Follow Us :              

Perusahaan Asal Tiongkok Bakal Tanamkan Invetasi Senilai Rp1 Triliun di Jawa Tengah

  24 November 2025  |   14:00:00  |   dibaca : 1047 
Kategori :
Bagikan :

Perusahaan Asal Tiongkok Bakal Tanamkan Invetasi Senilai Rp1 Triliun di Jawa Tengah

24 November 2025 | 14:00:00 | dibaca : 1047
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Perusahaan Asal Tiongkok Bakal Tanamkan Invetasi Senilai Rp1 Triliun di Jawa Tengah
Perusahaan Asal Tiongkok Bakal Tanamkan Invetasi Senilai Rp1 Triliun di Jawa Tengah
Perusahaan Asal Tiongkok Bakal Tanamkan Invetasi Senilai Rp1 Triliun di Jawa Tengah
Perusahaan Asal Tiongkok Bakal Tanamkan Invetasi Senilai Rp1 Triliun di Jawa Tengah
Perusahaan Asal Tiongkok Bakal Tanamkan Invetasi Senilai Rp1 Triliun di Jawa Tengah

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, beraudiensi dengan perwakilan direksi perusahaan asal Tiongkok, Wanxinda Group, di ruang kerjanya pada Senin, 24 November 2025. 

Rencananya, perusahaan tersebut akan menanamkan investasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah dengan nilai mencapai Rp1 triliun. Perusahaan asal Tiongkok itu akan berinvestasi di lahan seluas 98 hektare yang ada di kawasan tersebut. 

Perwakilan Wanxinda Group, Khairul Mahalli, mengatakan, perusahaannya berencana membangun pabrik di Jateng, serta berupaya bersama-sama mendorong pembangunan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok. 

"Rencananya, Wanxindo Group akan membawa sebanyak 700 proyek Investasi ke Indonesia, termasuk ke KITB, dengan lima sektor/bidang usaha, yaitu motor listrik, kosmetik, fashion, kesehatan, dan elektronik," ujarnya. 

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengapresiasi adanya rencana penanaman modal tersebut. Dengan adanya hal ini, ia berharap investasi di Jateng akan terus meningkat. Sebab, KITB termasuk kawasan industri yang paling strategis dan modern di wilayahnya. 

"Kami berharap, kehadiran Wanxinda Group akan meningkatkan perekonomian di Jawa Tengah, menyerap banyak tenaga kerja, dan juga meningkatkan ekspor Jawa Tengah," katanya. 

Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, realisasi investasi di provinsi ini pada Januari-September 2025 mencapai Rp66,13 triliun atau 84,42% dari target tahunan penanaman modal. Capaian ini diikuti dengan serapan tenaga kerja sebanyak 326.462 pekerja, atau terbanyak kedua se-Pulau Jawa.


Bagikan :

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, beraudiensi dengan perwakilan direksi perusahaan asal Tiongkok, Wanxinda Group, di ruang kerjanya pada Senin, 24 November 2025. 

Rencananya, perusahaan tersebut akan menanamkan investasi di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah dengan nilai mencapai Rp1 triliun. Perusahaan asal Tiongkok itu akan berinvestasi di lahan seluas 98 hektare yang ada di kawasan tersebut. 

Perwakilan Wanxinda Group, Khairul Mahalli, mengatakan, perusahaannya berencana membangun pabrik di Jateng, serta berupaya bersama-sama mendorong pembangunan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok. 

"Rencananya, Wanxindo Group akan membawa sebanyak 700 proyek Investasi ke Indonesia, termasuk ke KITB, dengan lima sektor/bidang usaha, yaitu motor listrik, kosmetik, fashion, kesehatan, dan elektronik," ujarnya. 

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengapresiasi adanya rencana penanaman modal tersebut. Dengan adanya hal ini, ia berharap investasi di Jateng akan terus meningkat. Sebab, KITB termasuk kawasan industri yang paling strategis dan modern di wilayahnya. 

"Kami berharap, kehadiran Wanxinda Group akan meningkatkan perekonomian di Jawa Tengah, menyerap banyak tenaga kerja, dan juga meningkatkan ekspor Jawa Tengah," katanya. 

Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, realisasi investasi di provinsi ini pada Januari-September 2025 mencapai Rp66,13 triliun atau 84,42% dari target tahunan penanaman modal. Capaian ini diikuti dengan serapan tenaga kerja sebanyak 326.462 pekerja, atau terbanyak kedua se-Pulau Jawa.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu