Follow Us :              

Pameran UMKM HSN Tingkat Provinsi 2025, Wagub: Pesantren Tak Hanya Pusat Ilmu, Tetapi Juga Pemberdayaan Ekonomi

  21 October 2025  |   09:30:00  |   dibaca : 488 
Kategori :
Bagikan :

Pameran UMKM HSN Tingkat Provinsi 2025, Wagub: Pesantren Tak Hanya Pusat Ilmu, Tetapi Juga Pemberdayaan Ekonomi

21 October 2025 | 09:30:00 | dibaca : 488
Kategori :
Bagikan :

Foto : Medianto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Pameran UMKM HSN Tingkat Provinsi 2025, Wagub: Pesantren Tak Hanya Pusat Ilmu, Tetapi Juga Pemberdayaan Ekonomi
Pameran UMKM HSN Tingkat Provinsi 2025, Wagub: Pesantren Tak Hanya Pusat Ilmu, Tetapi Juga Pemberdayaan Ekonomi
Pameran UMKM HSN Tingkat Provinsi 2025, Wagub: Pesantren Tak Hanya Pusat Ilmu, Tetapi Juga Pemberdayaan Ekonomi
Pameran UMKM HSN Tingkat Provinsi 2025, Wagub: Pesantren Tak Hanya Pusat Ilmu, Tetapi Juga Pemberdayaan Ekonomi
Pameran UMKM HSN Tingkat Provinsi 2025, Wagub: Pesantren Tak Hanya Pusat Ilmu, Tetapi Juga Pemberdayaan Ekonomi

Foto : Medianto (Humas Jateng)

KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meresmikan Pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Santri dalam rangka Puncak Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025, di Alun-alun Simpang Tujuh, Kabupaten Kudus pada Selasa, 21 Oktober 2025. 

Pameran itu diikuti sejumlah pondok pesantren dan pelaku UMKM binaan di Jawa Tengah. Ada sebanyak 76 gerai yang menampilkan berbagai produk unggulan dari santri dan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Wagub mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kudus dan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menegaskan, peringatan Hari Santri tidak hanya bermakna religius, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

“Kita patut bersyukur bahwa rangkaian Hari Santri Nasional 2025 Tingkat Provinsi Jawa Tengah sudah dimulai dari berbagai kegiatan. Ada ASN Ngaji Bandongan, sarasehan tentang pesantren ramah terhadap perempuan dan anak, serta anti-bullying. Termasuk hari ini, kita hadir dalam pameran UMKM dari pondok-pondok pesantren dan pelaku usaha di Jawa Tengah,” ujarnya.

Ia menyampaikan, pameran UMKM ini menjadi bukti nyata kontribusi santri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Alhamdulillah, ada 76 stan yang ikut dalam pameran ini. Kegiatan seperti ini dapat mengungkit pertumbuhan ekonomi, khususnya UMKM di Jawa Tengah, yang kali ini kita adakan di Kabupaten Kudus,” katanya.

Gus Yasin mengatakan, sektor UMKM berbasis pesantren memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi umat.

“Tadi produknya juga sudah bagus-bagus, bahkan ada pesantren di Jepara yang santrinya mengembangkan percetakan jersey, ini bagus,” ucapnya.

Menurutnya, santri tidak hanya harus cerdas dalam ilmu agama, tetapi juga perlu mandiri secara ekonomi.

“Rangkaian kegiatan Hari Santri ini tidak hanya untuk memperingati momentum keagamaan, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Harapannya, kegiatan seperti ini terus berlanjut agar pesantren tidak hanya menjadi pusat ilmu, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi,” ujar Wagub.

Dalam kegiatan itu, Gus Yasin berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk Bank Jateng yang ikut berpartisipasi dalam mendukung pameran UMKM ini. 

Selain pameran UMKM, rangkaian Hari Santri Nasional 2025 Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kudus, meliputi kegiatan Sarasehan Pesantren Antikekerasan dan Bullying, ASN Ngaji Bandongan, serta Jateng Berselawat yang digelar pada malam harinya.

“Kita berharap selain memperingati Hari Santri Nasional, kegiatan ini juga mampu mengungkit pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kudus dan 35 kabupaten/kota lainnya,” pungkasnya.


Bagikan :

KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meresmikan Pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Santri dalam rangka Puncak Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025, di Alun-alun Simpang Tujuh, Kabupaten Kudus pada Selasa, 21 Oktober 2025. 

Pameran itu diikuti sejumlah pondok pesantren dan pelaku UMKM binaan di Jawa Tengah. Ada sebanyak 76 gerai yang menampilkan berbagai produk unggulan dari santri dan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Wagub mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kudus dan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menegaskan, peringatan Hari Santri tidak hanya bermakna religius, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

“Kita patut bersyukur bahwa rangkaian Hari Santri Nasional 2025 Tingkat Provinsi Jawa Tengah sudah dimulai dari berbagai kegiatan. Ada ASN Ngaji Bandongan, sarasehan tentang pesantren ramah terhadap perempuan dan anak, serta anti-bullying. Termasuk hari ini, kita hadir dalam pameran UMKM dari pondok-pondok pesantren dan pelaku usaha di Jawa Tengah,” ujarnya.

Ia menyampaikan, pameran UMKM ini menjadi bukti nyata kontribusi santri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Alhamdulillah, ada 76 stan yang ikut dalam pameran ini. Kegiatan seperti ini dapat mengungkit pertumbuhan ekonomi, khususnya UMKM di Jawa Tengah, yang kali ini kita adakan di Kabupaten Kudus,” katanya.

Gus Yasin mengatakan, sektor UMKM berbasis pesantren memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi umat.

“Tadi produknya juga sudah bagus-bagus, bahkan ada pesantren di Jepara yang santrinya mengembangkan percetakan jersey, ini bagus,” ucapnya.

Menurutnya, santri tidak hanya harus cerdas dalam ilmu agama, tetapi juga perlu mandiri secara ekonomi.

“Rangkaian kegiatan Hari Santri ini tidak hanya untuk memperingati momentum keagamaan, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Harapannya, kegiatan seperti ini terus berlanjut agar pesantren tidak hanya menjadi pusat ilmu, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi,” ujar Wagub.

Dalam kegiatan itu, Gus Yasin berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk Bank Jateng yang ikut berpartisipasi dalam mendukung pameran UMKM ini. 

Selain pameran UMKM, rangkaian Hari Santri Nasional 2025 Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kudus, meliputi kegiatan Sarasehan Pesantren Antikekerasan dan Bullying, ASN Ngaji Bandongan, serta Jateng Berselawat yang digelar pada malam harinya.

“Kita berharap selain memperingati Hari Santri Nasional, kegiatan ini juga mampu mengungkit pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kudus dan 35 kabupaten/kota lainnya,” pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu