Follow Us :              

Gelaran Bazar dan Pangan Murah di Kantor Distannak, Ratusan Warga Terima Bantuan Beras dari Pemprov Jateng

  13 March 2026  |   07:00:00  |   dibaca : 253 
Kategori :
Bagikan :


Gelaran Bazar dan Pangan Murah di Kantor Distannak, Ratusan Warga Terima Bantuan Beras dari Pemprov Jateng

13 March 2026 | 07:00:00 | dibaca : 253
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

KAB SEMARANG — Sebanyak 200 warga di daerah Ungaran, Kabupaten Semarang dan Banyumanik, Kota Semarang menerima bantuan beras dari para pegawai di lingkungan  Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. 

Ratusan warga penerima bantuan berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan, mulai dari penggali kubur, pemulasara jenazah, pengambil sampah, sukarelawan lalu lintas (supeltas), tukang parkir, hingga takmir masjid. Total bantuan yang disalurkan ada sebanyak 2 ton beras. 

Bantuan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dalam gelaran Bazar dan Pasar Murah di Halaman Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Provinsi Jawa Tengah, Kompleks Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang pada Jumat, 13 Maret 2026.

Gubernur menyampaikan, kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk membangun ikatan sosial dengan masyarakat, khususnya warga yang kurang mampu, di sekitar kantor-kantor dinas milik Pemprov Jateng. Nantinya, kegiatan seperti ini akan dijadikan sebagai model di seluruh dinas atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jateng, sehingga tidak ada jarak antara pemerintah dengan masyarakat.

"Hari ini sudah dibuktikan dengan seluruh pekerja informal, seperti supeltas, tukang parkir, penjaga masjid, hingga penjaga makam, di seputaran kantor kita. Mereka sangat membutuhkan ini," katanya.

Selain menyalurkan bantuan, Pasar Murah juga diselenggarakan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan bahan pokok penting dengan harga terjangkau. Apalagi, selama Ramadan dan menjelang Lebaran beberapa komoditas cenderung mengalami kenaikan harga. Salah satu yang paling menonjol adalah harga cabai.

"Ketersediaan dan keterjangkauan ini harus kita jaga. Jangan sampai ada kelangkaan (komoditas), sehingga harganya naik. Masyarakat juga tidak perlu panik," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan kegiatan pembagian beras dan penyelenggaraan Pasar Murah ini tidak menggunakan anggaran dari dinas, tetapi bersumber dari dana yang terkumpul di Unit Pengumpul Zakat (UPZ) OPD. 

"Tujuan kita supaya ketersediaan pangan itu bisa terjamin, juga harganya juga terjangkau oleh masyarakat," katanya.

Salah seorang penerima manfaat, Arso, mengaku sangat senang dengan bantuan beras yang ia terima. Bantuan itu sangat membantu, apalagi menjelang Lebaran banyak harga kebutuhan yang naik. Ia mengungkapkan, hasil kerja sebagai tukang parkir dan serabutan kadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Bahagia. Maturnuwun sanget, membantu sekali. Sehari kadang cuma dapat Rp100-150 ribu, itu pun dipotong setoran, dicukup-cukupin. Anak juga masih sekolah dan kuliah," ucap warga Ungaran tersebut.


Bagikan :

KAB SEMARANG — Sebanyak 200 warga di daerah Ungaran, Kabupaten Semarang dan Banyumanik, Kota Semarang menerima bantuan beras dari para pegawai di lingkungan  Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. 

Ratusan warga penerima bantuan berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan, mulai dari penggali kubur, pemulasara jenazah, pengambil sampah, sukarelawan lalu lintas (supeltas), tukang parkir, hingga takmir masjid. Total bantuan yang disalurkan ada sebanyak 2 ton beras. 

Bantuan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dalam gelaran Bazar dan Pasar Murah di Halaman Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Provinsi Jawa Tengah, Kompleks Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang pada Jumat, 13 Maret 2026.

Gubernur menyampaikan, kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk membangun ikatan sosial dengan masyarakat, khususnya warga yang kurang mampu, di sekitar kantor-kantor dinas milik Pemprov Jateng. Nantinya, kegiatan seperti ini akan dijadikan sebagai model di seluruh dinas atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jateng, sehingga tidak ada jarak antara pemerintah dengan masyarakat.

"Hari ini sudah dibuktikan dengan seluruh pekerja informal, seperti supeltas, tukang parkir, penjaga masjid, hingga penjaga makam, di seputaran kantor kita. Mereka sangat membutuhkan ini," katanya.

Selain menyalurkan bantuan, Pasar Murah juga diselenggarakan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan bahan pokok penting dengan harga terjangkau. Apalagi, selama Ramadan dan menjelang Lebaran beberapa komoditas cenderung mengalami kenaikan harga. Salah satu yang paling menonjol adalah harga cabai.

"Ketersediaan dan keterjangkauan ini harus kita jaga. Jangan sampai ada kelangkaan (komoditas), sehingga harganya naik. Masyarakat juga tidak perlu panik," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan kegiatan pembagian beras dan penyelenggaraan Pasar Murah ini tidak menggunakan anggaran dari dinas, tetapi bersumber dari dana yang terkumpul di Unit Pengumpul Zakat (UPZ) OPD. 

"Tujuan kita supaya ketersediaan pangan itu bisa terjamin, juga harganya juga terjangkau oleh masyarakat," katanya.

Salah seorang penerima manfaat, Arso, mengaku sangat senang dengan bantuan beras yang ia terima. Bantuan itu sangat membantu, apalagi menjelang Lebaran banyak harga kebutuhan yang naik. Ia mengungkapkan, hasil kerja sebagai tukang parkir dan serabutan kadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Bahagia. Maturnuwun sanget, membantu sekali. Sehari kadang cuma dapat Rp100-150 ribu, itu pun dipotong setoran, dicukup-cukupin. Anak juga masih sekolah dan kuliah," ucap warga Ungaran tersebut.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu