Follow Us :              

Gubernur Dorong Ekonomi Kreatif Jateng Jadi Pembuka Lapangan Kerja

  09 May 2026  |   16:00:00  |   dibaca : 852 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Dorong Ekonomi Kreatif Jateng Jadi Pembuka Lapangan Kerja

09 May 2026 | 16:00:00 | dibaca : 852
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mendorong para pelaku ekonomi kreatif di wilayahnya untuk terus menciptakan terobosan-terobosan yang mampu membuka lapangan kerja baru. 

Hal itu disampaikannya dalam acara peluncuran Gekrafs Peduli yang diselenggarakan oleh Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Jawa Tengah di Ibis Styles Hotel, Kota Semarang pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Ia menilai, hal itu dapat diwujudkan karena para pelaku ekonomi kreatif mampu memberikan manfaat bagi banyak orang.

“Ekonomi kreatif ini bisa tumbuh kembang untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Ini tidak hanya dimiliki oleh anak muda, tetapi seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya. 

Apalagi, Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi tujuan investasi. Maka dari itu, peluangnya perlu terus diperkuat, salah satunya dengan mendorong pengembangan ekonomi kreatif. 
 
Sama halnya di tengah kondisi geopolitik yang berpengaruh terhadap perekonomian setiap negara, termasuk sektor perbankan dan dunia usaha. Kondisi itu menuntut pelaku ekonomi kreatif untuk terus mencari terobosan baru.

“Oleh karena itu, para wirausaha dan pelaku ekonomi kreatif di tempat kita harus mampu mencari terobosan baru. Kreativitas anak muda harus kita tonjolkan agar bisa tetap eksis,” ujar Gubernur.

Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi langkah Gekrafs Jawa Tengah yang menginisiasi Gekrafs Peduli. Menurutnya, kepedulian sosial perlu menjadi bagian dari semangat berwirausaha serta pengembangan ekonomi kreatif.

Ketua Gekrafs Jawa Tengah, Berty Diah Rahmana, mengatakan, Gekrafs Peduli lahir dari kesadaran bahwa ekonomi kreatif tidak hanya berkaitan dengan kreativitas dan keuntungan ekonomi. 

“Gekrafs itu bukan hanya kreativitas, tidak hanya untuk mencari keuntungan atau segi ekonomi, tetapi kita juga bisa menumbuhkan jiwa-jiwa sosial yang ada di diri kita,” ucapnya.

Ia menegaskan, Gekrafs Peduli tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial. Rencananya, program ini akan digelar rutin satu kali setiap bulan. Bahkan tidak hanya berpusat di Kota Semarang, tetapi juga menjangkau daerah lain, seperti Solo, Demak, Kendal, dan wilayah lain.

Guna memperluas dampak program, Gekrafs Jateng membuka kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Baznas, organisasi perangkat daerah (OPD), komunitas, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan.

Peluncuran Gekrafs Peduli juga dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Gekrafs, Laja Lapian. Selain peluncuran program, acara ini diisi dengan kegiatan santunan anak yatim serta tausiah bersama Ustaz Muhammad Assad.


Bagikan :

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mendorong para pelaku ekonomi kreatif di wilayahnya untuk terus menciptakan terobosan-terobosan yang mampu membuka lapangan kerja baru. 

Hal itu disampaikannya dalam acara peluncuran Gekrafs Peduli yang diselenggarakan oleh Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Jawa Tengah di Ibis Styles Hotel, Kota Semarang pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Ia menilai, hal itu dapat diwujudkan karena para pelaku ekonomi kreatif mampu memberikan manfaat bagi banyak orang.

“Ekonomi kreatif ini bisa tumbuh kembang untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Ini tidak hanya dimiliki oleh anak muda, tetapi seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya. 

Apalagi, Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi tujuan investasi. Maka dari itu, peluangnya perlu terus diperkuat, salah satunya dengan mendorong pengembangan ekonomi kreatif. 
 
Sama halnya di tengah kondisi geopolitik yang berpengaruh terhadap perekonomian setiap negara, termasuk sektor perbankan dan dunia usaha. Kondisi itu menuntut pelaku ekonomi kreatif untuk terus mencari terobosan baru.

“Oleh karena itu, para wirausaha dan pelaku ekonomi kreatif di tempat kita harus mampu mencari terobosan baru. Kreativitas anak muda harus kita tonjolkan agar bisa tetap eksis,” ujar Gubernur.

Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi langkah Gekrafs Jawa Tengah yang menginisiasi Gekrafs Peduli. Menurutnya, kepedulian sosial perlu menjadi bagian dari semangat berwirausaha serta pengembangan ekonomi kreatif.

Ketua Gekrafs Jawa Tengah, Berty Diah Rahmana, mengatakan, Gekrafs Peduli lahir dari kesadaran bahwa ekonomi kreatif tidak hanya berkaitan dengan kreativitas dan keuntungan ekonomi. 

“Gekrafs itu bukan hanya kreativitas, tidak hanya untuk mencari keuntungan atau segi ekonomi, tetapi kita juga bisa menumbuhkan jiwa-jiwa sosial yang ada di diri kita,” ucapnya.

Ia menegaskan, Gekrafs Peduli tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial. Rencananya, program ini akan digelar rutin satu kali setiap bulan. Bahkan tidak hanya berpusat di Kota Semarang, tetapi juga menjangkau daerah lain, seperti Solo, Demak, Kendal, dan wilayah lain.

Guna memperluas dampak program, Gekrafs Jateng membuka kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Baznas, organisasi perangkat daerah (OPD), komunitas, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan.

Peluncuran Gekrafs Peduli juga dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Gekrafs, Laja Lapian. Selain peluncuran program, acara ini diisi dengan kegiatan santunan anak yatim serta tausiah bersama Ustaz Muhammad Assad.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu