Follow Us :              

Penanganan Banjir Terus Diintensifkan, Gubernur Turunkan Tim Gabungan

  24 October 2025  |   18:00:00  |   dibaca : 552 
Kategori :
Bagikan :

Penanganan Banjir Terus Diintensifkan, Gubernur Turunkan Tim Gabungan

24 October 2025 | 18:00:00 | dibaca : 552
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Penanganan Banjir Terus Diintensifkan, Gubernur Turunkan Tim Gabungan
Penanganan Banjir Terus Diintensifkan, Gubernur Turunkan Tim Gabungan
Penanganan Banjir Terus Diintensifkan, Gubernur Turunkan Tim Gabungan
Penanganan Banjir Terus Diintensifkan, Gubernur Turunkan Tim Gabungan
Penanganan Banjir Terus Diintensifkan, Gubernur Turunkan Tim Gabungan

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SURABAYA - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan bahwa penanganan banjir di wilayahnya secara intensif terus dilakukan. Seluruh dinas dan stakeholder terkait turun langsung untuk menangani banjir di Kota Semarang dan Kabupaten Demak, bahkan sejak hari pertama.

"Terkait banjir di Semarang dan Demak, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) sudah kita turunkan,” ucapnya usai menghadiri acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Provinsi Jawa Tengah dengan Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya pada Jumat, 24 Oktober 2025 malam.

Berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Pemprov Jateng, di antaranya mendirikan dapur umum, menambah pompa penyedot air, menurunkan petugas untuk mengatur lalu lintas, dan sebagainya. 

Ia juga sudah menginstruksikan kepada seluruh dinas dan stakeholder terkait untuk terus memantau dan mengambil langkah cepat, termasuk membuat sodetan-sodetan atau saluran untuk mengalihkan sebagian air dari lokasi banjir untuk mengurangi debit air atau genangan. Hal ini harus disiapkan dengan matang mengingat kondisi cuaca masih tidak menentu. 

"Kita akan lakukan pantauan terus dangan seluruh OPD serta jajaran di Kota Semarang dan Kabupaten Demak, secara tidak langsung provinsi dan kabupaten/kota akan kerja sama," ucap Gubernur.

Sebagai informasi, curah hujan yang cukup tinggi di beberapa daerah di Jawa Tengah mengakibatkan genangan dan banjir di sejumlah titik, antara lain di Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Grobogan. Bahkan, banjir di Kota Semarang dan Kabupaten Demak membuat lalu lintas di jalur pantura terhambat.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan bahwa tim gabungan dari BPBD Jateng, BPBD Kota Semarang dan Kabupaten Demak, serta relawan, TNI, Polri, dan masyarakat, sudah mengambil langkah cepat sejak terjadinya banjir. 

"Dapur umum sudah disiapkan, bantuan logistik sudah kami distribusikan," ucapnya saat ditemui di Kota Semarang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Sumber daya Air, dan Penataan Ruang (Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan, total ada 8 pompa yang sudah dikerahkan hingga Jumat, 24 Oktober 2025. Pompa-pompa tersebut diperkirakan mampu menyedot air hingga 1.900 liter per second dan aktif selama 24 jam.

Adapun 8 pompa tersebut terpasang di sejumlah titik, yakni 1 pompa di sekitar Kali Tenggang, 2 pompa di Terboyo, dan 3 pompa di Kali Sringin. Sementara itu, 2 pompa tambahan dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) di Tegal dan Kudus akan dipasang di titik efektif untuk membuang genangan air. Pemanfaatan pompa tambahan ini dilakukan bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). 

Selain pemasangan pompa, pihaknya juga turun ke lokasi banjir guna mengecek penyebab utama adanya banyak genangan. 

“Kami cek, tidak ada kaitan dengan pembangunan tol. Ini karena curah hujan yang begitu tinggi dalam beberapa hari terakhir," ucapnya.


Bagikan :

SURABAYA - Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan bahwa penanganan banjir di wilayahnya secara intensif terus dilakukan. Seluruh dinas dan stakeholder terkait turun langsung untuk menangani banjir di Kota Semarang dan Kabupaten Demak, bahkan sejak hari pertama.

"Terkait banjir di Semarang dan Demak, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) sudah kita turunkan,” ucapnya usai menghadiri acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Provinsi Jawa Tengah dengan Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya pada Jumat, 24 Oktober 2025 malam.

Berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Pemprov Jateng, di antaranya mendirikan dapur umum, menambah pompa penyedot air, menurunkan petugas untuk mengatur lalu lintas, dan sebagainya. 

Ia juga sudah menginstruksikan kepada seluruh dinas dan stakeholder terkait untuk terus memantau dan mengambil langkah cepat, termasuk membuat sodetan-sodetan atau saluran untuk mengalihkan sebagian air dari lokasi banjir untuk mengurangi debit air atau genangan. Hal ini harus disiapkan dengan matang mengingat kondisi cuaca masih tidak menentu. 

"Kita akan lakukan pantauan terus dangan seluruh OPD serta jajaran di Kota Semarang dan Kabupaten Demak, secara tidak langsung provinsi dan kabupaten/kota akan kerja sama," ucap Gubernur.

Sebagai informasi, curah hujan yang cukup tinggi di beberapa daerah di Jawa Tengah mengakibatkan genangan dan banjir di sejumlah titik, antara lain di Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Grobogan. Bahkan, banjir di Kota Semarang dan Kabupaten Demak membuat lalu lintas di jalur pantura terhambat.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan bahwa tim gabungan dari BPBD Jateng, BPBD Kota Semarang dan Kabupaten Demak, serta relawan, TNI, Polri, dan masyarakat, sudah mengambil langkah cepat sejak terjadinya banjir. 

"Dapur umum sudah disiapkan, bantuan logistik sudah kami distribusikan," ucapnya saat ditemui di Kota Semarang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Sumber daya Air, dan Penataan Ruang (Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan, total ada 8 pompa yang sudah dikerahkan hingga Jumat, 24 Oktober 2025. Pompa-pompa tersebut diperkirakan mampu menyedot air hingga 1.900 liter per second dan aktif selama 24 jam.

Adapun 8 pompa tersebut terpasang di sejumlah titik, yakni 1 pompa di sekitar Kali Tenggang, 2 pompa di Terboyo, dan 3 pompa di Kali Sringin. Sementara itu, 2 pompa tambahan dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) di Tegal dan Kudus akan dipasang di titik efektif untuk membuang genangan air. Pemanfaatan pompa tambahan ini dilakukan bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). 

Selain pemasangan pompa, pihaknya juga turun ke lokasi banjir guna mengecek penyebab utama adanya banyak genangan. 

“Kami cek, tidak ada kaitan dengan pembangunan tol. Ini karena curah hujan yang begitu tinggi dalam beberapa hari terakhir," ucapnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu