Follow Us :              

Bakti Taskin Temui Gubernur, Empat Lokasi di Jateng akan Jadi Percontohan Program T1P4K

  21 October 2025  |   10:30:00  |   dibaca : 444 
Kategori :
Bagikan :


Bakti Taskin Temui Gubernur, Empat Lokasi di Jateng akan Jadi Percontohan Program T1P4K

21 October 2025 | 10:30:00 | dibaca : 444
Kategori :
Bagikan :

Foto : Gholib (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Gholib (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menerima kunjungan dari delegasi Barisan Andalan Kesetiakawanan Pengentasan Kemiskinan (Bakti Taskin) di kantornya pada Selasa, 21 Oktober 2025.

Kunjungan itu terkait pengenalan program percepatan pengentasan kemiskinan melalui metode budidaya padi T1P4K (Tanam 1 Kali Panen 4 Kali). Setidaknya akan ada 4 daerah di Jateng yang menjadi percontohan program tersebut. Rencananya, program itu akan dijalankan di Kendal, Sragen, Banjarnegara, dan Banyumas/Cilacap.

Wakil Ketua Umum Bakti Taskin, Diyan Anggraini, mengatakan, metode budidaya padi T1P4K merupakan inovasi dari Bakti Taskin. Inovasi itu sudah dipraktikkan di Jawa Barat selama lima tahun dengan hasil yang memuaskan. Terbaru, sudah ada kerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk memperluas program tersebut di daerah lain.

"Jadi dengan sekali tanam bisa panen sebanyak empat kali. Ini dapat mempersingkat masa panen," ujarnya saat berdialog dengan Gubernur Jateng.

Selain program T1P4K, Bakti Taskin juga memperkenalkan program koperasi multipihak yang memberikan keuntungan kepada para petani. Sebab, para petani, penggilingan, sampai pembeli berada pada satu rantai atau lembaga. 

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyambut baik upaya Bakti Taskin untuk menjalin kerja sama dengan Pemprov Jateng dalam mempercepat penuntasan kemiskinan. Ia menyampaikan, upaya ini tentunya harus dilakukan bersama-sama dengan semua pihak. 

"Prinsipnya, Provinsi Jawa Tengah membuka lebar peluang untuk kerja sama. Nanti teknisnya bisa dibahas dengan Asisten Ekonomi dan Pembangunan, serta Kepala Dinas Pertanian," katanya.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menjelaskan, inti dari pertemuan dengan Bakti Taskin adalah penerapan sistem ekonomi yang kekuatannya dari rakyat, dalam hal ini petani.

"Konsentrasinya tadi adalah padi. Di mana mereka akan mengembangkan suatu koperasi yang melibatkan masyarakat untuk memproduksi padi berkualitas. Programnya adalah sekali tanam bisa empat kali panen," katanya.

Di samping itu, juga diajarkan bagaimana cara membentuk manajemen kawasan pertanian. Para petani secara langsung sebagai pelaku usaha. Bukan hanya sebagai objek, melainkan sebagai subjek atas pengembangan kawasan pertanian tersebut.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menerima kunjungan dari delegasi Barisan Andalan Kesetiakawanan Pengentasan Kemiskinan (Bakti Taskin) di kantornya pada Selasa, 21 Oktober 2025.

Kunjungan itu terkait pengenalan program percepatan pengentasan kemiskinan melalui metode budidaya padi T1P4K (Tanam 1 Kali Panen 4 Kali). Setidaknya akan ada 4 daerah di Jateng yang menjadi percontohan program tersebut. Rencananya, program itu akan dijalankan di Kendal, Sragen, Banjarnegara, dan Banyumas/Cilacap.

Wakil Ketua Umum Bakti Taskin, Diyan Anggraini, mengatakan, metode budidaya padi T1P4K merupakan inovasi dari Bakti Taskin. Inovasi itu sudah dipraktikkan di Jawa Barat selama lima tahun dengan hasil yang memuaskan. Terbaru, sudah ada kerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk memperluas program tersebut di daerah lain.

"Jadi dengan sekali tanam bisa panen sebanyak empat kali. Ini dapat mempersingkat masa panen," ujarnya saat berdialog dengan Gubernur Jateng.

Selain program T1P4K, Bakti Taskin juga memperkenalkan program koperasi multipihak yang memberikan keuntungan kepada para petani. Sebab, para petani, penggilingan, sampai pembeli berada pada satu rantai atau lembaga. 

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyambut baik upaya Bakti Taskin untuk menjalin kerja sama dengan Pemprov Jateng dalam mempercepat penuntasan kemiskinan. Ia menyampaikan, upaya ini tentunya harus dilakukan bersama-sama dengan semua pihak. 

"Prinsipnya, Provinsi Jawa Tengah membuka lebar peluang untuk kerja sama. Nanti teknisnya bisa dibahas dengan Asisten Ekonomi dan Pembangunan, serta Kepala Dinas Pertanian," katanya.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menjelaskan, inti dari pertemuan dengan Bakti Taskin adalah penerapan sistem ekonomi yang kekuatannya dari rakyat, dalam hal ini petani.

"Konsentrasinya tadi adalah padi. Di mana mereka akan mengembangkan suatu koperasi yang melibatkan masyarakat untuk memproduksi padi berkualitas. Programnya adalah sekali tanam bisa empat kali panen," katanya.

Di samping itu, juga diajarkan bagaimana cara membentuk manajemen kawasan pertanian. Para petani secara langsung sebagai pelaku usaha. Bukan hanya sebagai objek, melainkan sebagai subjek atas pengembangan kawasan pertanian tersebut.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu