Follow Us :              

Peringati Hari Santri Nasional, Hujan Tak Halangi Antusiasme Ribuan Warga Ikuti Jateng Bersholawat

  21 October 2025  |   20:00:00  |   dibaca : 677 
Kategori :
Bagikan :

Peringati Hari Santri Nasional, Hujan Tak Halangi Antusiasme Ribuan Warga Ikuti Jateng Bersholawat

21 October 2025 | 20:00:00 | dibaca : 677
Kategori :
Bagikan :

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Peringati Hari Santri Nasional, Hujan Tak Halangi Antusiasme Ribuan Warga Ikuti Jateng Bersholawat
Peringati Hari Santri Nasional, Hujan Tak Halangi Antusiasme Ribuan Warga Ikuti Jateng Bersholawat
Peringati Hari Santri Nasional, Hujan Tak Halangi Antusiasme Ribuan Warga Ikuti Jateng Bersholawat
Peringati Hari Santri Nasional, Hujan Tak Halangi Antusiasme Ribuan Warga Ikuti Jateng Bersholawat
Peringati Hari Santri Nasional, Hujan Tak Halangi Antusiasme Ribuan Warga Ikuti Jateng Bersholawat

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

KUDUS – Ribuan santri dan warga dari berbagai daerah nampak antusias mengikuti gelaran Jateng Bersholawat di Alun-alun Kabupaten Kudus pada Selasa, 21 Oktober 2025 malam, meskipun diguyur rintik hujan. 

Acara Jateng Bersholawat digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025. Hadir dalam acara tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen; Habib Ali Zainal Abidin Assegaf; Muhammad Iqdam Kholid (Gus Iqdam); Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris; dan Wabup Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton.

Sejumlah kepala daerah juga tampak hadir, di antaranya Bupati Sukoharjo, Etik Suryani; Bupati Kendal, Dyah Kartikasari; Bupati Pati, Sudewo; dan Bupati Jepara, Witiarso Utomo; bersama jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jateng.

Meskipun cuaca kurang bersahabat, ribuan peserta tampak tetap khusyuk berselawat bersama grup hadroh Az-Zahir. Lantunan selawat dan kibaran bendera pesantren mewarnai suasana malam itu. 

“Walaupun turun hujan, alhamdulillah semangat kita semua tetap menyala untuk hadir dalam acara Jateng Bersholawat. Ini bukti cinta santri kepada ulama dan negeri,” ucap Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, dalam sambutannya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengajak seluruh hadirin untuk tetap bersyukur di tengah guyuran hujan malam ini.

Ia menegaskan, selawatan ini menjadi representasi masyarakat Jawa Tengah yang selalu gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo (kondisi masyarakat dan wilayah yang subur makmur,  tertib, tentram, dan sejahtera). 

Gubernur menilai, Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober merupakan momentum dan penghargaan atas kontribusi santri yang menjadi garda terdepan dan benteng terakhir dalam membela NKRI.

"Resolusi jihad tanggal 22 Oktober 1945, di mana para kiai dan para santri telah membela tanah air dengan tetesan darah dan perjuangan. Tidak salah kalau hari ini kita memperingati hari santri dengan berselawat," katanya.

Dalam gelaran Jateng Bersholawat ini, Gubernur juga menyerahkan bantuan prestasi senilai Rp150 juta untuk kafilah Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Jawa Tengah yang meraih juara dua.


Bagikan :

KUDUS – Ribuan santri dan warga dari berbagai daerah nampak antusias mengikuti gelaran Jateng Bersholawat di Alun-alun Kabupaten Kudus pada Selasa, 21 Oktober 2025 malam, meskipun diguyur rintik hujan. 

Acara Jateng Bersholawat digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025. Hadir dalam acara tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen; Habib Ali Zainal Abidin Assegaf; Muhammad Iqdam Kholid (Gus Iqdam); Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris; dan Wabup Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton.

Sejumlah kepala daerah juga tampak hadir, di antaranya Bupati Sukoharjo, Etik Suryani; Bupati Kendal, Dyah Kartikasari; Bupati Pati, Sudewo; dan Bupati Jepara, Witiarso Utomo; bersama jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jateng.

Meskipun cuaca kurang bersahabat, ribuan peserta tampak tetap khusyuk berselawat bersama grup hadroh Az-Zahir. Lantunan selawat dan kibaran bendera pesantren mewarnai suasana malam itu. 

“Walaupun turun hujan, alhamdulillah semangat kita semua tetap menyala untuk hadir dalam acara Jateng Bersholawat. Ini bukti cinta santri kepada ulama dan negeri,” ucap Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, dalam sambutannya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengajak seluruh hadirin untuk tetap bersyukur di tengah guyuran hujan malam ini.

Ia menegaskan, selawatan ini menjadi representasi masyarakat Jawa Tengah yang selalu gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo (kondisi masyarakat dan wilayah yang subur makmur,  tertib, tentram, dan sejahtera). 

Gubernur menilai, Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober merupakan momentum dan penghargaan atas kontribusi santri yang menjadi garda terdepan dan benteng terakhir dalam membela NKRI.

"Resolusi jihad tanggal 22 Oktober 1945, di mana para kiai dan para santri telah membela tanah air dengan tetesan darah dan perjuangan. Tidak salah kalau hari ini kita memperingati hari santri dengan berselawat," katanya.

Dalam gelaran Jateng Bersholawat ini, Gubernur juga menyerahkan bantuan prestasi senilai Rp150 juta untuk kafilah Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Jawa Tengah yang meraih juara dua.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu