Follow Us :              

Pemprov Jateng Kucurkan Rp33,2 Miliar untuk Dukung TMMD dan Sengkuyung 2026

  22 April 2026  |   09:00:00  |   dibaca : 786 
Kategori :
Bagikan :


Pemprov Jateng Kucurkan Rp33,2 Miliar untuk Dukung TMMD dan Sengkuyung 2026

22 April 2026 | 09:00:00 | dibaca : 786
Kategori :
Bagikan :

Foto : Ebron (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Ebron (Humas Jateng)

SRAGEN - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengucurkan anggaran sebesar Rp33,2 miliar untuk mendukung program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 dan Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026. 

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyatakan, program TMMD dinilai strategis dalam menyelesaikan persoalan di desa. Sebab, program yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat ini sangat dirasakan manfaatnya oleh warga desa. 

"Jumlah penduduk kita itu 80% ada di desa. Wilayah kita juga 80% ada di desa, sehingga pembangunan harus kita mulai dari desa," ucapnya dalam acara Pembukaan TMMD Reguler Ke-128 dan Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen pada Rabu, 22 April 2026. 

Pada kesempatan itu, ia memberikan apresiasi kepada TNI yang konsisten berkolaborasi dengan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk menyelesaikan berbagai persoalan di desa. Menurutnya, TMMD merupakan program yang sangat strategis, apalagi bisa menyentuh masyarakat hingga ke tingkat desa. 

Sekda mengatakan, TMMD maupun Sengkuyung merupakan wujud nyata kemanunggalan antara TNI, pemerintah daerah, serta seluruh komponen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. Berbagai program yang telah diselenggarakan dinilai mampu membantu pemerintah dalam mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah perdesaan. 

"Melalui program ini, sasaran kegiatan fisik difokuskan pada pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasarana dasar masyarakat, guna meningkatkan aksesibilitas wilayah terpencil serta mendorong pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya.

Sementara itu, kegiatan nonfisik diarahkan pada peningkatan kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, serta penguatan ketahanan wilayah, melalui sektor kesehatan dan pendidikan.

Dalam kegiatan itu, Sekda meminta pemerintah kabupaten/kota terus berkoordinasi dengan Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD di wilayah masing-masing untuk mengoptimalkan berbagai program unggulan, antara lain ketahanan pangan, pertanian terpadu, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penyediaan air bersih dan sanitasi, percepatan penurunan stunting, penguatan Posyandu, penanaman pohon, kebersihan lingkungan, serta rehabilitasi tempat ibadah.

Sebagai informasi, pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 dan Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 berlangsung mulai tanggal 22 April–21 Mei 2026 secara serentak di seluruh wilayah Jawa Tengah. 

Dansatgas TMMD Reg-128, Dindin Rohidin, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemerintah dalam rangka mendorong percepatan pembangunan; peningkatan perekonomian; serta menanamkan nilai juang, wawasan kebangsaan, dan rasa cinta tanah air yang akan disematkan melalui berbagai macam penyuluhan. 

“Sasaran fisik berupa cor jalan panjang 1.100 meter, talud 150 meter, rehab RTLH sebanyak 10 unit, pembuatan jamban sehat 10 unit, dan sarana air bersih sumur bor 1 unit,” ujarnya. 

Adapun sasaran nonfisik program difokuskan untuk memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penyuluhan wawasan kebangsaan; pencegahan stunting; penyelenggaraan posyandu dan penyuluhan penyakit; mendorong peningkatan di sektor peternakan dan perikanan, pertanian, perkebunan; bina mental; dan lainnya. 

Pada kesempatan itu, diserahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat berupa bantuan perbaikan RTLH dari Pemprov Jateng dan Pemerintah Kabupaten Sragen, paket sembako, pembuatan jamban dan sumur bor, serta bantuan sosial keuangan.


Bagikan :

SRAGEN - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengucurkan anggaran sebesar Rp33,2 miliar untuk mendukung program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 dan Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026. 

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyatakan, program TMMD dinilai strategis dalam menyelesaikan persoalan di desa. Sebab, program yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat ini sangat dirasakan manfaatnya oleh warga desa. 

"Jumlah penduduk kita itu 80% ada di desa. Wilayah kita juga 80% ada di desa, sehingga pembangunan harus kita mulai dari desa," ucapnya dalam acara Pembukaan TMMD Reguler Ke-128 dan Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen pada Rabu, 22 April 2026. 

Pada kesempatan itu, ia memberikan apresiasi kepada TNI yang konsisten berkolaborasi dengan pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk menyelesaikan berbagai persoalan di desa. Menurutnya, TMMD merupakan program yang sangat strategis, apalagi bisa menyentuh masyarakat hingga ke tingkat desa. 

Sekda mengatakan, TMMD maupun Sengkuyung merupakan wujud nyata kemanunggalan antara TNI, pemerintah daerah, serta seluruh komponen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. Berbagai program yang telah diselenggarakan dinilai mampu membantu pemerintah dalam mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah perdesaan. 

"Melalui program ini, sasaran kegiatan fisik difokuskan pada pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasarana dasar masyarakat, guna meningkatkan aksesibilitas wilayah terpencil serta mendorong pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya.

Sementara itu, kegiatan nonfisik diarahkan pada peningkatan kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, serta penguatan ketahanan wilayah, melalui sektor kesehatan dan pendidikan.

Dalam kegiatan itu, Sekda meminta pemerintah kabupaten/kota terus berkoordinasi dengan Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD di wilayah masing-masing untuk mengoptimalkan berbagai program unggulan, antara lain ketahanan pangan, pertanian terpadu, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penyediaan air bersih dan sanitasi, percepatan penurunan stunting, penguatan Posyandu, penanaman pohon, kebersihan lingkungan, serta rehabilitasi tempat ibadah.

Sebagai informasi, pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 dan Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 berlangsung mulai tanggal 22 April–21 Mei 2026 secara serentak di seluruh wilayah Jawa Tengah. 

Dansatgas TMMD Reg-128, Dindin Rohidin, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemerintah dalam rangka mendorong percepatan pembangunan; peningkatan perekonomian; serta menanamkan nilai juang, wawasan kebangsaan, dan rasa cinta tanah air yang akan disematkan melalui berbagai macam penyuluhan. 

“Sasaran fisik berupa cor jalan panjang 1.100 meter, talud 150 meter, rehab RTLH sebanyak 10 unit, pembuatan jamban sehat 10 unit, dan sarana air bersih sumur bor 1 unit,” ujarnya. 

Adapun sasaran nonfisik program difokuskan untuk memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penyuluhan wawasan kebangsaan; pencegahan stunting; penyelenggaraan posyandu dan penyuluhan penyakit; mendorong peningkatan di sektor peternakan dan perikanan, pertanian, perkebunan; bina mental; dan lainnya. 

Pada kesempatan itu, diserahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat berupa bantuan perbaikan RTLH dari Pemprov Jateng dan Pemerintah Kabupaten Sragen, paket sembako, pembuatan jamban dan sumur bor, serta bantuan sosial keuangan.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu