Follow Us :              

Diminati Ratusan Ribu Pengunjung, Wagub Dorong PADI Jateng Masuk Kalender Event Pariwisata

  23 April 2026  |   01:00:00  |   dibaca : 215 
Kategori :
Bagikan :


Diminati Ratusan Ribu Pengunjung, Wagub Dorong PADI Jateng Masuk Kalender Event Pariwisata

23 April 2026 | 01:00:00 | dibaca : 215
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Adit (Humas Jateng)

TEMANGGUNG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong gelaran Pekan Agro Digital dan Inovasi (PADI) di Agro Center Soropadan, Kabupaten Temanggung, dimasukkan dalam kalender event pariwisata. 

Hal itu disampaikannya saat membuka gelaran PADI Jawa Tengah 2026 pada Kamis, 23 April 2026.

Bukan tanpa alasan, gelaran tersebut selalu menyedot antusiasme para pengunjung. Pada tahun 2025, kegiatan ini mampu memikat sebanyak 133 ribu pengunjung. Maka dari itu, Wagub menargetkan gelaran PADI bisa masuk dalam kalender event pariwisata Jawa Tengah pada tahun 2027.

Ia menyampaikan, kegiatan tersebut bukan hanya memasarkan produk pertanian, melainkan menjadi tempat bertemunya masyarakat dengan industri pengolahan hasil. 

"Kita akan dorong bukan hanya wisata agro, tetapi wisata ekonomi. Wisatawan yang datang ke Jawa Tengah ini bukan hanya wisata penikmat alam, tetapi juga menikmati bagaimana hasil dari pertanian, perkebunan, peternakan kita, juga menyisir ke tempat-tempat usaha," ujarnya. 

Wagub mengungkapkan, pameran agro di Soropadan sudah tidak lagi ditopang oleh APBD Jateng sejak tahun 2023. Oleh karena itu, ia memberikan apresiasi yang luar biasa kepada para petani muda yang mampu menggelar pameran hasil inovasi teknologi dalam bidang pertanian.

Ketua Panitia PADI 2026, Rosyid, mengaku gembira dengan adanya rencana dari Wagub untuk memasukkan gelaran PADI dalam kalender event pariwisata Jateng tahun 2027. Menurutnya, petani muda yang tergabung dalam Forum Komunikasi Purnawidya Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) akan mendukung hal tersebut.

Ia mengungkapkan, transaksi gelaran PADI tahun 2025 mencapai Rp5 miliar. Maka dari itu, ia berharap tahun ini bisa mencatatkan transaksi lebih besar dari tahun lalu. Saat ini, ada seratus petani muda yang tercatat sebagai anggota forum, dengan jejaring di 35 kabupaten/kota. 

"Kegiatan ini nol anggaran dari pemerintah. Murni dari alumni Balai Pelatihan Pertanian dikumpulkan di sini," ujarnya. 

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defrancisco Dasilva Tavares, mengatakan, event PADI yang digelar hingga 27 April 2026 ini merupakan inisiatif dari para petani muda yang  berkolaborasi dengan berbagai pihak, untuk mempromosikan teknologi inovatif di bidang pertanian. 

"Kegiatan ini merupakan respons atas tantangan pembangunan pertanian, saat ini dan ke depan," ucapnya. 

Ia mengatakan, gelaran PADI Tahun 2026  diikuti sebanyak 127 stan dari sponsorship, staheholder, Pemprov Jateng, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, dan SMK/SMA. 

Melalui kegiatan ini, diharapkan ada regenerasi para petani. Sebab, regenerasi menjadi hal yang sangat penting dalam menghadapi perubahan demografi dan ekonomi global. 

"Ini adalah bagian investasi jangka panjang, hal ini guna memantapkan Provinsi Jateng sebagai lumbung pangan nasional," katanya. 

Sebagai informasi, PADI 2026 menyajikan pameran teknologi dan inovasi, book fair, job fair, talkshow, pagelaran seni budaya, gerakan pangan murah, serta gelaran agro berselawat.


Bagikan :

TEMANGGUNG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong gelaran Pekan Agro Digital dan Inovasi (PADI) di Agro Center Soropadan, Kabupaten Temanggung, dimasukkan dalam kalender event pariwisata. 

Hal itu disampaikannya saat membuka gelaran PADI Jawa Tengah 2026 pada Kamis, 23 April 2026.

Bukan tanpa alasan, gelaran tersebut selalu menyedot antusiasme para pengunjung. Pada tahun 2025, kegiatan ini mampu memikat sebanyak 133 ribu pengunjung. Maka dari itu, Wagub menargetkan gelaran PADI bisa masuk dalam kalender event pariwisata Jawa Tengah pada tahun 2027.

Ia menyampaikan, kegiatan tersebut bukan hanya memasarkan produk pertanian, melainkan menjadi tempat bertemunya masyarakat dengan industri pengolahan hasil. 

"Kita akan dorong bukan hanya wisata agro, tetapi wisata ekonomi. Wisatawan yang datang ke Jawa Tengah ini bukan hanya wisata penikmat alam, tetapi juga menikmati bagaimana hasil dari pertanian, perkebunan, peternakan kita, juga menyisir ke tempat-tempat usaha," ujarnya. 

Wagub mengungkapkan, pameran agro di Soropadan sudah tidak lagi ditopang oleh APBD Jateng sejak tahun 2023. Oleh karena itu, ia memberikan apresiasi yang luar biasa kepada para petani muda yang mampu menggelar pameran hasil inovasi teknologi dalam bidang pertanian.

Ketua Panitia PADI 2026, Rosyid, mengaku gembira dengan adanya rencana dari Wagub untuk memasukkan gelaran PADI dalam kalender event pariwisata Jateng tahun 2027. Menurutnya, petani muda yang tergabung dalam Forum Komunikasi Purnawidya Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) akan mendukung hal tersebut.

Ia mengungkapkan, transaksi gelaran PADI tahun 2025 mencapai Rp5 miliar. Maka dari itu, ia berharap tahun ini bisa mencatatkan transaksi lebih besar dari tahun lalu. Saat ini, ada seratus petani muda yang tercatat sebagai anggota forum, dengan jejaring di 35 kabupaten/kota. 

"Kegiatan ini nol anggaran dari pemerintah. Murni dari alumni Balai Pelatihan Pertanian dikumpulkan di sini," ujarnya. 

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defrancisco Dasilva Tavares, mengatakan, event PADI yang digelar hingga 27 April 2026 ini merupakan inisiatif dari para petani muda yang  berkolaborasi dengan berbagai pihak, untuk mempromosikan teknologi inovatif di bidang pertanian. 

"Kegiatan ini merupakan respons atas tantangan pembangunan pertanian, saat ini dan ke depan," ucapnya. 

Ia mengatakan, gelaran PADI Tahun 2026  diikuti sebanyak 127 stan dari sponsorship, staheholder, Pemprov Jateng, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, dan SMK/SMA. 

Melalui kegiatan ini, diharapkan ada regenerasi para petani. Sebab, regenerasi menjadi hal yang sangat penting dalam menghadapi perubahan demografi dan ekonomi global. 

"Ini adalah bagian investasi jangka panjang, hal ini guna memantapkan Provinsi Jateng sebagai lumbung pangan nasional," katanya. 

Sebagai informasi, PADI 2026 menyajikan pameran teknologi dan inovasi, book fair, job fair, talkshow, pagelaran seni budaya, gerakan pangan murah, serta gelaran agro berselawat.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu