Follow Us :              

Pangkas Rantai Pasok dan Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok, Gubernur Ingin Kios JTAB Ada di Seluruh Pasar

  08 October 2025  |   09:00:00  |   dibaca : 607 
Kategori :
Bagikan :


Pangkas Rantai Pasok dan Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok, Gubernur Ingin Kios JTAB Ada di Seluruh Pasar

08 October 2025 | 09:00:00 | dibaca : 607
Kategori :
Bagikan :

Foto : Gholib (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Gholib (Humas Jateng)

SURAKARTA - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menginginkan Kios JTAB, yang diinisiasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jawa Tengah Argo Berdikari (JTAB) ada di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Sebab, kios ini diharapkan dapat memangkas rantai distribusi dari petani ke konsumen.

"Saya sudah perintahkan kepada PT JTAB, agar seluruh pasar di 35 kabupaten/kota punya Kios JTAB. Gunanya untuk memangkas birokrasi terkait bahan pokok penting," ucapnya usai meninjau dan berdialog dengan para pedagang di Pasar Legi, Kota Surakarta pada Rabu, 8 Oktober 2025.

Gubernur mengatakan, selain memangkas rantai pasok, kios JTAB juga berfungsi untuk menstabilkan harga bahan pokok penting (bapokting), seperti cabai, bawang merah, bawang putih, dan lainnya. Sebab, kios ini memberikan jaminan penyerapan hasil panen kepada para petani, menjaga harga pasar, serta mengendalikan inflasi.

"JTAB melakukan penetrasi (intervensi) harga, agar tidak dimainkan oleh tengkulak, spekulan (orang yang mencari keuntungan yang besar), dan lain sebagainya," katanya.

Ia mencontohkan, harga cabai merah yang sebelumnya mendekati Rp40 ribu, kini sudah menyentuh sekitar Rp26 ribuan. 

"Di petani harganya Rp20-25 ribuan, jadi masih wajar. Perlahan akan turun dengan intervensi ini," jelasnya. 

Sebagai informasi, Kios JTAB merupakan kolaborasi antara PT JTAB, pemerintah kabupaten/kota, dan pedagang. Pemerintah kabupaten/kota bertugas untuk menyiapkan kios, sedangkan pasokan bahan pokoknya disediakan oleh JTAB.

Direktur Utama PT JTAB, Totok Agus Siswanto, mengatakan, keberadaan Kios ini diharapkan mampu mendorong upaya pemerataan harga bapokting di Jateng.

"(Kios JTAB) sudah ada di Kendal, Ungaran, Salatiga, Boyolali, dan Surakarta. Nanti seluruhnya ada, satu pasar satu kios. Produknya cabai, bawang merah, bawang putih. Bahan pokok lain, bisa gula, minyak goreng, dan lainnya, sesuai harga di pasar," jelasnya.

Saat ini, di Pasar Legi setidaknya ada dua Kios JTAB, yaitu Kios Bu Kati dan Kios Bu Tri.

Kios Bu Tri menjual bahan pokok, seperti beras, telur, minyak, dan lainnya. kios ini sudah bekerja sama dengan JTAB selama kurang lebih 6 bulan.

"Mudah untuk mendapatkan bahan. Dari segi harga lebih miring kalau dari JTAB, harga jual juga bisa lebih murah," kata Bu Tri.


Bagikan :

SURAKARTA - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menginginkan Kios JTAB, yang diinisiasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jawa Tengah Argo Berdikari (JTAB) ada di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Sebab, kios ini diharapkan dapat memangkas rantai distribusi dari petani ke konsumen.

"Saya sudah perintahkan kepada PT JTAB, agar seluruh pasar di 35 kabupaten/kota punya Kios JTAB. Gunanya untuk memangkas birokrasi terkait bahan pokok penting," ucapnya usai meninjau dan berdialog dengan para pedagang di Pasar Legi, Kota Surakarta pada Rabu, 8 Oktober 2025.

Gubernur mengatakan, selain memangkas rantai pasok, kios JTAB juga berfungsi untuk menstabilkan harga bahan pokok penting (bapokting), seperti cabai, bawang merah, bawang putih, dan lainnya. Sebab, kios ini memberikan jaminan penyerapan hasil panen kepada para petani, menjaga harga pasar, serta mengendalikan inflasi.

"JTAB melakukan penetrasi (intervensi) harga, agar tidak dimainkan oleh tengkulak, spekulan (orang yang mencari keuntungan yang besar), dan lain sebagainya," katanya.

Ia mencontohkan, harga cabai merah yang sebelumnya mendekati Rp40 ribu, kini sudah menyentuh sekitar Rp26 ribuan. 

"Di petani harganya Rp20-25 ribuan, jadi masih wajar. Perlahan akan turun dengan intervensi ini," jelasnya. 

Sebagai informasi, Kios JTAB merupakan kolaborasi antara PT JTAB, pemerintah kabupaten/kota, dan pedagang. Pemerintah kabupaten/kota bertugas untuk menyiapkan kios, sedangkan pasokan bahan pokoknya disediakan oleh JTAB.

Direktur Utama PT JTAB, Totok Agus Siswanto, mengatakan, keberadaan Kios ini diharapkan mampu mendorong upaya pemerataan harga bapokting di Jateng.

"(Kios JTAB) sudah ada di Kendal, Ungaran, Salatiga, Boyolali, dan Surakarta. Nanti seluruhnya ada, satu pasar satu kios. Produknya cabai, bawang merah, bawang putih. Bahan pokok lain, bisa gula, minyak goreng, dan lainnya, sesuai harga di pasar," jelasnya.

Saat ini, di Pasar Legi setidaknya ada dua Kios JTAB, yaitu Kios Bu Kati dan Kios Bu Tri.

Kios Bu Tri menjual bahan pokok, seperti beras, telur, minyak, dan lainnya. kios ini sudah bekerja sama dengan JTAB selama kurang lebih 6 bulan.

"Mudah untuk mendapatkan bahan. Dari segi harga lebih miring kalau dari JTAB, harga jual juga bisa lebih murah," kata Bu Tri.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu