Follow Us :              

Akselerasi Produktivitas Pangan, Pemprov Jateng Bangun Kolaborasi Strategis dengan Berbagai Pihak

  29 January 2026  |   19:30:00  |   dibaca : 198 
Kategori :
Bagikan :


Akselerasi Produktivitas Pangan, Pemprov Jateng Bangun Kolaborasi Strategis dengan Berbagai Pihak

29 January 2026 | 19:30:00 | dibaca : 198
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membangun kolaborasi strategis dengan berbagai stakeholder untuk mengakselerasi produktivitas pangan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai penumpu pangan nasional pada tahun 2026. 

Pernyataan itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., saat menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) pada Kamis, 29 Januari 2026 malam. 

Acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan; Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir; Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir; Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jawa Tengah; dan perwakilan LDK dari berbagai daerah di luar Jateng.

Pada kesempatan itu, Gubernur menyampaikan, berbagai upaya kolaboratif yang telah dilakukan oleh Pemprov Jateng, di antaranya menjalin komitmen bersama bupati dan wali kota se-Jateng untuk mencapai target 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG) pada tahun 2026, termasuk meningkatkan produktivitas tanaman pangan lain, seperti jagung.

Selain itu, pihaknya juga berkolaborasi dengan pemerintah pusat, organisasi masyarakat, swasta, dan lainnya. Hal ini tak lain dan tak bukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kita gandeng semua (pihak) untuk kerja-kerja kolaboratif, baik itu tokoh maupun organisasi kemasyarakatan, termasuk di dalamnya organisasi Muhammadiyah," ucap Gubernur. 

Oleh karena itu, Gubernur juga meminta Lembaga Dakwah Komunitas PP Muhammadiyah untuk ikut terlibat dalam pembangunan di Jateng dan masing-masing daerah. Ia mengatakan, LDK tidak hanya memiliki tujuan dakwah, tetapi juga untuk mewujudkan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan, pihaknya telah menyampaikan laporan tentang upaya yang sudah dilakukan dan dicapai oleh Jateng kepada Presiden Prabowo. Dalam setiap laporannya, Jateng mendapatkan pujian dari Presiden, terutama untuk program-program unggulan.

Kemudian, ia memaparkan terkait swasembada pangan yang menjadi salah satu program Presiden untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Pada tahun 2025, produktivitas beras nasional surplus sebanyak 4 juta ton, bahkan impor sudah tidak dilakukan. 

"Jadi kalau dikerjakan betul itu bisa, Indonesia (tahun) 2025 nggak impor (beras). Tahun 2026, insyaallah nggak impor lagi. Begitu juga dengan jagung. Nilai tukar petani kita juga naik," katanya.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menambahkan, hal yang disampaikan oleh Gubernur Jateng untuk menyelipkan misi pembangunan dalam dakwah, sejalan dengan dasar gerakan PP Muhammadiyah.  

Ia menyampaikan, pendiri Muhammadiyah K.H. Ahmad Dahlan telah meletakkan dasar dan gerakan Muhammadiyah untuk kemaslahatan seluruh manusia, mulai dari gagasan pendidikan dasar sampai perguruan tinggi; mendirikan poliklinik kesehatan, rumah sakit, rumah yatim piatu; serta terjun langsung pada gerakan-gerakan sosial dan upaya penanggulangan bencana.


Bagikan :

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membangun kolaborasi strategis dengan berbagai stakeholder untuk mengakselerasi produktivitas pangan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai penumpu pangan nasional pada tahun 2026. 

Pernyataan itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., saat menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) pada Kamis, 29 Januari 2026 malam. 

Acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan; Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir; Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir; Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jawa Tengah; dan perwakilan LDK dari berbagai daerah di luar Jateng.

Pada kesempatan itu, Gubernur menyampaikan, berbagai upaya kolaboratif yang telah dilakukan oleh Pemprov Jateng, di antaranya menjalin komitmen bersama bupati dan wali kota se-Jateng untuk mencapai target 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG) pada tahun 2026, termasuk meningkatkan produktivitas tanaman pangan lain, seperti jagung.

Selain itu, pihaknya juga berkolaborasi dengan pemerintah pusat, organisasi masyarakat, swasta, dan lainnya. Hal ini tak lain dan tak bukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kita gandeng semua (pihak) untuk kerja-kerja kolaboratif, baik itu tokoh maupun organisasi kemasyarakatan, termasuk di dalamnya organisasi Muhammadiyah," ucap Gubernur. 

Oleh karena itu, Gubernur juga meminta Lembaga Dakwah Komunitas PP Muhammadiyah untuk ikut terlibat dalam pembangunan di Jateng dan masing-masing daerah. Ia mengatakan, LDK tidak hanya memiliki tujuan dakwah, tetapi juga untuk mewujudkan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan, pihaknya telah menyampaikan laporan tentang upaya yang sudah dilakukan dan dicapai oleh Jateng kepada Presiden Prabowo. Dalam setiap laporannya, Jateng mendapatkan pujian dari Presiden, terutama untuk program-program unggulan.

Kemudian, ia memaparkan terkait swasembada pangan yang menjadi salah satu program Presiden untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Pada tahun 2025, produktivitas beras nasional surplus sebanyak 4 juta ton, bahkan impor sudah tidak dilakukan. 

"Jadi kalau dikerjakan betul itu bisa, Indonesia (tahun) 2025 nggak impor (beras). Tahun 2026, insyaallah nggak impor lagi. Begitu juga dengan jagung. Nilai tukar petani kita juga naik," katanya.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menambahkan, hal yang disampaikan oleh Gubernur Jateng untuk menyelipkan misi pembangunan dalam dakwah, sejalan dengan dasar gerakan PP Muhammadiyah.  

Ia menyampaikan, pendiri Muhammadiyah K.H. Ahmad Dahlan telah meletakkan dasar dan gerakan Muhammadiyah untuk kemaslahatan seluruh manusia, mulai dari gagasan pendidikan dasar sampai perguruan tinggi; mendirikan poliklinik kesehatan, rumah sakit, rumah yatim piatu; serta terjun langsung pada gerakan-gerakan sosial dan upaya penanggulangan bencana.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu