Follow Us :              

Anggarkan BPJS Pegawai Irigasi, Pemprov Jateng Alokasikan 1,75 M pada APBD Perubahan 2025

  19 August 2025  |   08:00:00  |   dibaca : 473 
Kategori :
Bagikan :


Anggarkan BPJS Pegawai Irigasi, Pemprov Jateng Alokasikan 1,75 M pada APBD Perubahan 2025

19 August 2025 | 08:00:00 | dibaca : 473
Kategori :
Bagikan :

Foto : Medianto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Medianto (Humas Jateng)

SEMARANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menemui massa Forum Komunikasi Petugas Irigasi (FKPI) Jateng di Halaman Kantor Gubernur Jateng pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Ratusan petugas irigasi di wilayah Jateng itu, melakukan aksi untuk meminta kejelasan status kepegawaian mereka, setelah pada Mei lalu beraudiensi dengan Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K.

Pada kesempatan itu, Sekda menyatakan, Pemerintah Provinsi Jateng sudah menyampaikan data ribuan petugas irigasi ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN). 

Hal ini bertujuan untuk mengatasi persoalan pengangkatan status kepegawaian para petugas irigasi di sejumlah wilayah bendung sungai.

“Kami sudah melangkah, surat dan data panjenengan semua sudah kami teruskan. Ada sekitar 2.640 orang yang sedang dalam proses verifikasi,” ucap Sekda di hadapan massa aksi. 

Selain itu, Sekda juga menjelaskan tentang kelanjutan janji Gubernur yang akan memberikan jaminan kesehatan atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan bagi para petugas irigasi.

“Terkait BPJS, kami sudah alokasikan di Perubahan APBD 2025. Tinggal menunggu evaluasi (dari) Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri),” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menambahkan, pembiayaan BPJS untuk seluruh petugas irigasi sudah dialokasikan dalam Perubahan APBD 2025.

“Total nilainya itu Rp1,75 miliar, untuk membiayai seluruh petugas pintu air (PPA),” katanya. 

Sebelumnya, Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., sudah menerima perwakilan FKPI di kantornya beberapa waktu lalu. Saat itu, ia menegaskan dua hal penting, yakni petugas pintu air atau petugas irigasi harus ter-cover BPJS dan memiliki jaminan kerja.

Dalam aksi yang berlangsung kondusif ini, FKPI menyerahkan hadiah 8 bibit pohon sebagai simbol “pohon kehidupan” untuk Hari Ulang Tahun ke-80 Jawa Tengah dan Indonesia.

Sementara itu, Ketua FKPI Jateng, Muhammad Khundori, mengatakan bahwa penyerahan bibit pohon ini sebagai wujud kontribusi nyata untuk menjaga sumber mata air. 

“Kami titip pohon ini untuk dirawat, ini bisa diwariskan ke anak cucu serta demi kelestarian gunung dan kehidupan,” katanya.


Bagikan :

SEMARANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menemui massa Forum Komunikasi Petugas Irigasi (FKPI) Jateng di Halaman Kantor Gubernur Jateng pada Selasa, 19 Agustus 2025.

Ratusan petugas irigasi di wilayah Jateng itu, melakukan aksi untuk meminta kejelasan status kepegawaian mereka, setelah pada Mei lalu beraudiensi dengan Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K.

Pada kesempatan itu, Sekda menyatakan, Pemerintah Provinsi Jateng sudah menyampaikan data ribuan petugas irigasi ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN). 

Hal ini bertujuan untuk mengatasi persoalan pengangkatan status kepegawaian para petugas irigasi di sejumlah wilayah bendung sungai.

“Kami sudah melangkah, surat dan data panjenengan semua sudah kami teruskan. Ada sekitar 2.640 orang yang sedang dalam proses verifikasi,” ucap Sekda di hadapan massa aksi. 

Selain itu, Sekda juga menjelaskan tentang kelanjutan janji Gubernur yang akan memberikan jaminan kesehatan atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan bagi para petugas irigasi.

“Terkait BPJS, kami sudah alokasikan di Perubahan APBD 2025. Tinggal menunggu evaluasi (dari) Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri),” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menambahkan, pembiayaan BPJS untuk seluruh petugas irigasi sudah dialokasikan dalam Perubahan APBD 2025.

“Total nilainya itu Rp1,75 miliar, untuk membiayai seluruh petugas pintu air (PPA),” katanya. 

Sebelumnya, Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., sudah menerima perwakilan FKPI di kantornya beberapa waktu lalu. Saat itu, ia menegaskan dua hal penting, yakni petugas pintu air atau petugas irigasi harus ter-cover BPJS dan memiliki jaminan kerja.

Dalam aksi yang berlangsung kondusif ini, FKPI menyerahkan hadiah 8 bibit pohon sebagai simbol “pohon kehidupan” untuk Hari Ulang Tahun ke-80 Jawa Tengah dan Indonesia.

Sementara itu, Ketua FKPI Jateng, Muhammad Khundori, mengatakan bahwa penyerahan bibit pohon ini sebagai wujud kontribusi nyata untuk menjaga sumber mata air. 

“Kami titip pohon ini untuk dirawat, ini bisa diwariskan ke anak cucu serta demi kelestarian gunung dan kehidupan,” katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu