Foto : Adit (Humas Jateng)
Foto : Adit (Humas Jateng)
SEMARANG – Program Beasiswa Sister Province merupakan salah satu strategi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan berbasis kompetensi kerja. Program ini dirancang agar para lulusan nantinya mampu berkontribusi dalam meningkatkan taraf ekonomi keluarga.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan, saat ini sebanyak 62 penerima beasiswa dari keluarga kurang mampu di wilayahnya, sudah memasuki tahap akhir seleksi sebelum diberangkatkan ke Korea Selatan.
"Ini salah satu dari program kita untuk masalah penuntasan kemiskinan," ucapnya usai beraudiensi dengan perwakilan universitas di Chungoheongbuk-do, Korea Selatan terkait Penerima Beasiswa Sister Province di Ruang Rapat Sekda, Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang pada Rabu, 15 April 2026.
Selain itu, Sekda juga berencana untuk menggandeng jajaran pejabat di lingkungan Pemprov Jateng sebagai "Bapak Asuh” bagi para penerima beasiswa. Skema ini dimaksudkan sebagai bentuk dukungan bersama agar seluruh proses persiapan dapat berjalan optimal.
Pemprov Jateng juga menjalin komunikasi dengan perguruan tinggi tujuan untuk mendukung keberlanjutan program, termasuk optimalisasi fasilitas mahasiswa agar semakin banyak peserta yang dapat terakomodasi.
Sementara itu, Dekan Kantor Urusan Internasional Chungbuk Health & Science University, Lee Young Eun, mengapresiasi kesiapan Indonesia, khususnya Jawa Tengah, dalam menyiapkan peserta program beasiswa.
“Dari 10 negara yang kami kunjungi, Indonesia adalah yang paling siap. Ini hasil kerja keras pemerintah daerah,” ujarnya.
Saat ini, sekitar 10 ribu mahasiswa dari berbagai negara telah menempuh studi di Chungcheongbuk-do melalui program serupa, yang menunjukkan keberhasilan implementasi kerja sama internasional di bidang pendidikan.
Hal senada disampaikan oleh Direktur Kerja Sama Internasional Chungbuk Health & Science University, You Young Oh. Ia mengaku terkesan dengan kualitas pelajar dari Jawa Tengah.
“Setelah wawancara, saya ingin membawa semua siswa ke Korea. Mereka luar biasa,” katanya.
Pihak universitas juga berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh, termasuk membuka peluang beasiswa tambahan dan program penempatan kerja bagi mahasiswa asing.
Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, Syamsudin Isnaini, menyampaikan bahwa proses seleksi program berjalan secara ketat dan terukur. Adapun dari total 1.825 pendaftar, saat ini telah terpilih 62 peserta terbaik yang akan mengikuti ujian kemampuan bahasa Korea (TOPIK) level 3 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada 17 Mei 2026. Hasil ujian tersebut akan menjadi tahapan akhir dalam proses penentuan keberangkatan peserta ke Korea Selatan.
Ia menambahkan, seluruh kebutuhan utama program telah dipersiapkan melalui APBD, mulai dari pelatihan, pelaksanaan tes, hingga proses keberangkatan. Dukungan pendanaan juga diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang turut berkontribusi dalam mendukung kelancaran program.
Dengan sinergi yang terus dibangun, program beasiswa Sister Province diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Jawa Tengah.
SEMARANG – Program Beasiswa Sister Province merupakan salah satu strategi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan berbasis kompetensi kerja. Program ini dirancang agar para lulusan nantinya mampu berkontribusi dalam meningkatkan taraf ekonomi keluarga.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan, saat ini sebanyak 62 penerima beasiswa dari keluarga kurang mampu di wilayahnya, sudah memasuki tahap akhir seleksi sebelum diberangkatkan ke Korea Selatan.
"Ini salah satu dari program kita untuk masalah penuntasan kemiskinan," ucapnya usai beraudiensi dengan perwakilan universitas di Chungoheongbuk-do, Korea Selatan terkait Penerima Beasiswa Sister Province di Ruang Rapat Sekda, Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang pada Rabu, 15 April 2026.
Selain itu, Sekda juga berencana untuk menggandeng jajaran pejabat di lingkungan Pemprov Jateng sebagai "Bapak Asuh” bagi para penerima beasiswa. Skema ini dimaksudkan sebagai bentuk dukungan bersama agar seluruh proses persiapan dapat berjalan optimal.
Pemprov Jateng juga menjalin komunikasi dengan perguruan tinggi tujuan untuk mendukung keberlanjutan program, termasuk optimalisasi fasilitas mahasiswa agar semakin banyak peserta yang dapat terakomodasi.
Sementara itu, Dekan Kantor Urusan Internasional Chungbuk Health & Science University, Lee Young Eun, mengapresiasi kesiapan Indonesia, khususnya Jawa Tengah, dalam menyiapkan peserta program beasiswa.
“Dari 10 negara yang kami kunjungi, Indonesia adalah yang paling siap. Ini hasil kerja keras pemerintah daerah,” ujarnya.
Saat ini, sekitar 10 ribu mahasiswa dari berbagai negara telah menempuh studi di Chungcheongbuk-do melalui program serupa, yang menunjukkan keberhasilan implementasi kerja sama internasional di bidang pendidikan.
Hal senada disampaikan oleh Direktur Kerja Sama Internasional Chungbuk Health & Science University, You Young Oh. Ia mengaku terkesan dengan kualitas pelajar dari Jawa Tengah.
“Setelah wawancara, saya ingin membawa semua siswa ke Korea. Mereka luar biasa,” katanya.
Pihak universitas juga berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh, termasuk membuka peluang beasiswa tambahan dan program penempatan kerja bagi mahasiswa asing.
Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, Syamsudin Isnaini, menyampaikan bahwa proses seleksi program berjalan secara ketat dan terukur. Adapun dari total 1.825 pendaftar, saat ini telah terpilih 62 peserta terbaik yang akan mengikuti ujian kemampuan bahasa Korea (TOPIK) level 3 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada 17 Mei 2026. Hasil ujian tersebut akan menjadi tahapan akhir dalam proses penentuan keberangkatan peserta ke Korea Selatan.
Ia menambahkan, seluruh kebutuhan utama program telah dipersiapkan melalui APBD, mulai dari pelatihan, pelaksanaan tes, hingga proses keberangkatan. Dukungan pendanaan juga diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang turut berkontribusi dalam mendukung kelancaran program.
Dengan sinergi yang terus dibangun, program beasiswa Sister Province diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Jawa Tengah.
Berita Terbaru