Follow Us :              

Lindungi dan Penuhi Hak Anak, Wagub Dorong Industri Ramah Anak di Jawa Tengah

  22 November 2025  |   14:00:00  |   dibaca : 249 
Kategori :
Bagikan :


Lindungi dan Penuhi Hak Anak, Wagub Dorong Industri Ramah Anak di Jawa Tengah

22 November 2025 | 14:00:00 | dibaca : 249
Kategori :
Bagikan :

Foto : Medianto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Medianto (Humas Jateng)

BATANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong diwujudkannya industri ramah anak di wilayahnya. Hal ini disampaikan saat menghadiri acara Festival Anak Kecamatan Berdaya, dalam rangkaian Puncak Peringatan World Children’s Day (WCD) 2025 Tingkat Provinsi Jawa Tengah, di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang pada Sabtu, 22 November 2025.

Dorongan itu sejalan dengan rekomendasi dari Kids Take Over (KTO) Jawa Tengah untuk memperkuat sistem perlindungan dan keamanan di kawasan industri, mendorong budaya kerja yang adil dan mendukung keluarga, serta menyediakan akses pembelajaran serta pengembangan keterampilan.

Wagub menyampaikan, pihaknya mendukung rekomendasi KTO tersebut demi menciptakan industri ramah anak. Salah satu caranya melalui program corporate social responsibility (CSR) terkait dengan kegiatan edukasi, penerapan prinsip perlindungan dan pemenuhan hak anak, serta pelatihan berkelanjutan kepada anak-anak di sekitar perusahaan.

"Kesempatan ini mempertegas komitmen industri dalam mewujudkan pemenuhan dan perlindungan anak, melalui industri ramah anak,” ucapnya.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Jateng juga berkomitmen untuk mendukung sinergi pendidikan dan industri, salah satunya dengan memperkuat pendidikan SMK berbasis industri, agar lulusannya lebih selaras dengan kebutuhan lapangan kerja di masa depan.

Wagub mengatakan, Pemprov juga melakukan penguatan kelembagaan forum anak hingga ke tingkat kecamatan melalui program Kecamatan Berdaya. Pengembangan program ini diperkuat dengan keberadaan Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) sebagai garda layanan pengaduan, pemulihan kasus kekerasan, edukasi pencegahan kekerasan, serta menyinergikan layanan lintas sektor yang terdapat di tingkat kecamatan.

Pelaksanaan program Kecamatan Berdaya ini menegaskan bahwa pemenuhan hak anak tidak bisa berhenti hanya pada tingkat regulasi, tetapi ada upaya dan bukti untuk mewujudkan hal tersebut. Dengan adanya program tersebut, wilayah kecamatan dipilih sebagai simpul strategis untuk menyediakan solusi paling cepat terhadap masalah yang ada di masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Wagub memberikan apresiasi kepada anak-anak yang hadir dalam acara tersebut. Ia mengaku terkejut dengan kedalaman pemikiran anak-anak muda mengenai berbagai hal.

Sebagai informasi, Festival Anak Kecamatan Berdaya diselenggarakan pada tanggal 21-23 November 2025. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Tengah; Pemerintah Kabupaten Batang; UNICEF Indonesia; dan Forum Anak Jawa Tengah dengan melibatkan komponen forum anak, mulai dari tingkat provinsi hingga kecamatan.

Festival Anak 2025 ini juga diikuti perwakilan anak dari Provinsi Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Jakarta, dan Bali. Mereka bisa saling bertukar pengalaman dan inspirasi dalam acara tersebut.

Festival Anak Kecamatan Berdaya menampilkan seni, kreativitas, permainan tradisional, hingga sesi dialog. Hal yang membuatnya berbeda dengan gelaran sebelum-sebelumnya adalah anak-anak berdiri sebagai penggerak, perancang, sekaligus pemberi rekomendasi untuk pemerintah daerah dalam acara itu.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah, Ema Rachmawati, mengatakan, dengan mengusung tema “My Day, My Rights”, acara ini menjadi penegasan komitmen Jawa Tengah untuk memenuhi hak dan melindungi anak-anak di wilayahnya.


Bagikan :

BATANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong diwujudkannya industri ramah anak di wilayahnya. Hal ini disampaikan saat menghadiri acara Festival Anak Kecamatan Berdaya, dalam rangkaian Puncak Peringatan World Children’s Day (WCD) 2025 Tingkat Provinsi Jawa Tengah, di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang pada Sabtu, 22 November 2025.

Dorongan itu sejalan dengan rekomendasi dari Kids Take Over (KTO) Jawa Tengah untuk memperkuat sistem perlindungan dan keamanan di kawasan industri, mendorong budaya kerja yang adil dan mendukung keluarga, serta menyediakan akses pembelajaran serta pengembangan keterampilan.

Wagub menyampaikan, pihaknya mendukung rekomendasi KTO tersebut demi menciptakan industri ramah anak. Salah satu caranya melalui program corporate social responsibility (CSR) terkait dengan kegiatan edukasi, penerapan prinsip perlindungan dan pemenuhan hak anak, serta pelatihan berkelanjutan kepada anak-anak di sekitar perusahaan.

"Kesempatan ini mempertegas komitmen industri dalam mewujudkan pemenuhan dan perlindungan anak, melalui industri ramah anak,” ucapnya.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Jateng juga berkomitmen untuk mendukung sinergi pendidikan dan industri, salah satunya dengan memperkuat pendidikan SMK berbasis industri, agar lulusannya lebih selaras dengan kebutuhan lapangan kerja di masa depan.

Wagub mengatakan, Pemprov juga melakukan penguatan kelembagaan forum anak hingga ke tingkat kecamatan melalui program Kecamatan Berdaya. Pengembangan program ini diperkuat dengan keberadaan Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) sebagai garda layanan pengaduan, pemulihan kasus kekerasan, edukasi pencegahan kekerasan, serta menyinergikan layanan lintas sektor yang terdapat di tingkat kecamatan.

Pelaksanaan program Kecamatan Berdaya ini menegaskan bahwa pemenuhan hak anak tidak bisa berhenti hanya pada tingkat regulasi, tetapi ada upaya dan bukti untuk mewujudkan hal tersebut. Dengan adanya program tersebut, wilayah kecamatan dipilih sebagai simpul strategis untuk menyediakan solusi paling cepat terhadap masalah yang ada di masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Wagub memberikan apresiasi kepada anak-anak yang hadir dalam acara tersebut. Ia mengaku terkejut dengan kedalaman pemikiran anak-anak muda mengenai berbagai hal.

Sebagai informasi, Festival Anak Kecamatan Berdaya diselenggarakan pada tanggal 21-23 November 2025. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Tengah; Pemerintah Kabupaten Batang; UNICEF Indonesia; dan Forum Anak Jawa Tengah dengan melibatkan komponen forum anak, mulai dari tingkat provinsi hingga kecamatan.

Festival Anak 2025 ini juga diikuti perwakilan anak dari Provinsi Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Jakarta, dan Bali. Mereka bisa saling bertukar pengalaman dan inspirasi dalam acara tersebut.

Festival Anak Kecamatan Berdaya menampilkan seni, kreativitas, permainan tradisional, hingga sesi dialog. Hal yang membuatnya berbeda dengan gelaran sebelum-sebelumnya adalah anak-anak berdiri sebagai penggerak, perancang, sekaligus pemberi rekomendasi untuk pemerintah daerah dalam acara itu.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah, Ema Rachmawati, mengatakan, dengan mengusung tema “My Day, My Rights”, acara ini menjadi penegasan komitmen Jawa Tengah untuk memenuhi hak dan melindungi anak-anak di wilayahnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu