Follow Us :              

Borobudur Marathon 2025 Sukses Digelar, Olahraga, Wisata, dan Ekonomi Tumbuh Bersama

  16 November 2025  |   04:30:00  |   dibaca : 482 
Kategori :
Bagikan :


Borobudur Marathon 2025 Sukses Digelar, Olahraga, Wisata, dan Ekonomi Tumbuh Bersama

16 November 2025 | 04:30:00 | dibaca : 482
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

MAGELANG Event bergengsi Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 sukses digelar di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang pada Minggu, 16 November 2025 pagi. 

Sebanyak 11.500 pelari dari 38 negara memeriahkan gelaran Bormar 2025. Bahkan, ajang ini sudah menyandang status elite label dari World Olympic.

Tak ayal, perhelatan ini tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Jateng, tetapi juga mendongkrak perekonomian daerah, khususnya dari sektor konsumsi, seperti penginapan hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), transportasi, dan lainnya. 

Pengelola Homestay Sandyakala di Dusun Brongkol, Desa Tanjungsari, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Unfa Agustia, menceritakan bahwa ia mendapatkan dampak positif dari gelaran Bormar 2025. Menurutnya, masyarakat setempat terbuka dan menyambut baik adanya event tersebut. 

"Saya pelaku usaha penginapan merasa diuntungkan, karena dengan adanya event seperti ini, makin cuan (makin banyak uang yang masuk)," katanya.

Ia bercerita, Borobudur Marathon menjadi salah satu faktor pemicu usahanya bisa berkembang seperti sekarang. Pada pertengahan tahun 2023, usaha penginapan dengan tiga kamar deluxe mulai dibangun.

Saat itu, pembangunan penginapan baru setengah jadi. Akan tetapi, menjelang Borobudur Marathon 2023 ada antrean pesanan orang yang ingin menginap. Bahkan, mereka memesan penginapan enam bulan sebelum penyelenggaraan. 

"Itu yang memacu kami supaya homestay cepat jadi pembangunannya. Kalau enggak, mungkin saja belum jadi pada saat itu," katanya.

Unfa mengatakan, Homestay Sandyakala telah membersamai penyelenggaraan Borobudur Marathon sebanyak tiga kali dari tahun 2023 hingga 2025. 

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jateng, Irianto Harko Saputro, mengatakan, penyelenggaraan Bormar juga melibatkan partisipasi puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di dalam area event. 

Mereka terangkum dalam program Bank Jateng Pawone dan Berdikari, yang terdiri dari pelaku usaha kuliner, serta kerajinan, dan fesyen.

"Ada 46 UMKM Berdikari dan 20 UMKM Pawone menjadi satu. Kita ingin dampak bisa dirasakan selain untuk pelari, juga seluruh masyarakat Jawa Tengah khususnya di Magelang," katanya.

Harapannya, agenda ini mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar kepada masyarakat. 

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan, jumlah peserta Borobudur Marathon 2025 bertambah 1.000 orang dibandingkan pada 2024 (10.500 pelari). Dengan jumlah peserta yang naik, diprediksi perputaran ekonomi bakal meningkat di atas Rp73,9 miliar atau yang pernah dicapai pada tahun 2024. 

"Kita ingin mendorong lebih banyak perputaran ekonomi yang ada di kawasan ini," kata Sumarno. 

Prediksi itu berdasarkan data perputaran ekonomi yang naik pada penyelenggaraan Bormar tiap tahunnya. Tercatat, perputaran ekonomi gelaran Bormar 2017 mencapai Rp1,5 miliar. Pada 2018, meningkat menjadi Rp26,5 miliar. Kemudian tahun 2019, bertambah menjadi Rp30,5 miliar. Pada tahun 2023 menjadi Rp61,6 miliar. Data terakhir pada 2024 sebesar Rp73,9 miliar.

"Tentu saja kami berharap pada tahun 2025 ini (perputaran ekonomi) jauh lebih meningkat lagi, karena dari sisi partisipasi juga meningkat," ucap Sekda.


Bagikan :

MAGELANG Event bergengsi Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 sukses digelar di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang pada Minggu, 16 November 2025 pagi. 

Sebanyak 11.500 pelari dari 38 negara memeriahkan gelaran Bormar 2025. Bahkan, ajang ini sudah menyandang status elite label dari World Olympic.

Tak ayal, perhelatan ini tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Jateng, tetapi juga mendongkrak perekonomian daerah, khususnya dari sektor konsumsi, seperti penginapan hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), transportasi, dan lainnya. 

Pengelola Homestay Sandyakala di Dusun Brongkol, Desa Tanjungsari, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Unfa Agustia, menceritakan bahwa ia mendapatkan dampak positif dari gelaran Bormar 2025. Menurutnya, masyarakat setempat terbuka dan menyambut baik adanya event tersebut. 

"Saya pelaku usaha penginapan merasa diuntungkan, karena dengan adanya event seperti ini, makin cuan (makin banyak uang yang masuk)," katanya.

Ia bercerita, Borobudur Marathon menjadi salah satu faktor pemicu usahanya bisa berkembang seperti sekarang. Pada pertengahan tahun 2023, usaha penginapan dengan tiga kamar deluxe mulai dibangun.

Saat itu, pembangunan penginapan baru setengah jadi. Akan tetapi, menjelang Borobudur Marathon 2023 ada antrean pesanan orang yang ingin menginap. Bahkan, mereka memesan penginapan enam bulan sebelum penyelenggaraan. 

"Itu yang memacu kami supaya homestay cepat jadi pembangunannya. Kalau enggak, mungkin saja belum jadi pada saat itu," katanya.

Unfa mengatakan, Homestay Sandyakala telah membersamai penyelenggaraan Borobudur Marathon sebanyak tiga kali dari tahun 2023 hingga 2025. 

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jateng, Irianto Harko Saputro, mengatakan, penyelenggaraan Bormar juga melibatkan partisipasi puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di dalam area event. 

Mereka terangkum dalam program Bank Jateng Pawone dan Berdikari, yang terdiri dari pelaku usaha kuliner, serta kerajinan, dan fesyen.

"Ada 46 UMKM Berdikari dan 20 UMKM Pawone menjadi satu. Kita ingin dampak bisa dirasakan selain untuk pelari, juga seluruh masyarakat Jawa Tengah khususnya di Magelang," katanya.

Harapannya, agenda ini mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar kepada masyarakat. 

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan, jumlah peserta Borobudur Marathon 2025 bertambah 1.000 orang dibandingkan pada 2024 (10.500 pelari). Dengan jumlah peserta yang naik, diprediksi perputaran ekonomi bakal meningkat di atas Rp73,9 miliar atau yang pernah dicapai pada tahun 2024. 

"Kita ingin mendorong lebih banyak perputaran ekonomi yang ada di kawasan ini," kata Sumarno. 

Prediksi itu berdasarkan data perputaran ekonomi yang naik pada penyelenggaraan Bormar tiap tahunnya. Tercatat, perputaran ekonomi gelaran Bormar 2017 mencapai Rp1,5 miliar. Pada 2018, meningkat menjadi Rp26,5 miliar. Kemudian tahun 2019, bertambah menjadi Rp30,5 miliar. Pada tahun 2023 menjadi Rp61,6 miliar. Data terakhir pada 2024 sebesar Rp73,9 miliar.

"Tentu saja kami berharap pada tahun 2025 ini (perputaran ekonomi) jauh lebih meningkat lagi, karena dari sisi partisipasi juga meningkat," ucap Sekda.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu