Follow Us :              

30 Investor dan 75 UMKM Unggulan Bakal Ramaikan CJIBF 2026

  30 April 2026  |   12:30:00  |   dibaca : 248 
Kategori :
Bagikan :


30 Investor dan 75 UMKM Unggulan Bakal Ramaikan CJIBF 2026

30 April 2026 | 12:30:00 | dibaca : 248
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Adit (Humas Jateng)

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menyelenggarakan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Hotel PO, Kota Semarang pada 11–12 Mei 2026. Rencananya, gelaran itu bakal diramaikan oleh 30 investor serta 75 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) unggulan. 

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan, para calon investor yang diundang telah melalui proses verifikasi serta menunjukkan ketertarikan terhadap peluang investasi di Jateng.

“Investornya sudah terdata sekitar 30, dan ini akan kami tindak lanjuti melalui one-on-one meeting. Kami sudah melakukan verifikasi dan sebagian sudah menunjukkan minat,” ucapnya usai beraudiensi dengan Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., di ruang kerjanya pada Kamis, 30 April 2026.

Ia berharap, pertemuan tersebut bisa menghasilkan komitmen investasi awal (Letter of Interest/LoI) secara tertulis. 

Selain forum investasi, CJIBF juga dirangkaikan dengan gelaran UMKM Grande 2026 yang menghadirkan 75 pelaku UMKM unggulan hasil kurasi ketat.

“Ini menjadi kesempatan bagi UMKM Jawa Tengah untuk promosi, sekaligus membuka peluang kemitraan dengan pelaku usaha dari provinsi lain,” pungkasnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menjelaskan, puluhan UMKM tersebut dipilih berdasarkan kualitas dan kesiapan mereka menembus pasar yang lebih luas, termasuk ekspor.

“Ada sekitar 75 UMKM yang sudah kita kurasi. Produknya beragam, mulai dari fesyen, wastra, kerajinan, home decor, furnitur, hingga kopi,” ucapnya.

Ia menegaskan, proses kurasi dilakukan dengan mempertimbangkan konsistensi usaha, kapasitas produksi, serta kualitas produk. Sebab, sebagian produk diarahkan untuk pasar ekspor, sehingga harus memenuhi standar-standar tertentu. 

Pelaksanaan CJIBF dan UMKM Grande 2026 juga disinergikan dengan agenda Rapat Kerja Gubernur Mitra Praja Utama (MPU) yang berlangsung pada waktu yang sama. Rencananya, ada 10 Gubernur yang akan mengikuti perhelatan ini.
Pada kesempatan itu, Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meminta momentum tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat promosi investasi, sekaligus memperkenalkan produk UMKM kepada kepala daerah lain.

“Udah bagus. Itu kan bareng dengan acara Gubernur MPU, coba diatur sekalian agar bisa diajak ke acara CJIBF. Nah kalau ada gala dinner juga bisa digabungkan,” ucapnya.

Dengan skema tersebut, para kepala daerah tidak hanya mengikuti agenda pemerintahan, tetapi juga berkesempatan melihat langsung potensi usaha dan produk-produk unggulan Jawa Tengah serta membuka peluang kerja sama antardaerah.


Bagikan :

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menyelenggarakan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 di Hotel PO, Kota Semarang pada 11–12 Mei 2026. Rencananya, gelaran itu bakal diramaikan oleh 30 investor serta 75 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) unggulan. 

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan, para calon investor yang diundang telah melalui proses verifikasi serta menunjukkan ketertarikan terhadap peluang investasi di Jateng.

“Investornya sudah terdata sekitar 30, dan ini akan kami tindak lanjuti melalui one-on-one meeting. Kami sudah melakukan verifikasi dan sebagian sudah menunjukkan minat,” ucapnya usai beraudiensi dengan Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., di ruang kerjanya pada Kamis, 30 April 2026.

Ia berharap, pertemuan tersebut bisa menghasilkan komitmen investasi awal (Letter of Interest/LoI) secara tertulis. 

Selain forum investasi, CJIBF juga dirangkaikan dengan gelaran UMKM Grande 2026 yang menghadirkan 75 pelaku UMKM unggulan hasil kurasi ketat.

“Ini menjadi kesempatan bagi UMKM Jawa Tengah untuk promosi, sekaligus membuka peluang kemitraan dengan pelaku usaha dari provinsi lain,” pungkasnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menjelaskan, puluhan UMKM tersebut dipilih berdasarkan kualitas dan kesiapan mereka menembus pasar yang lebih luas, termasuk ekspor.

“Ada sekitar 75 UMKM yang sudah kita kurasi. Produknya beragam, mulai dari fesyen, wastra, kerajinan, home decor, furnitur, hingga kopi,” ucapnya.

Ia menegaskan, proses kurasi dilakukan dengan mempertimbangkan konsistensi usaha, kapasitas produksi, serta kualitas produk. Sebab, sebagian produk diarahkan untuk pasar ekspor, sehingga harus memenuhi standar-standar tertentu. 

Pelaksanaan CJIBF dan UMKM Grande 2026 juga disinergikan dengan agenda Rapat Kerja Gubernur Mitra Praja Utama (MPU) yang berlangsung pada waktu yang sama. Rencananya, ada 10 Gubernur yang akan mengikuti perhelatan ini.
Pada kesempatan itu, Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meminta momentum tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat promosi investasi, sekaligus memperkenalkan produk UMKM kepada kepala daerah lain.

“Udah bagus. Itu kan bareng dengan acara Gubernur MPU, coba diatur sekalian agar bisa diajak ke acara CJIBF. Nah kalau ada gala dinner juga bisa digabungkan,” ucapnya.

Dengan skema tersebut, para kepala daerah tidak hanya mengikuti agenda pemerintahan, tetapi juga berkesempatan melihat langsung potensi usaha dan produk-produk unggulan Jawa Tengah serta membuka peluang kerja sama antardaerah.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu