Follow Us :              

Bertemu Ribuan Mahasiswa Baru Unimus, Gubernur Jateng Berbagi Ilmu Tentang Kepemimpinan 

  08 September 2025  |   14:00:00  |   dibaca : 420 
Kategori :
Bagikan :


Bertemu Ribuan Mahasiswa Baru Unimus, Gubernur Jateng Berbagi Ilmu Tentang Kepemimpinan 

08 September 2025 | 14:00:00 | dibaca : 420
Kategori :
Bagikan :

Foto : Gholib (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Gholib (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., memberikan pidato motivasi dan arahan kepada ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) pada Senin, 8 September 2025.

Dalam pidato tersebut, Gubernur menekankan peran penting kepemimpinan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Di sela-sela pidatonya, ia juga memberikan kesempatan kepada sejumlah mahasiswa untuk bertanya. Para mahasiswa pun terlihat antusias, beberapa di antaranya mengajukan pertanyaan tentang kepemimpinan, demokrasi, integritas, dan isu lainnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur menyampaikan bahwa menjadi seorang pemimpin harus memiliki jiwa melayani dan mampu membangun kepercayaan. Setiap aspirasi yang disampaikan pun harus diterima. Model kepemimpinan inilah yang sudah diterapkannya di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui layanan aduan daring dengan respons cepat 1x24 jam.

"Semua keluh kesah masyarakat kita layani. Pengaduan langsung juga bisa ke kantor, karena Kantor Gubernur (merupakan) Rumah Rakyat, (jadi) siapa pun boleh datang," jelasnya.

Tak hanya itu, Gubernur juga menjelaskan bahwa pemimpin di level manapun, baik ditingkat provinsi, kabupaten/kota, maupun desa harus bisa menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat. Pemimpin juga harus memiliki kebijakan yang bisa diterima oleh warganya.

"Tidak boleh ada intervensi dari siapa pun, diberikan apa pun, bahkan intervensi secara politik di wilayah kita. Pemprov Jateng sudah menjalankan sistem merit atau (manajemen ASN) sesuai kapasitas dan kemampuan," katanya.

Terkait dengan integritas, Gubernur memberikan analogi "ikan itu busuknya dari kepala." Artinya, seluruh pimpinan di Jateng harus menjadi teladan di manapun ia berada, karena pimpinan akan menjadi contoh bagi staf-staf di bawahnya. 

Selain itu, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga sudah menetapkan zona integritas serta menerapkan pendidikan antikorupsi hingga ke tingkat desa.

"Kita sudah terbuka, di media sosial dan portal-portal yang dapat diakses oleh masyarakat. Transparansi anggaran dapat dilihat, sehingga masyarakat dapat memberikan kritik dan masukan. Ini langkah agar tidak ada korupsi, serta tidak terjadi main bawah meja, main amplop, dan main mata," tegas Gubernur.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., memberikan pidato motivasi dan arahan kepada ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) pada Senin, 8 September 2025.

Dalam pidato tersebut, Gubernur menekankan peran penting kepemimpinan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Di sela-sela pidatonya, ia juga memberikan kesempatan kepada sejumlah mahasiswa untuk bertanya. Para mahasiswa pun terlihat antusias, beberapa di antaranya mengajukan pertanyaan tentang kepemimpinan, demokrasi, integritas, dan isu lainnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur menyampaikan bahwa menjadi seorang pemimpin harus memiliki jiwa melayani dan mampu membangun kepercayaan. Setiap aspirasi yang disampaikan pun harus diterima. Model kepemimpinan inilah yang sudah diterapkannya di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui layanan aduan daring dengan respons cepat 1x24 jam.

"Semua keluh kesah masyarakat kita layani. Pengaduan langsung juga bisa ke kantor, karena Kantor Gubernur (merupakan) Rumah Rakyat, (jadi) siapa pun boleh datang," jelasnya.

Tak hanya itu, Gubernur juga menjelaskan bahwa pemimpin di level manapun, baik ditingkat provinsi, kabupaten/kota, maupun desa harus bisa menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat. Pemimpin juga harus memiliki kebijakan yang bisa diterima oleh warganya.

"Tidak boleh ada intervensi dari siapa pun, diberikan apa pun, bahkan intervensi secara politik di wilayah kita. Pemprov Jateng sudah menjalankan sistem merit atau (manajemen ASN) sesuai kapasitas dan kemampuan," katanya.

Terkait dengan integritas, Gubernur memberikan analogi "ikan itu busuknya dari kepala." Artinya, seluruh pimpinan di Jateng harus menjadi teladan di manapun ia berada, karena pimpinan akan menjadi contoh bagi staf-staf di bawahnya. 

Selain itu, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga sudah menetapkan zona integritas serta menerapkan pendidikan antikorupsi hingga ke tingkat desa.

"Kita sudah terbuka, di media sosial dan portal-portal yang dapat diakses oleh masyarakat. Transparansi anggaran dapat dilihat, sehingga masyarakat dapat memberikan kritik dan masukan. Ini langkah agar tidak ada korupsi, serta tidak terjadi main bawah meja, main amplop, dan main mata," tegas Gubernur.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu