Foto : Sigit (Humas Jateng)
Foto : Sigit (Humas Jateng)
SEMARANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengingatkan agar para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kerjanya mampu menempatkan diri sebagai pelayan publik.
Hal itu disampaikannya dalam acara Seminar Ilmiah Peringatan HUT ke-54 Korpri Tahun 2025, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Senin, 17 November 2025.
“Saya sering menyampaikan, revolusi mental ASN yang pertama itu mengingat kembali di mana posisinya, bahwa posisi ASN itu pelayan, bukan tuan,” katanya.
Sekda menyampaikan, abdi negara, seperti ASN, mengemban tugas untuk menyejahterakan masyarakat. Oleh karena itu, ASN sebagai seorang pelayan harus melakukan tugasnya untuk melayani masyarakat.
Apalagi, ASN mendapatkan kompensasi berupa gaji, tunjangan, dan fasilitas lainnya. Maka dari itu, kewajiban yang dikerjakan harus sesuai dengan kompensasi yang didapatkan.
Pada era ini, ASN juga diminta agar tidak antikritik, antimasukan, dan antikoreksi. Justru sebaliknya, kritik layak dipandang sebagai masukan positif, untuk memperbaiki hal-hal yang dirasa masih kurang.
“Supaya kita bisa menjalankan amanah dan tanggung jawab yang memang harus kita lakukan,” ucap Sekda.
Secara terpisah, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan, Korpri menghadapi tantangan besar pada era digital. Kinerja Korpri bisa langsung diawasi oleh masyarakat melalui media massa.
"Tantangan besar bagi Korpri sudah dimulai sejak era digitalisasi, apalagi kaum muda sekarang lebih aware (sadar) terhadap kinerja pemerintah,” ucapnya usai berziarah di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Kota Semarang.
Ia menyampaikan, agenda ziarah yang dilaksanakan menjelang HUT Korpri tanggal 29 November mendatang. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk mengenang jasa dan semangat para pahlawan, agar para ASN bisa melanjutkan perjuangan mereka pada saat ini.
"Melalui momen ini, anggota Korpri dapat mengenang perjuangan pendiri bangsa dalam berkoordinasi, mengakomodasi, serta menjalin sinergi dengan pimpinan baik di pusat maupun daerah," ujarnya.
SEMARANG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengingatkan agar para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kerjanya mampu menempatkan diri sebagai pelayan publik.
Hal itu disampaikannya dalam acara Seminar Ilmiah Peringatan HUT ke-54 Korpri Tahun 2025, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Senin, 17 November 2025.
“Saya sering menyampaikan, revolusi mental ASN yang pertama itu mengingat kembali di mana posisinya, bahwa posisi ASN itu pelayan, bukan tuan,” katanya.
Sekda menyampaikan, abdi negara, seperti ASN, mengemban tugas untuk menyejahterakan masyarakat. Oleh karena itu, ASN sebagai seorang pelayan harus melakukan tugasnya untuk melayani masyarakat.
Apalagi, ASN mendapatkan kompensasi berupa gaji, tunjangan, dan fasilitas lainnya. Maka dari itu, kewajiban yang dikerjakan harus sesuai dengan kompensasi yang didapatkan.
Pada era ini, ASN juga diminta agar tidak antikritik, antimasukan, dan antikoreksi. Justru sebaliknya, kritik layak dipandang sebagai masukan positif, untuk memperbaiki hal-hal yang dirasa masih kurang.
“Supaya kita bisa menjalankan amanah dan tanggung jawab yang memang harus kita lakukan,” ucap Sekda.
Secara terpisah, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan, Korpri menghadapi tantangan besar pada era digital. Kinerja Korpri bisa langsung diawasi oleh masyarakat melalui media massa.
"Tantangan besar bagi Korpri sudah dimulai sejak era digitalisasi, apalagi kaum muda sekarang lebih aware (sadar) terhadap kinerja pemerintah,” ucapnya usai berziarah di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Kota Semarang.
Ia menyampaikan, agenda ziarah yang dilaksanakan menjelang HUT Korpri tanggal 29 November mendatang. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk mengenang jasa dan semangat para pahlawan, agar para ASN bisa melanjutkan perjuangan mereka pada saat ini.
"Melalui momen ini, anggota Korpri dapat mengenang perjuangan pendiri bangsa dalam berkoordinasi, mengakomodasi, serta menjalin sinergi dengan pimpinan baik di pusat maupun daerah," ujarnya.
Berita Terbaru