Follow Us :              

Duka Mendalam bagi Jawa Tengah, Pencarian Korban Tanah Longsor Cibeunying Terus Dilakukan 

  16 November 2025  |   11:00:00  |   dibaca : 443 
Kategori :
Bagikan :


Duka Mendalam bagi Jawa Tengah, Pencarian Korban Tanah Longsor Cibeunying Terus Dilakukan 

16 November 2025 | 11:00:00 | dibaca : 443
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

CILACAP – Tak jauh dari timbunan tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, salah seorang warga bernama Sariman (48) duduk di bawah pohon, sembari melihat hiruk pikuk para petugas yang sedang melakukan proses pencarian korban yang belum ditemukan.

Tatapan matanya jauh. Hatinya selalu bergetar saat ada kabar ditemukannya korban. Sariman berharap-harap cemas, ia ingin istri (Nina) dan dua anaknya (Fani dan Fatin) bisa segera ditemukan. 

Sayangnya hingga Minggu, 16 November 2025 siang, kabar yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang. Harapan demi harapan masih menggantung entah sampai kapan.  

“Kalau dengar kabar ada yang ditemukan, hati saya langsung bergetar. Rasanya kemroso (terasa) banget. Saya berdoa semoga yang ditemukan itu istri dan dua anak saya,” ucapnya terbata-bata. 

Setiap hari, Sariman selalu merapalkan doa agar keluarga tercintanya segera ditemukan, sembari menunggu proses evakuasi yang sedang berlangsung. 

“Saya selalu berdoa setiap waktu. Dari pagi sampai pencarian selesai, saya selalu menunggu di sini,” ungkap pria yang kini menumpang tinggal di rumah saudara dekatnya tersebut. 

Ia menceritakan, saat terjadi tanah longsor, dirinya sedang bekerja di Palembang. Sudah dua tahun ini, Sariman mengadu nasib di sana menjadi buruh bangunan. 

“Saya ditelepon keponakan, disuruh segera pulang ke desa. Dikabari kalau di desa sedang kena musibah longsor,” ungkapnya. 

Saat mendengar itu, ia bergegas pulang. Sesampainya di desa pada Jumat (14/11/2025) sekitar pukul 02.30 WIB. Sariman kaget melihat desanya sudah rata dengan timbunan tanah. Oleh Ketua RT setempat, ia diberitahu kalau istri dan dua anaknya termasuk korban yang dinyatakan hilang.

Kesedihannya tak bisa dibendung, badannya lemas, dan bingung harus bagaimana. Terbayang wajah istri dan anaknya, ia pun menangis. Rumahnya rata tak tersisa, bahkan orang-orang yang ia sayangi belum jelas keberadaannya. 

Saat Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mendatanginya, ia memeluknya erat-erat. Bulir-bulir air mata menetes. Sariman mencurahkan segenap perasaannya. Semua yang melihat terdiam dan larut dalam suasana haru. 

“Yang sabar ya. Bapak harus kuat. Kita akan bantu mencari sampai ketemu. Semoga istri dan anak Bapak segera ditemukan,” ucap Gubernur lirih. 

Tak hanya Sariman, beberapa warga yang keluarganya menjadi korban longsor juga menangis di hadapan Gubernur. Mereka larut dalam suasana duka saat bersalaman dan dipeluk oleh Gubernur. 

“Kami ikut prihatin dan berduka atas musibah ini. Kami mengucapkan bela sungkawa kepada Bapak dan Ibu sekalian. Semoga para korban yang dinyatakan hilang segera ditemukan,” ucap Gubernur. 

Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyerahkan bantuan kepada para warga terdampak. Ia menyampaikan, para warga akan direlokasi ke tempat yang lebih aman dan akan dibangunkan hunian sementara dan hunian tetap di Majenang. Saat ini, lahannya juga sudah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Cilacap. 

Setelah menyerahkan bantuan, Gubernur lantas mengecek lokasi longsor. Ia meminta para petugas gabungan tetap semangat dan terus melakukan pencarian hingga semua korban ditemukan.


Bagikan :

CILACAP – Tak jauh dari timbunan tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, salah seorang warga bernama Sariman (48) duduk di bawah pohon, sembari melihat hiruk pikuk para petugas yang sedang melakukan proses pencarian korban yang belum ditemukan.

Tatapan matanya jauh. Hatinya selalu bergetar saat ada kabar ditemukannya korban. Sariman berharap-harap cemas, ia ingin istri (Nina) dan dua anaknya (Fani dan Fatin) bisa segera ditemukan. 

Sayangnya hingga Minggu, 16 November 2025 siang, kabar yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang. Harapan demi harapan masih menggantung entah sampai kapan.  

“Kalau dengar kabar ada yang ditemukan, hati saya langsung bergetar. Rasanya kemroso (terasa) banget. Saya berdoa semoga yang ditemukan itu istri dan dua anak saya,” ucapnya terbata-bata. 

Setiap hari, Sariman selalu merapalkan doa agar keluarga tercintanya segera ditemukan, sembari menunggu proses evakuasi yang sedang berlangsung. 

“Saya selalu berdoa setiap waktu. Dari pagi sampai pencarian selesai, saya selalu menunggu di sini,” ungkap pria yang kini menumpang tinggal di rumah saudara dekatnya tersebut. 

Ia menceritakan, saat terjadi tanah longsor, dirinya sedang bekerja di Palembang. Sudah dua tahun ini, Sariman mengadu nasib di sana menjadi buruh bangunan. 

“Saya ditelepon keponakan, disuruh segera pulang ke desa. Dikabari kalau di desa sedang kena musibah longsor,” ungkapnya. 

Saat mendengar itu, ia bergegas pulang. Sesampainya di desa pada Jumat (14/11/2025) sekitar pukul 02.30 WIB. Sariman kaget melihat desanya sudah rata dengan timbunan tanah. Oleh Ketua RT setempat, ia diberitahu kalau istri dan dua anaknya termasuk korban yang dinyatakan hilang.

Kesedihannya tak bisa dibendung, badannya lemas, dan bingung harus bagaimana. Terbayang wajah istri dan anaknya, ia pun menangis. Rumahnya rata tak tersisa, bahkan orang-orang yang ia sayangi belum jelas keberadaannya. 

Saat Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mendatanginya, ia memeluknya erat-erat. Bulir-bulir air mata menetes. Sariman mencurahkan segenap perasaannya. Semua yang melihat terdiam dan larut dalam suasana haru. 

“Yang sabar ya. Bapak harus kuat. Kita akan bantu mencari sampai ketemu. Semoga istri dan anak Bapak segera ditemukan,” ucap Gubernur lirih. 

Tak hanya Sariman, beberapa warga yang keluarganya menjadi korban longsor juga menangis di hadapan Gubernur. Mereka larut dalam suasana duka saat bersalaman dan dipeluk oleh Gubernur. 

“Kami ikut prihatin dan berduka atas musibah ini. Kami mengucapkan bela sungkawa kepada Bapak dan Ibu sekalian. Semoga para korban yang dinyatakan hilang segera ditemukan,” ucap Gubernur. 

Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyerahkan bantuan kepada para warga terdampak. Ia menyampaikan, para warga akan direlokasi ke tempat yang lebih aman dan akan dibangunkan hunian sementara dan hunian tetap di Majenang. Saat ini, lahannya juga sudah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Cilacap. 

Setelah menyerahkan bantuan, Gubernur lantas mengecek lokasi longsor. Ia meminta para petugas gabungan tetap semangat dan terus melakukan pencarian hingga semua korban ditemukan.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu