Follow Us :              

Dukung Pelaku UMKM, Penyaluran KUR di Jawa Tengah Capai Rp30,48 Triliun

  09 September 2025  |   09:00:00  |   dibaca : 1243 
Kategori :
Bagikan :

Dukung Pelaku UMKM, Penyaluran KUR di Jawa Tengah Capai Rp30,48 Triliun

09 September 2025 | 09:00:00 | dibaca : 1243
Kategori :
Bagikan :

Foto : Medianto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Dukung Pelaku UMKM, Penyaluran KUR di Jawa Tengah Capai Rp30,48 Triliun
Dukung Pelaku UMKM, Penyaluran KUR di Jawa Tengah Capai Rp30,48 Triliun
Dukung Pelaku UMKM, Penyaluran KUR di Jawa Tengah Capai Rp30,48 Triliun
Dukung Pelaku UMKM, Penyaluran KUR di Jawa Tengah Capai Rp30,48 Triliun
Dukung Pelaku UMKM, Penyaluran KUR di Jawa Tengah Capai Rp30,48 Triliun

Foto : Medianto (Humas Jateng)

SEMARANG – Pemerintah mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara nasional, per 31 Agustus 2025, mencapai Rp180,01 triliun atau sebesar 62,62% dari target awal Rp287,47 triliun.

Dari capaian itu, Jawa Tengah menempati posisi pertama sebagai provinsi dengan penyaluran KUR terbesar. Tercatat, total penyaluran KUR di Jateng mencapai Rp30,48 triliun atau 16,9% dari total nasional, dengan jumlah penerima sebanyak 590.316 debitur. 

Hal itu disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, dalam Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi dan Optimalisasi Penyaluran Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) serta Kredit Industri Padat Karya (KIPK) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Selasa, 9 September 2025.

“Ini membuktikan bahwa pelaku UMKM di Jawa Tengah, benar-benar memanfaatkan KUR secara optimal. Hal ini juga didukung posisi PT Jamkrida (Penjaminan Kredit Daerah) sebagai penjamin risiko, dan peran Bank Jateng sebagai penyalur (KUR),” tegas Ferry.

Dengan capaian tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya.

“Alhamdulillah, penyerapan KUR di Jawa Tengah menjadi yang terbesar secara nasional. Ini berkat kerja keras bersama, mulai dari pemerintah daerah, perbankan, penjamin, hingga para pelaku usaha,” katanya. 

Wagub berharap, penyaluran KUR tidak hanya memperkuat sektor pertanian melalui Kredit Alsintan, tetapi juga menggerakkan industri padat karya yang mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Tak hanya itu, FGD ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, penjamin, dan para pelaku usaha.

Dengan capaian penyaluran KUR di Jateng, provinsi ini diharapkan terus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau sistemnya bagus, saya rasa sumbangan kita untuk ketahanan pangan bisa lebih besar lagi, bahkan bisa menjadi nomor satu,” ucap Wagub. 

Dalam acara itu, juga dilakukan penyerahan secara simbolis Kredit Alsintan kepada beberapa pelaku usaha, antara lain Totok Rusdiyanto, penyedia jasa sewa alsintan (penerima debitur Bank Jateng, dengan plafon/batas tertinggi kredit sebesar Rp505 juta).

Selanjutnya, kredit alsintan juga diberikan kepada Antok, pelaku usaha sewa alat pertanian (calon penerima debitur BRI dengan plafon Rp550 juta); Kaharudin, pelaku usaha jasa penyewaan alsintan (calon debitur Bank Mandiri dengan plafon Rp520 juta); serta Achmad Samsul Hadi, pelaku usaha penyewaan alsintan combine harvester dan perdagangan gabah (calon debitur BNI dengan plafon Rp540 juta).


Bagikan :

SEMARANG – Pemerintah mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara nasional, per 31 Agustus 2025, mencapai Rp180,01 triliun atau sebesar 62,62% dari target awal Rp287,47 triliun.

Dari capaian itu, Jawa Tengah menempati posisi pertama sebagai provinsi dengan penyaluran KUR terbesar. Tercatat, total penyaluran KUR di Jateng mencapai Rp30,48 triliun atau 16,9% dari total nasional, dengan jumlah penerima sebanyak 590.316 debitur. 

Hal itu disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, dalam Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi dan Optimalisasi Penyaluran Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) serta Kredit Industri Padat Karya (KIPK) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Selasa, 9 September 2025.

“Ini membuktikan bahwa pelaku UMKM di Jawa Tengah, benar-benar memanfaatkan KUR secara optimal. Hal ini juga didukung posisi PT Jamkrida (Penjaminan Kredit Daerah) sebagai penjamin risiko, dan peran Bank Jateng sebagai penyalur (KUR),” tegas Ferry.

Dengan capaian tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya.

“Alhamdulillah, penyerapan KUR di Jawa Tengah menjadi yang terbesar secara nasional. Ini berkat kerja keras bersama, mulai dari pemerintah daerah, perbankan, penjamin, hingga para pelaku usaha,” katanya. 

Wagub berharap, penyaluran KUR tidak hanya memperkuat sektor pertanian melalui Kredit Alsintan, tetapi juga menggerakkan industri padat karya yang mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Tak hanya itu, FGD ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, penjamin, dan para pelaku usaha.

Dengan capaian penyaluran KUR di Jateng, provinsi ini diharapkan terus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau sistemnya bagus, saya rasa sumbangan kita untuk ketahanan pangan bisa lebih besar lagi, bahkan bisa menjadi nomor satu,” ucap Wagub. 

Dalam acara itu, juga dilakukan penyerahan secara simbolis Kredit Alsintan kepada beberapa pelaku usaha, antara lain Totok Rusdiyanto, penyedia jasa sewa alsintan (penerima debitur Bank Jateng, dengan plafon/batas tertinggi kredit sebesar Rp505 juta).

Selanjutnya, kredit alsintan juga diberikan kepada Antok, pelaku usaha sewa alat pertanian (calon penerima debitur BRI dengan plafon Rp550 juta); Kaharudin, pelaku usaha jasa penyewaan alsintan (calon debitur Bank Mandiri dengan plafon Rp520 juta); serta Achmad Samsul Hadi, pelaku usaha penyewaan alsintan combine harvester dan perdagangan gabah (calon debitur BNI dengan plafon Rp540 juta).


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu