Follow Us :              

Jelang Pemberangkatan Haji, Sekda Jateng Minta Petugas Utamakan Pelayanan kepada Jemaah

  30 March 2026  |   09:30:00  |   dibaca : 131 
Kategori :
Bagikan :


Jelang Pemberangkatan Haji, Sekda Jateng Minta Petugas Utamakan Pelayanan kepada Jemaah

30 March 2026 | 09:30:00 | dibaca : 131
Kategori :
Bagikan :

Foto : Mizan (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Mizan (Humas Jateng)

BOYOLALI – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengingatkan para Petugas Haji 2026 untuk tetap mengutamakan pelayanan kepada jemaah. Dengan begitu, para jemaah bisa menunaikan ibadah dengan baik. Hal tersebut ditegaskannya saat membuka Pembekalan/Bimbingan Teknis Petugas Haji Daerah (PHD) Provinsi Jawa Tengah 2026 di Asrama Haji Donohudan, Boyolali pada Senin, 30 Maret 2026.

“Makanya pada momentum ini, kami berpesan lebih awal, ikrarnya adalah menjadi petugas haji," tegasnya.

Ia menambahkan, kesempatan beribadah haji bagi para petugas seharusnya dipandang sebagai bonus atau nilai tambah. Maka dari itu, Sekda mewanti-wanti agar prioritas ini tidak tertukar.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Tengah, Fitriyanto, menekankan pentingnya integrasi antarpetugas atau kolaborasi berbagai unsur petugas haji. 

Ia mengatakan, keberadaan PHD merupakan representasi kehadiran negara untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan bagi 34.122 jemaah haji reguler asal Jawa Tengah.

"Kami ingin petugas kloter dan petugas daerah sudah terintegrasi, bahkan sebelum jemaah masuk asrama. Kolaborasi ini sangat penting agar perlindungan jemaah bisa lebih maksimal," ujar Fitriyanto.

Adapun dari 180 PHD yang mengikuti pembekalan, sebanyak 86 orang merupakan petugas layanan kesehatan dan 94 orang petugas layanan umum. Mereka akan mulai mengawal keberangkatan Kloter 1 yang dijadwalkan memasuki Asrama Haji Donohudan pada 21 April 2026.

Pada kesempatan itu, Petugas Haji Daerah asal Kabupaten Demak, Wahid Su’udi, menegaskan bahwa dirinya bersama tim telah melakukan persiapan menyeluruh, baik secara teknis maupun mental untuk menjalankan tugas sebagai petugas haji.

“Kami sudah mempersiapkan diri jauh hari, baik lahir maupun batin. Tugas ini kami niatkan untuk berkhidmah melayani tamu-tamu Allah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berbagai potensi persoalan yang kerap muncul dalam penyelenggaraan haji telah dimitigasi sejak awal. 

“Kami tidak ingin ada jemaah yang terbengkalai. Ini soal tanggung jawab. Karena itu, kami sudah memetakan potensi kendala dan menyiapkan langkah antisipasi,” ujarnya.

Menurut Wahid, tantangan pelayanan haji tahun ini semakin kompleks, terutama dengan fokus pada jemaah perempuan, lansia, dan kelompok berisiko tinggi. Ia menyebut, kelompok tersebut membutuhkan perhatian dan penanganan khusus.

“Mayoritas jemaah kami lansia dan berisiko tinggi. Untuk itu, kami siapkan pelayanan khusus, termasuk penguatan koordinasi dengan tim kesehatan agar penanganannya lebih cepat dan tepat,” katanya.

Wahid yang bertugas di Kloter 35 Kabupaten Demak dengan sekitar 360 jemaah haji menambahkan, kolaborasi antarpetugas menjadi kunci dalam memberikan pelayanan yang maksimal.

“Kami bekerja dalam satu tim, baik PHD maupun tenaga kesehatan. Semua harus saling mendukung agar pelayanan kepada jemaah bisa berjalan optimal,” ujarnya.


Bagikan :

BOYOLALI – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengingatkan para Petugas Haji 2026 untuk tetap mengutamakan pelayanan kepada jemaah. Dengan begitu, para jemaah bisa menunaikan ibadah dengan baik. Hal tersebut ditegaskannya saat membuka Pembekalan/Bimbingan Teknis Petugas Haji Daerah (PHD) Provinsi Jawa Tengah 2026 di Asrama Haji Donohudan, Boyolali pada Senin, 30 Maret 2026.

“Makanya pada momentum ini, kami berpesan lebih awal, ikrarnya adalah menjadi petugas haji," tegasnya.

Ia menambahkan, kesempatan beribadah haji bagi para petugas seharusnya dipandang sebagai bonus atau nilai tambah. Maka dari itu, Sekda mewanti-wanti agar prioritas ini tidak tertukar.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Tengah, Fitriyanto, menekankan pentingnya integrasi antarpetugas atau kolaborasi berbagai unsur petugas haji. 

Ia mengatakan, keberadaan PHD merupakan representasi kehadiran negara untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan bagi 34.122 jemaah haji reguler asal Jawa Tengah.

"Kami ingin petugas kloter dan petugas daerah sudah terintegrasi, bahkan sebelum jemaah masuk asrama. Kolaborasi ini sangat penting agar perlindungan jemaah bisa lebih maksimal," ujar Fitriyanto.

Adapun dari 180 PHD yang mengikuti pembekalan, sebanyak 86 orang merupakan petugas layanan kesehatan dan 94 orang petugas layanan umum. Mereka akan mulai mengawal keberangkatan Kloter 1 yang dijadwalkan memasuki Asrama Haji Donohudan pada 21 April 2026.

Pada kesempatan itu, Petugas Haji Daerah asal Kabupaten Demak, Wahid Su’udi, menegaskan bahwa dirinya bersama tim telah melakukan persiapan menyeluruh, baik secara teknis maupun mental untuk menjalankan tugas sebagai petugas haji.

“Kami sudah mempersiapkan diri jauh hari, baik lahir maupun batin. Tugas ini kami niatkan untuk berkhidmah melayani tamu-tamu Allah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berbagai potensi persoalan yang kerap muncul dalam penyelenggaraan haji telah dimitigasi sejak awal. 

“Kami tidak ingin ada jemaah yang terbengkalai. Ini soal tanggung jawab. Karena itu, kami sudah memetakan potensi kendala dan menyiapkan langkah antisipasi,” ujarnya.

Menurut Wahid, tantangan pelayanan haji tahun ini semakin kompleks, terutama dengan fokus pada jemaah perempuan, lansia, dan kelompok berisiko tinggi. Ia menyebut, kelompok tersebut membutuhkan perhatian dan penanganan khusus.

“Mayoritas jemaah kami lansia dan berisiko tinggi. Untuk itu, kami siapkan pelayanan khusus, termasuk penguatan koordinasi dengan tim kesehatan agar penanganannya lebih cepat dan tepat,” katanya.

Wahid yang bertugas di Kloter 35 Kabupaten Demak dengan sekitar 360 jemaah haji menambahkan, kolaborasi antarpetugas menjadi kunci dalam memberikan pelayanan yang maksimal.

“Kami bekerja dalam satu tim, baik PHD maupun tenaga kesehatan. Semua harus saling mendukung agar pelayanan kepada jemaah bisa berjalan optimal,” ujarnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu