Follow Us :              

Sasar Kampung Nelayan, Sekda Dukung Penuh Gerakan Literasi dan Inklusi Keuangan bagi Masyarakat

  02 November 2025  |   08:00:00  |   dibaca : 254 
Kategori :
Bagikan :


Sasar Kampung Nelayan, Sekda Dukung Penuh Gerakan Literasi dan Inklusi Keuangan bagi Masyarakat

02 November 2025 | 08:00:00 | dibaca : 254
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, menyambut baik rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan memberikan edukasi terkait literasi dan inklusi keuangan di kampung nelayan pada 2026.

Dukungan tersebut disampaikannya dalam acara Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Jateng 2025 di Halaman Kantor Gubernur Jateng pada Minggu, 2 November 2025.

Menurutnya, nelayan merupakan salah satu kelompok masyarakat yang perlu diperkenalkan dengan literasi dan inklusi keuangan. Apalagi, semakin maraknya rentenir dan pinjaman online ilegal, yang memudahkan nasabah mendapatkan pinjaman dana. Padahal, di balik kemudahan itu ada jeratan bunga yang memberatkan. 

"Pemprov Jawa Tengah berterima kasih atas dorongan OJK yang akan (memperkenalkan inklusi dan literasi keuangan kepada) nelayan," tuturnya.

Sekda menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jateng tidak bisa berjalan sendiri dalam memberikan edukasi terkait literasi dan inklusi keuangan kepada masyarakat. Maka dari itu, dibutuhkan adanya kolaborasi dan kerja sama dengan semua pihak, termasuk industri jasa keuangan dan OJK, agar masyarakat semakin memahami pentingnya literasi dan inklusi keuangan di Jateng.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, mengatakan, alasan OJK melakukan edukasi terkait literasi dan inklusi keuangan di kampung nelayan, salah satunya untuk membantu mereka memperoleh pendapatan, terutama saat cuaca dan iklim tidak menentu. 

"Inklusi keuangan untuk nelayan didorong agar tetap dapat memberikan nafkah pada keluarga, saat tidak bisa melaut," ujarnya.

Ia mengatakan, OJK memiliki target untuk meningkatkan inklusi keuangan hingga 98% sampai tahun 2045. 

"Saat ini tingkat literasi mencapai 66,46% dan inklusi 80%. Masih terdapat selisih yang signifikan. Melalui sinergi dan kolaborasi, juga melibatkan BPS, harapannya rentang tersebut akan semakin berkurang," tuturnya.  

Sementara itu, Kepala Kantor OJK Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, berterima kasih kepada Pemprov Jateng yang telah memberikan dukungan selama pelaksanaan BIK 2025 di Jawa Tengah.

Dalam acara tersebut, sudah ada 828 kegiatan yang diselenggarakan dengan melibatkan sekitar 164.000 peserta.


Bagikan :

SEMARANG - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, menyambut baik rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan memberikan edukasi terkait literasi dan inklusi keuangan di kampung nelayan pada 2026.

Dukungan tersebut disampaikannya dalam acara Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Jateng 2025 di Halaman Kantor Gubernur Jateng pada Minggu, 2 November 2025.

Menurutnya, nelayan merupakan salah satu kelompok masyarakat yang perlu diperkenalkan dengan literasi dan inklusi keuangan. Apalagi, semakin maraknya rentenir dan pinjaman online ilegal, yang memudahkan nasabah mendapatkan pinjaman dana. Padahal, di balik kemudahan itu ada jeratan bunga yang memberatkan. 

"Pemprov Jawa Tengah berterima kasih atas dorongan OJK yang akan (memperkenalkan inklusi dan literasi keuangan kepada) nelayan," tuturnya.

Sekda menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jateng tidak bisa berjalan sendiri dalam memberikan edukasi terkait literasi dan inklusi keuangan kepada masyarakat. Maka dari itu, dibutuhkan adanya kolaborasi dan kerja sama dengan semua pihak, termasuk industri jasa keuangan dan OJK, agar masyarakat semakin memahami pentingnya literasi dan inklusi keuangan di Jateng.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, mengatakan, alasan OJK melakukan edukasi terkait literasi dan inklusi keuangan di kampung nelayan, salah satunya untuk membantu mereka memperoleh pendapatan, terutama saat cuaca dan iklim tidak menentu. 

"Inklusi keuangan untuk nelayan didorong agar tetap dapat memberikan nafkah pada keluarga, saat tidak bisa melaut," ujarnya.

Ia mengatakan, OJK memiliki target untuk meningkatkan inklusi keuangan hingga 98% sampai tahun 2045. 

"Saat ini tingkat literasi mencapai 66,46% dan inklusi 80%. Masih terdapat selisih yang signifikan. Melalui sinergi dan kolaborasi, juga melibatkan BPS, harapannya rentang tersebut akan semakin berkurang," tuturnya.  

Sementara itu, Kepala Kantor OJK Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, berterima kasih kepada Pemprov Jateng yang telah memberikan dukungan selama pelaksanaan BIK 2025 di Jawa Tengah.

Dalam acara tersebut, sudah ada 828 kegiatan yang diselenggarakan dengan melibatkan sekitar 164.000 peserta.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu