Follow Us :              

Pastikan Kesehatan Pengungsi Tanah Gerak Brebes, Pemprov Jateng Hadirkan Mobil Spesialis Keliling

  18 February 2026  |   10:00:00  |   dibaca : 160 
Kategori :
Bagikan :


Pastikan Kesehatan Pengungsi Tanah Gerak Brebes, Pemprov Jateng Hadirkan Mobil Spesialis Keliling

18 February 2026 | 10:00:00 | dibaca : 160
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

BREBES – Pelayanan kesehatan menjadi perhatian utama dalam penanganan pengungsi tanah gerak di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. Selain posko kesehatan 24 jam, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun menghadirkan mobil Dokter Spesialis Keliling (Speling) untuk memastikan kondisi kesehatan warga tetap terpantau.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, mengatakan, layanan kesehatan di lokasi pengungsian melibatkan tim dari kabupaten dan provinsi. Hari ini, mobil spesialis keliling diterjunkan bersama dokter penyakit dalam, psikolog anak, dan tenaga kesehatan lainnya, guna memberikan layanan kesehatan bagi para pengungsi. 

“Kalau ada bencana seperti ini, kita khawatir muncul penyakit akibat kondisi lingkungan maupun trauma. Karena itu, kami siapkan layanan dokter spesialis dan posko 24 jam,” ujarnya.

Dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Moewardi, dr. Irfan Zaki Nugroho mengatakan, sebagian besar anak di pengungsian Sirampog mengalami infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Selain itu, ada yang mengeluhkan batuk pilek akibat cuaca dingin dan hujan yang terus turun dalam beberapa pekan terakhir. Tak hanya itu, tenaga medis juga menemukan beberapa anak menunjukkan tanda-tanda anemia atau kurang darah.

“Ada juga beberapa anak yang sakit gigi, sehingga perlu edukasi kebersihan gigi dan mulut,” ungkapnya.  

Dinas Kesehatan memastikan suplai makanan bagi balita juga diperhatikan. Misalnya di dapur umum yang ada di pengungsian, sudah disiapkan bubur bayi, biskuit, dan susu tambahan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengimbau kepada pengungsi agar tidak kembali ke rumah mereka, karena kondisinya cukup berbahaya. Maka dari itu, ia menjamin pelayanan di pengungsian diberikan secara maksimal.

“Di sini kalau sakit ada dokternya. Nanti Bu Bupati (Brebes) akan menyiapkan rumah sementara dan kita siapkan rumah tetap,” ucapnya.

Salah seorang warga Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Susi Susanti, mengungkapkan bahwa ia harus mengungsi bersama tiga anaknya, termasuk bayinya yang berusia 10 bulan. Ia memilih mengungsi demi keselamatan anak-anaknya. 

“Anak saya sempat pilek. Di sini langsung diperiksa. Alhamdulillah ada dokter yang datang,” ujarnya.

Adapun di lokasi pengungsian, posko kesehatan dari puskesmas setempat dijadwalkan berjaga selama 24 jam. Sementara mobil spesialis dari rumah sakit provinsi akan bergantian datang setiap hari, mulai dari RSUD Dr. Moewardi, RSUD Prof. Dr. Margono, hingga RSUD Adyatma, sampai kondisi di lapangan dinyatakan stabil.


Bagikan :

BREBES – Pelayanan kesehatan menjadi perhatian utama dalam penanganan pengungsi tanah gerak di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. Selain posko kesehatan 24 jam, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun menghadirkan mobil Dokter Spesialis Keliling (Speling) untuk memastikan kondisi kesehatan warga tetap terpantau.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, mengatakan, layanan kesehatan di lokasi pengungsian melibatkan tim dari kabupaten dan provinsi. Hari ini, mobil spesialis keliling diterjunkan bersama dokter penyakit dalam, psikolog anak, dan tenaga kesehatan lainnya, guna memberikan layanan kesehatan bagi para pengungsi. 

“Kalau ada bencana seperti ini, kita khawatir muncul penyakit akibat kondisi lingkungan maupun trauma. Karena itu, kami siapkan layanan dokter spesialis dan posko 24 jam,” ujarnya.

Dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Moewardi, dr. Irfan Zaki Nugroho mengatakan, sebagian besar anak di pengungsian Sirampog mengalami infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Selain itu, ada yang mengeluhkan batuk pilek akibat cuaca dingin dan hujan yang terus turun dalam beberapa pekan terakhir. Tak hanya itu, tenaga medis juga menemukan beberapa anak menunjukkan tanda-tanda anemia atau kurang darah.

“Ada juga beberapa anak yang sakit gigi, sehingga perlu edukasi kebersihan gigi dan mulut,” ungkapnya.  

Dinas Kesehatan memastikan suplai makanan bagi balita juga diperhatikan. Misalnya di dapur umum yang ada di pengungsian, sudah disiapkan bubur bayi, biskuit, dan susu tambahan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengimbau kepada pengungsi agar tidak kembali ke rumah mereka, karena kondisinya cukup berbahaya. Maka dari itu, ia menjamin pelayanan di pengungsian diberikan secara maksimal.

“Di sini kalau sakit ada dokternya. Nanti Bu Bupati (Brebes) akan menyiapkan rumah sementara dan kita siapkan rumah tetap,” ucapnya.

Salah seorang warga Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Susi Susanti, mengungkapkan bahwa ia harus mengungsi bersama tiga anaknya, termasuk bayinya yang berusia 10 bulan. Ia memilih mengungsi demi keselamatan anak-anaknya. 

“Anak saya sempat pilek. Di sini langsung diperiksa. Alhamdulillah ada dokter yang datang,” ujarnya.

Adapun di lokasi pengungsian, posko kesehatan dari puskesmas setempat dijadwalkan berjaga selama 24 jam. Sementara mobil spesialis dari rumah sakit provinsi akan bergantian datang setiap hari, mulai dari RSUD Dr. Moewardi, RSUD Prof. Dr. Margono, hingga RSUD Adyatma, sampai kondisi di lapangan dinyatakan stabil.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu