Follow Us :              

Slogan Ngopeni Nglakoni dari Gubernur Jateng Tuai Apresiasi dari LAN RI

  31 October 2025  |   00:00:00  |   dibaca : 888 
Kategori :
Bagikan :


Slogan Ngopeni Nglakoni dari Gubernur Jateng Tuai Apresiasi dari LAN RI

31 October 2025 | 00:00:00 | dibaca : 888
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Tri Widodo Wahyu Utomo, mengapresiasi slogan “Ngopeni Nglakoni” yang diusung oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. 

Hal itu disampaikannya dalam penutupan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2025 di Gedung Sasana Widya Praja, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah pada Jumat, 31 Oktober 2025. 

Ia menyampaikan, slogan "Ngopeni Nglakoni" ini menggambarkan tugas pemimpin untuk ngopeni, yang artinya merawat, menjaga, atau memelihara. 

"Hal yang dipelihara bukan hanya fisik, seperti pemeliharaan infrastruktur, gedung, atau jalan semata, tetapi semua harus diperlihara, termasuk masyarakat dan semua aset yang ada di dalamnya," katanya.

Menurutnya, nilai kearifan lokal yang mewarnai kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng tidak terlepas dari slogan "Memayu Hayuning Bawana", atau menjaga keseimbangan dan keharmonisan antara alam dan manusia. Hal ini diwujudkan dengan menjaga kelestarian dan keseimbangan antara pemimpin, masyarakat, dan lingkungan untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan. 

Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah, mengatakan, pelatihan kepemimpinan ini dilaksanakan sejak 1 Juli sampai dengan 31 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti 52 peserta dari pejabat struktural Eselon II. Rinciannya, sebanyak 25 orang dari kabupaten/kota di Jateng, 23 orang dari kabupaten/kota di luar Jateng, 2 orang dari Provinsi Jateng, dan 2 orang dari luar Provinsi Jateng. 

Dalam pelatihan ini, sebanyak 52 peserta dinyatakan lulus 100%. Tercatat, 10 orang memperoleh predikat sangat memuaskan dan 42 peserta lainnya mendapatkan predikat memuaskan. 

Tak hanya itu, ada 5 peserta terbaik dalam pelatihan ini, yakni Peringkat I diraih oleh Arif Triyanto (Pemerintah Kabupaten Banyumas), Peringkat II Yunita Dyah Suminar (Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah), Peringkat III Agus Anggraito (Pemkab Banyumas), Peringkat IV Ellya Hidayah (Pemkab Tegal), dan Peringkat V Budi Prakosa (Pemerintah Kota Semarang). 

Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan, pengalaman dan pembelajaran terkait kepemimpinan yang didapatkan para peserta, tentunya bisa diterapkan di satuan tugasnya masing-masing.

Harapannya, pelatihan ini mampu meningkatkan integritas para peserta sebagai pemimpin di instansinya. 

"Sebagai teladan, pemimpin harus memiliki integritas. Jika ini sudah terwujud, bawahan pun akan sungkan atau takut (apabila) tidak melakukan hal yang sama (mengedepankan integritas)," katanya.


Bagikan :

SEMARANG - Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Tri Widodo Wahyu Utomo, mengapresiasi slogan “Ngopeni Nglakoni” yang diusung oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. 

Hal itu disampaikannya dalam penutupan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2025 di Gedung Sasana Widya Praja, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah pada Jumat, 31 Oktober 2025. 

Ia menyampaikan, slogan "Ngopeni Nglakoni" ini menggambarkan tugas pemimpin untuk ngopeni, yang artinya merawat, menjaga, atau memelihara. 

"Hal yang dipelihara bukan hanya fisik, seperti pemeliharaan infrastruktur, gedung, atau jalan semata, tetapi semua harus diperlihara, termasuk masyarakat dan semua aset yang ada di dalamnya," katanya.

Menurutnya, nilai kearifan lokal yang mewarnai kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng tidak terlepas dari slogan "Memayu Hayuning Bawana", atau menjaga keseimbangan dan keharmonisan antara alam dan manusia. Hal ini diwujudkan dengan menjaga kelestarian dan keseimbangan antara pemimpin, masyarakat, dan lingkungan untuk mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan. 

Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah, mengatakan, pelatihan kepemimpinan ini dilaksanakan sejak 1 Juli sampai dengan 31 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti 52 peserta dari pejabat struktural Eselon II. Rinciannya, sebanyak 25 orang dari kabupaten/kota di Jateng, 23 orang dari kabupaten/kota di luar Jateng, 2 orang dari Provinsi Jateng, dan 2 orang dari luar Provinsi Jateng. 

Dalam pelatihan ini, sebanyak 52 peserta dinyatakan lulus 100%. Tercatat, 10 orang memperoleh predikat sangat memuaskan dan 42 peserta lainnya mendapatkan predikat memuaskan. 

Tak hanya itu, ada 5 peserta terbaik dalam pelatihan ini, yakni Peringkat I diraih oleh Arif Triyanto (Pemerintah Kabupaten Banyumas), Peringkat II Yunita Dyah Suminar (Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah), Peringkat III Agus Anggraito (Pemkab Banyumas), Peringkat IV Ellya Hidayah (Pemkab Tegal), dan Peringkat V Budi Prakosa (Pemerintah Kota Semarang). 

Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan, pengalaman dan pembelajaran terkait kepemimpinan yang didapatkan para peserta, tentunya bisa diterapkan di satuan tugasnya masing-masing.

Harapannya, pelatihan ini mampu meningkatkan integritas para peserta sebagai pemimpin di instansinya. 

"Sebagai teladan, pemimpin harus memiliki integritas. Jika ini sudah terwujud, bawahan pun akan sungkan atau takut (apabila) tidak melakukan hal yang sama (mengedepankan integritas)," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu