Follow Us :              

Gubernur Dampingi Menko Pangan Tinjau KKMP Gedawang Semarang

  28 August 2025  |   12:30:00  |   dibaca : 397 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Dampingi Menko Pangan Tinjau KKMP Gedawang Semarang

28 August 2025 | 12:30:00 | dibaca : 397
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meninjau operasional Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang pada Kamis, 28 Agustus 2025. 

Peninjauan dilakukan karena koperasi tersebut sudah meraup omzet sebanyak Rp48 juta, hanya dalam waktu sekitar 1,5 bulan. Omzet yang didapatkan berasal dari penjulan gas elpiji dan sembako, usaha es teh jumbo, dan angkringan yang dikembangkan oleh koperasi tersebut. 

Sekretaris KKMP Gedawang, Anis Turmudi, mengatakan, Koperasi Merah Putih di Gedawang yang baru mulai beroperasi pada 19 Juli 2025 itu, omzetnya sudah mencapai Rp48 juta. 

“Masyarakat antusiasmenya besar, ini baru 1,5 bulan berjalan," ujarnya saat ditemui di lokasi. 

Ia menjelaskan, saat ini fokus KKMP Gedawang masih pada penjualan sembako dan gas elpiji, serta upaya memperbanyak anggota koperasi. Tercatat, jumlah anggota yang sudah menyelesaikan administrasi ada sekitar 73 orang; anggota yang sudah terdata, tetapi belum tuntas administrasinya ada sekitar 107 orang; dan daftar anggota yang masih berada di ketua RW atau belum diserahkan ke koperasi ada sekitar 122 orang.

"Target kami harusnya 500 anggota untuk satu kelurahan, itu minimal," katanya.

Anis mengungkapkan, banyak sedikitnya jumlah anggota koperasi akan menentukan arah kebijakan KKMP Gedawang, karena permodalan koperasi mengandalkan simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela dari para anggotanya. Tak hanya itu, rencana penyediaan gerai khusus potensi kelurahan yang menggandeng usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekitar, tentunya juga membutuhkan pembiayaan.

"Makanya, tadi kami memperbanyak anggota yang masuk dulu, agar perputaran uang semakin besar," jelasnya 

Dalam upaya mengembangkan koperasi, pihaknya menggandeng sejumlah lembaga. Misalnya penjualan gas elpiji bekerja sama dengan Pertamina, komoditas beras dengan Bulog, serta para suplier untuk menyediakan berbagai bahan pokok. Dengan begitu, harga beli sembako dan komoditas lain bisa lebih rendah, sehingga harga jual di koperasi jadi tidak terlalu mahal.

Pada kesempatan itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengapresiasi keberhasilan Koperasi Kelurahan Merah Putih Gedawang Semarang tersebut. 

"Baru saja kita meninjau KKMP Gedawang Kota Semarang. Di bawah koordinasi Wali Kota dan Gubernur Jawa Tengah. Top ini Gubernur dan Wali Kotanya. Tadi kita lihat sudah berjalan, bertahap. Sekarang baru ada sembako. Gudang belum, nanti akan dibangun di belakang. Penting jalan dulu," ujarnya usai melakukan peninjauan.

Tak hanya itu, ia juga mengapresiasi Provinsi Jawa Tengah yang sudah memiliki 1.000 lebih Koperasi Merah Putih yang sudah operasional. Khusus di Pulau Jawa, ia menargetkan ada 5.000 koperasi yang operasional pada bulan ini. Melalui program KMP, harapannya pemberdayaan ekonomi bisa lahir dari desa dan kelurahan. 

Dalam peninjauan itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, dari 8.523 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jateng yang sudah berbadan hukum, sebanyak 1.750 Koperasi Merah Putih sudah mulai beroperasi. 

Dari ribuan koperasi yang sudah operasional, sebanyak 1.444 KDKMP bergerak di bidang usaha (Laku Pandai, pertanian, peternakan, elpiji, dan lainnya) dan sebanyak 306 KDKMP bergerak di sektor utama bisnis (sembako, apotek, klinik, gudang, kendaraan logistik, dan simpan pinjam). Sementara itu, sebanyak 6.773 KDKMP masih dalam tahap persiapan.


Bagikan :

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meninjau operasional Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Gedawang, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang pada Kamis, 28 Agustus 2025. 

Peninjauan dilakukan karena koperasi tersebut sudah meraup omzet sebanyak Rp48 juta, hanya dalam waktu sekitar 1,5 bulan. Omzet yang didapatkan berasal dari penjulan gas elpiji dan sembako, usaha es teh jumbo, dan angkringan yang dikembangkan oleh koperasi tersebut. 

Sekretaris KKMP Gedawang, Anis Turmudi, mengatakan, Koperasi Merah Putih di Gedawang yang baru mulai beroperasi pada 19 Juli 2025 itu, omzetnya sudah mencapai Rp48 juta. 

“Masyarakat antusiasmenya besar, ini baru 1,5 bulan berjalan," ujarnya saat ditemui di lokasi. 

Ia menjelaskan, saat ini fokus KKMP Gedawang masih pada penjualan sembako dan gas elpiji, serta upaya memperbanyak anggota koperasi. Tercatat, jumlah anggota yang sudah menyelesaikan administrasi ada sekitar 73 orang; anggota yang sudah terdata, tetapi belum tuntas administrasinya ada sekitar 107 orang; dan daftar anggota yang masih berada di ketua RW atau belum diserahkan ke koperasi ada sekitar 122 orang.

"Target kami harusnya 500 anggota untuk satu kelurahan, itu minimal," katanya.

Anis mengungkapkan, banyak sedikitnya jumlah anggota koperasi akan menentukan arah kebijakan KKMP Gedawang, karena permodalan koperasi mengandalkan simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela dari para anggotanya. Tak hanya itu, rencana penyediaan gerai khusus potensi kelurahan yang menggandeng usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekitar, tentunya juga membutuhkan pembiayaan.

"Makanya, tadi kami memperbanyak anggota yang masuk dulu, agar perputaran uang semakin besar," jelasnya 

Dalam upaya mengembangkan koperasi, pihaknya menggandeng sejumlah lembaga. Misalnya penjualan gas elpiji bekerja sama dengan Pertamina, komoditas beras dengan Bulog, serta para suplier untuk menyediakan berbagai bahan pokok. Dengan begitu, harga beli sembako dan komoditas lain bisa lebih rendah, sehingga harga jual di koperasi jadi tidak terlalu mahal.

Pada kesempatan itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengapresiasi keberhasilan Koperasi Kelurahan Merah Putih Gedawang Semarang tersebut. 

"Baru saja kita meninjau KKMP Gedawang Kota Semarang. Di bawah koordinasi Wali Kota dan Gubernur Jawa Tengah. Top ini Gubernur dan Wali Kotanya. Tadi kita lihat sudah berjalan, bertahap. Sekarang baru ada sembako. Gudang belum, nanti akan dibangun di belakang. Penting jalan dulu," ujarnya usai melakukan peninjauan.

Tak hanya itu, ia juga mengapresiasi Provinsi Jawa Tengah yang sudah memiliki 1.000 lebih Koperasi Merah Putih yang sudah operasional. Khusus di Pulau Jawa, ia menargetkan ada 5.000 koperasi yang operasional pada bulan ini. Melalui program KMP, harapannya pemberdayaan ekonomi bisa lahir dari desa dan kelurahan. 

Dalam peninjauan itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, dari 8.523 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jateng yang sudah berbadan hukum, sebanyak 1.750 Koperasi Merah Putih sudah mulai beroperasi. 

Dari ribuan koperasi yang sudah operasional, sebanyak 1.444 KDKMP bergerak di bidang usaha (Laku Pandai, pertanian, peternakan, elpiji, dan lainnya) dan sebanyak 306 KDKMP bergerak di sektor utama bisnis (sembako, apotek, klinik, gudang, kendaraan logistik, dan simpan pinjam). Sementara itu, sebanyak 6.773 KDKMP masih dalam tahap persiapan.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu