Follow Us :              

Gubernur Minta PDGI Jateng Terlibat Aktif dalam Program Speling 

  11 December 2025  |   11:00:00  |   dibaca : 545 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Minta PDGI Jateng Terlibat Aktif dalam Program Speling 

11 December 2025 | 11:00:00 | dibaca : 545
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meminta Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Jateng untuk terlibat aktif dalam program Dokter Spesialis Keliling (Speling). Hal ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan gigi bagi masyarakat. 

"Bagus kalau PDGI bisa ikut serta dalam program Speling. Ikut saja dulu setiap ada Speling," ucap Gubernur saat beraudiensi dengan pengurus PDGI Jateng di Kota Semarang pada Kamis, 11 Desember 2025.

Pertemuan itu membahas beberapa hal yang dapat disinergikan antara PDGI dengan Pemerintah Provisni Jateng, terutama terkait program penguatan layanan kesehatan gigi. Tentunya, Gubernur menyambut positif langkah maupun program yang akan dilakukan oleh PDGI Jateng. 

Ketua PDGI Jawa Tengah, Budi Wibowo, mengatakan, penguatan layanan kesehatan gigi sangat diperlukan, mengingat hasil cek kesehatan gratis (CKG) menunjukkan bahwa angka karies gigi di Indonesia sangat tinggi.

"Pantauan di seluruh Jawa Tengah bahkan nasional, angka karies gigi menduduki peringkat pertama. Ini sangat menyedihkan. Jadi kalau kami periksa, begitu pasien buka mulut itu langsung terlihat ada karies gigi," katanya. 

Maka dari itu, kolaborasi terkait layanan kesehatan gigi perlu dilakukan, mulai dari usaha kuratif atau mengobati yang sakit, sampai tindakan preventif atau pencegahan. Saat ini, upaya pencegahan sudah mulai dijalankan oleh pemerintah, melalui dinas kesehatan dengan program Usaha Kesehatan Gigi Anak Sekolah (UKGS).

"Kemudian di posyandu juga sudah kami terjunkan dokter gigi dari puskesmas. PDGI juga ada bakti sosial untuk bagian yang belum tersentuh," ucap Budi.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengundang Gubernur Jateng untuk menghadiri pelantikan pengurus PDGI Jawa Tengah yang akan digelar pada 13 Desember 2025 di Semarang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yunita Dyah Suminar, mengungkapkan bahwa saat ini sangat dibutuhkan upaya untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan gigi, mulai dari sumber daya manusia hingga sarana prasarananya. 

"Jawa Tengah saat ini masih ada 31 puskesmas, yang memang dokter giginya harus berbagi dengan puskesmas lain. Penyebabnya bukan nggak ada dokter gigi, tetapi memang mutasi dan pensiun," katanya.

Harapannya, keberadaan PDGI Jawa Tengah dapat memberikan masukan bagi pemerintah provinsi untuk mengambil langkah strategis. Adapun di puskesmas, minimal harus ada 9 tenaga kesehatan (nakes), yakni dokter umum, dokter gigi, farmasi, sanitarian, penyuluh kesehatan, perawat, bidan, fisioterapi, dan psikologi klinis.

"Ini yang harus kita penuhi. Pada prinsipnya Gubernur sangat mendukung, karena di Jawa Tengah layanan kesehatannya kemarin dapat penghargaan untuk kategori mutu dan akses layanan kesehatan," ucapnya.


Bagikan :

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meminta Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Jateng untuk terlibat aktif dalam program Dokter Spesialis Keliling (Speling). Hal ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan gigi bagi masyarakat. 

"Bagus kalau PDGI bisa ikut serta dalam program Speling. Ikut saja dulu setiap ada Speling," ucap Gubernur saat beraudiensi dengan pengurus PDGI Jateng di Kota Semarang pada Kamis, 11 Desember 2025.

Pertemuan itu membahas beberapa hal yang dapat disinergikan antara PDGI dengan Pemerintah Provisni Jateng, terutama terkait program penguatan layanan kesehatan gigi. Tentunya, Gubernur menyambut positif langkah maupun program yang akan dilakukan oleh PDGI Jateng. 

Ketua PDGI Jawa Tengah, Budi Wibowo, mengatakan, penguatan layanan kesehatan gigi sangat diperlukan, mengingat hasil cek kesehatan gratis (CKG) menunjukkan bahwa angka karies gigi di Indonesia sangat tinggi.

"Pantauan di seluruh Jawa Tengah bahkan nasional, angka karies gigi menduduki peringkat pertama. Ini sangat menyedihkan. Jadi kalau kami periksa, begitu pasien buka mulut itu langsung terlihat ada karies gigi," katanya. 

Maka dari itu, kolaborasi terkait layanan kesehatan gigi perlu dilakukan, mulai dari usaha kuratif atau mengobati yang sakit, sampai tindakan preventif atau pencegahan. Saat ini, upaya pencegahan sudah mulai dijalankan oleh pemerintah, melalui dinas kesehatan dengan program Usaha Kesehatan Gigi Anak Sekolah (UKGS).

"Kemudian di posyandu juga sudah kami terjunkan dokter gigi dari puskesmas. PDGI juga ada bakti sosial untuk bagian yang belum tersentuh," ucap Budi.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengundang Gubernur Jateng untuk menghadiri pelantikan pengurus PDGI Jawa Tengah yang akan digelar pada 13 Desember 2025 di Semarang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yunita Dyah Suminar, mengungkapkan bahwa saat ini sangat dibutuhkan upaya untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan gigi, mulai dari sumber daya manusia hingga sarana prasarananya. 

"Jawa Tengah saat ini masih ada 31 puskesmas, yang memang dokter giginya harus berbagi dengan puskesmas lain. Penyebabnya bukan nggak ada dokter gigi, tetapi memang mutasi dan pensiun," katanya.

Harapannya, keberadaan PDGI Jawa Tengah dapat memberikan masukan bagi pemerintah provinsi untuk mengambil langkah strategis. Adapun di puskesmas, minimal harus ada 9 tenaga kesehatan (nakes), yakni dokter umum, dokter gigi, farmasi, sanitarian, penyuluh kesehatan, perawat, bidan, fisioterapi, dan psikologi klinis.

"Ini yang harus kita penuhi. Pada prinsipnya Gubernur sangat mendukung, karena di Jawa Tengah layanan kesehatannya kemarin dapat penghargaan untuk kategori mutu dan akses layanan kesehatan," ucapnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu