Foto : Bintoro (Humas Jateng)
Foto : Bintoro (Humas Jateng)
SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengimbau seluruh masyarakat maupun pemudik di Jateng untuk tetap waspada dan benar-benar menikmati libur Lebaran dengan tenang, termasuk memastikan kondisi orang maupun kendaraan fit sebelum bepergian.
"Masyarakat tidak usah buru-buru (di jalan), mudik maupun balik. Ora usah kesusu (tidak usah tergesa-gesa)," ucap Gubernur usai melakukan pantauan malam takbiran bersama Forkopimda Jateng serta video conference dengan Kapolri di Pos Terpadu Pelayanan Perayaan Idulfitri Simpanglima, Kota Semarang pada Jumat, 20 Maret 2026 malam.
Imbauan disampaikan agar keselamatan masyarakat tetap terjamin. Sebab, biasanya di momentum Lebaran banyak masyarakat yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain, baik untuk halalbihalal dan bersilaturahmi maupun liburan atau berwisata ke sejumlah objek wisata.
Kapolda Jateng, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, mengatakan, sejauh ini pantauan Lebaran di Jateng masih aman dan tertib. Ia berharap, kondisi tersebut terus terjaga sampai nanti arus balik selesai.
Ia memaparkan, pengamanan dan pelayanan tidak hanya dilakukan di titik-titik perayaan Idulfitri, tetapi juga seluruh objek wisata di Jateng. Pola pengamanan tersebut sudah disiapkan oleh TNI-Polri beserta seluruh stakeholder terkait.
"Tidak hanya wisata air, tetapi seluruh objek kita amankan bersama-sama dengan seluruh stakeholder. Dibantu oleh Gubernur dan bupati/wali kota. Semoga liburan Lebaran tahun ini bisa berjalan baik," jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, menginstruksikan kepada seluruh petugas pengamanan dan pelayanan untuk memastikan kembali keamanan objek-objek wisata yang ada di daerahnya masing-masing, termasuk simpul-simpul yang rawan kemacetan di wilayah aglomerasi.
"Kegiatan halalbihalal biasanya juga berpotensi menimbulkan kemacetan di wilayah aglomerasi, terutama di daerah yang banyak pemudik, seperti Jateng. Tempat wisata tolong diantisipasi, karena ini bisa menjadi permasalahan baru," katanya saat memberikan arahan beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengatakan bahwa Pemprov Jateng telah melakukan berbagai persiapan dalam menyambut momentum Lebaran, mulai dari koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, pengelola destinasi wisata, dan instansi terkait. Fokus utamanya diarahkan pada kesiapan fasilitas, sistem pengamanan, serta pelayanan bagi wisatawan.
Sejumlah destinasi diprediksi menjadi magnet utama selama libur Lebaran, seperti kawasan Solo Raya, di mana wisatawan diperkirakan memadati Tawangmangu di Karanganyar, Masjid Sheikh Zayed di Surakarta, serta Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri.
Selain itu, kawasan Dieng Wonosobo juga diperkirakan ramai, terutama dengan adanya atraksi balon udara yang menjadi daya tarik khas saat Lebaran. Destinasi religi di Demak dan Kudus pun diprediksi dipadati para peziarah.
Sementara itu, kawasan wisata pantai di selatan Jawa Tengah, seperti Kebumen, Purworejo, dan Wonogiri mendapat perhatian khusus.
Tak hanya destinasi unggulan, desa wisata juga diprediksi menjadi pilihan favorit wisata keluarga. Maka dari itu, para pengelola diminta memastikan kebersihan, keamanan, dan kesiapan fasilitas pendukung di lokasi wisata.
Pada kesempatan itu, Kadisbudparekraf juga mengimbau wisatawan untuk ikut menjaga ketertiban dan kebersihan saat berkunjung ke tempat wisata.
“Objek wisata ini milik bersama. Mari dijaga agar semua wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik,” katanya.
Meskipun demikian, ia menyampaikan bahwa kondisi cuaca yang berpotensi hujan dan angin kencang menjadi faktor yang diantisipasi demi keselamatan pengunjung.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Posko Lebaran dan instansi terkait, terutama untuk pengamanan di kawasan pantai,” jelasnya.
SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengimbau seluruh masyarakat maupun pemudik di Jateng untuk tetap waspada dan benar-benar menikmati libur Lebaran dengan tenang, termasuk memastikan kondisi orang maupun kendaraan fit sebelum bepergian.
"Masyarakat tidak usah buru-buru (di jalan), mudik maupun balik. Ora usah kesusu (tidak usah tergesa-gesa)," ucap Gubernur usai melakukan pantauan malam takbiran bersama Forkopimda Jateng serta video conference dengan Kapolri di Pos Terpadu Pelayanan Perayaan Idulfitri Simpanglima, Kota Semarang pada Jumat, 20 Maret 2026 malam.
Imbauan disampaikan agar keselamatan masyarakat tetap terjamin. Sebab, biasanya di momentum Lebaran banyak masyarakat yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain, baik untuk halalbihalal dan bersilaturahmi maupun liburan atau berwisata ke sejumlah objek wisata.
Kapolda Jateng, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo, mengatakan, sejauh ini pantauan Lebaran di Jateng masih aman dan tertib. Ia berharap, kondisi tersebut terus terjaga sampai nanti arus balik selesai.
Ia memaparkan, pengamanan dan pelayanan tidak hanya dilakukan di titik-titik perayaan Idulfitri, tetapi juga seluruh objek wisata di Jateng. Pola pengamanan tersebut sudah disiapkan oleh TNI-Polri beserta seluruh stakeholder terkait.
"Tidak hanya wisata air, tetapi seluruh objek kita amankan bersama-sama dengan seluruh stakeholder. Dibantu oleh Gubernur dan bupati/wali kota. Semoga liburan Lebaran tahun ini bisa berjalan baik," jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, menginstruksikan kepada seluruh petugas pengamanan dan pelayanan untuk memastikan kembali keamanan objek-objek wisata yang ada di daerahnya masing-masing, termasuk simpul-simpul yang rawan kemacetan di wilayah aglomerasi.
"Kegiatan halalbihalal biasanya juga berpotensi menimbulkan kemacetan di wilayah aglomerasi, terutama di daerah yang banyak pemudik, seperti Jateng. Tempat wisata tolong diantisipasi, karena ini bisa menjadi permasalahan baru," katanya saat memberikan arahan beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengatakan bahwa Pemprov Jateng telah melakukan berbagai persiapan dalam menyambut momentum Lebaran, mulai dari koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, pengelola destinasi wisata, dan instansi terkait. Fokus utamanya diarahkan pada kesiapan fasilitas, sistem pengamanan, serta pelayanan bagi wisatawan.
Sejumlah destinasi diprediksi menjadi magnet utama selama libur Lebaran, seperti kawasan Solo Raya, di mana wisatawan diperkirakan memadati Tawangmangu di Karanganyar, Masjid Sheikh Zayed di Surakarta, serta Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri.
Selain itu, kawasan Dieng Wonosobo juga diperkirakan ramai, terutama dengan adanya atraksi balon udara yang menjadi daya tarik khas saat Lebaran. Destinasi religi di Demak dan Kudus pun diprediksi dipadati para peziarah.
Sementara itu, kawasan wisata pantai di selatan Jawa Tengah, seperti Kebumen, Purworejo, dan Wonogiri mendapat perhatian khusus.
Tak hanya destinasi unggulan, desa wisata juga diprediksi menjadi pilihan favorit wisata keluarga. Maka dari itu, para pengelola diminta memastikan kebersihan, keamanan, dan kesiapan fasilitas pendukung di lokasi wisata.
Pada kesempatan itu, Kadisbudparekraf juga mengimbau wisatawan untuk ikut menjaga ketertiban dan kebersihan saat berkunjung ke tempat wisata.
“Objek wisata ini milik bersama. Mari dijaga agar semua wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik,” katanya.
Meskipun demikian, ia menyampaikan bahwa kondisi cuaca yang berpotensi hujan dan angin kencang menjadi faktor yang diantisipasi demi keselamatan pengunjung.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Posko Lebaran dan instansi terkait, terutama untuk pengamanan di kawasan pantai,” jelasnya.
Berita Terbaru