Follow Us :              

Sambut HUT ke-80 RI, Wagub Napak Tilas Kemerdekaan di Kota Semarang 

  16 August 2025  |   06:30:00  |   dibaca : 386 
Kategori :
Bagikan :


Sambut HUT ke-80 RI, Wagub Napak Tilas Kemerdekaan di Kota Semarang 

16 August 2025 | 06:30:00 | dibaca : 386
Kategori :
Bagikan :

Foto : Medianto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Medianto (Humas Jateng)

SEMARANG – Menjelang Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia (RI), Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, bersama Gerakan Pemuda Ansor dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng, melakukan napak tilas kemerdekaan ke sejumlah lokasi bersejarah di Kota Semarang pada Sabtu, 16 Agustus 2025.

Perjalanan napak tilas dilakukan dengan bersepeda bersama-sama mulai dari Kantor PWNU Jateng, berlanjut ke daerah Bubakan, Kota Lama, lalu menuju Tugu Muda, melintasi Rumah Sakit Umum Pusat dr. Kariadi, hingga berakhir di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal.

Kegiatan ini bukan sekadar olahraga pagi, melainkan simbol napak tilas jejak perjuangan para pahlawan. Kota Lama yang menyimpan kisah perlawanan rakyat, hingga Tugu Muda yang abadi sebagai monumen pertempuran lima hari di Semarang. Semua menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan sebuah hadiah, melainkan hasil pengorbanan.

Acara gowes ini dihadiri pula oleh Ketua PWNU Jawa Tengah, Abdul Ghoffar Rozin (Gus Rozin); 
Katua Ansor Jateng, Shidqon Prabowo; dan para jemaah NU lainnya. 

Di sela acara napak tilas itu, Wagub mengingatkan pentingnya menjadikan HUT ke-80 RI dan HUT ke-80 Provinsi Jateng sebagai ajang refleksi.

“Jawa Tengah dalam memaknai Hari Kemerdekaan, harus lebih banyak melakukan introspeksi dan perenungan. Bagaimana para pendiri bangsa memperjuangkan tanah air kita bersama,” ucapnya.

Ia berharap, anak-anak muda mengingat sejarah para pendahulu yang berjuang dan berkorban untuk kemerdekaan RI. 

“Salah satunya, peran pendiri Nahdlatul Ulama yang menyerukan jihad untuk mengusir penjajah,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Wagub juga menyinggung sosok dr. Kariadi, tokoh penting di bidang kesehatan yang gugur dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang.

“Beliau berjuang hingga akhirnya gugur, tetapi pengorbanannya membuahkan hasil: penjajah berhasil diusir dari Kota Semarang. Nanti kita gali lagi kajian tentang dr. Kariadi, agar beliau bisa diusulkan sebagai Pahlawan Nasional,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Tengah, Abdul Ghoffar Rozin, menekankan bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya berhenti pada euforia atau perayaannya, tetapi harus diwujudkan dalam pembangunan manusia.

“Kemerdekaan adalah titik berangkat kita sebagai bangsa. Tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan sebaik-baiknya, terutama dengan pembangunan sumber daya manusia. NU ingin memastikan pendidikan, pekerjaan, dan pelayanan di desa tidak kalah dengan di kota,” jelasnya.

Ia menambahkan, salah satu fokus NU adalah meningkatkan kualitas layanan kesehatan, termasuk meneladani perjuangan dr. Kariadi.

“Beliau adalah simbol perjuangan di bidang kesehatan. Ini sejalan dengan ikhtiar NU untuk memperbaiki layanan kesehatan di seluruh cabang NU Jawa Tengah,” tutur Gus Rozin.


Bagikan :

SEMARANG – Menjelang Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia (RI), Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, bersama Gerakan Pemuda Ansor dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng, melakukan napak tilas kemerdekaan ke sejumlah lokasi bersejarah di Kota Semarang pada Sabtu, 16 Agustus 2025.

Perjalanan napak tilas dilakukan dengan bersepeda bersama-sama mulai dari Kantor PWNU Jateng, berlanjut ke daerah Bubakan, Kota Lama, lalu menuju Tugu Muda, melintasi Rumah Sakit Umum Pusat dr. Kariadi, hingga berakhir di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal.

Kegiatan ini bukan sekadar olahraga pagi, melainkan simbol napak tilas jejak perjuangan para pahlawan. Kota Lama yang menyimpan kisah perlawanan rakyat, hingga Tugu Muda yang abadi sebagai monumen pertempuran lima hari di Semarang. Semua menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan sebuah hadiah, melainkan hasil pengorbanan.

Acara gowes ini dihadiri pula oleh Ketua PWNU Jawa Tengah, Abdul Ghoffar Rozin (Gus Rozin); 
Katua Ansor Jateng, Shidqon Prabowo; dan para jemaah NU lainnya. 

Di sela acara napak tilas itu, Wagub mengingatkan pentingnya menjadikan HUT ke-80 RI dan HUT ke-80 Provinsi Jateng sebagai ajang refleksi.

“Jawa Tengah dalam memaknai Hari Kemerdekaan, harus lebih banyak melakukan introspeksi dan perenungan. Bagaimana para pendiri bangsa memperjuangkan tanah air kita bersama,” ucapnya.

Ia berharap, anak-anak muda mengingat sejarah para pendahulu yang berjuang dan berkorban untuk kemerdekaan RI. 

“Salah satunya, peran pendiri Nahdlatul Ulama yang menyerukan jihad untuk mengusir penjajah,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Wagub juga menyinggung sosok dr. Kariadi, tokoh penting di bidang kesehatan yang gugur dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang.

“Beliau berjuang hingga akhirnya gugur, tetapi pengorbanannya membuahkan hasil: penjajah berhasil diusir dari Kota Semarang. Nanti kita gali lagi kajian tentang dr. Kariadi, agar beliau bisa diusulkan sebagai Pahlawan Nasional,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Tengah, Abdul Ghoffar Rozin, menekankan bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya berhenti pada euforia atau perayaannya, tetapi harus diwujudkan dalam pembangunan manusia.

“Kemerdekaan adalah titik berangkat kita sebagai bangsa. Tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan sebaik-baiknya, terutama dengan pembangunan sumber daya manusia. NU ingin memastikan pendidikan, pekerjaan, dan pelayanan di desa tidak kalah dengan di kota,” jelasnya.

Ia menambahkan, salah satu fokus NU adalah meningkatkan kualitas layanan kesehatan, termasuk meneladani perjuangan dr. Kariadi.

“Beliau adalah simbol perjuangan di bidang kesehatan. Ini sejalan dengan ikhtiar NU untuk memperbaiki layanan kesehatan di seluruh cabang NU Jawa Tengah,” tutur Gus Rozin.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu