50.000/kg; dan cabai 100 kg dengan harga subsidi Rp30.000/kg dari semula Rp50.000/kg.

Gubernur mengatakan, program GPM diselenggarakan untuk mengintervensi harga bahan pokok penting yang mengalami kenaikan. 

“Harapannya, (kebutuhan bahan pokok) masyarakat bisa tercukupi, agar tidak terjadi fluktuasi harga," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu