Follow Us :              

Pemprov Jateng Kucurkan Miliaran Rupiah untuk Pemeliharaan dan Perbaikan Jalan di Pantura Barat

  22 June 2026  |   10:00:00  |   dibaca : 308 
Kategori :
Bagikan :

Pemprov Jateng Kucurkan Miliaran Rupiah untuk Pemeliharaan dan Perbaikan Jalan di Pantura Barat

22 June 2026 | 10:00:00 | dibaca : 308
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Pemprov Jateng Kucurkan Miliaran Rupiah untuk Pemeliharaan dan Perbaikan Jalan di Pantura Barat
Pemprov Jateng Kucurkan Miliaran Rupiah untuk Pemeliharaan dan Perbaikan Jalan di Pantura Barat
Pemprov Jateng Kucurkan Miliaran Rupiah untuk Pemeliharaan dan Perbaikan Jalan di Pantura Barat
Pemprov Jateng Kucurkan Miliaran Rupiah untuk Pemeliharaan dan Perbaikan Jalan di Pantura Barat
Pemprov Jateng Kucurkan Miliaran Rupiah untuk Pemeliharaan dan Perbaikan Jalan di Pantura Barat

Foto : Fajar (Humas Jateng)

TEGAL – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kemantapan jalan provinsi di wilayahnya pada 2026. Sebab, saat ini kondisi kemantapan jalan mengalami penurunan akibat hujan berkepanjangan yang terjadi hingga awal tahun. 

Sebelumnya, Jawa Tengah berhasil meraih peringkat kedua nasional dalam capaian kemantapan jalan pada 2025 dengan persentase mencapai 94%.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Gubernur saat memaparkan program pembangunan dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah Tahun 2026 yang digelar di Pendapa Ki Gede Sebayu, Kota Tegal pada Senin, 22 Juni 2026. 

Kegiatan itu dihadiri kepala daerah dari wilayah pengembangan (WP) Bregasmalang, meliputi Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Kabupaten Pemalang, serta wilayah Petanglong yang mencakup Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang.

Dalam paparannya, Gubernur mengungkapkan bahwa hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan tingkat kemantapan jalan di sejumlah daerah di wilayahnya.

Maka dari itu, upaya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sangat diperlukan. Pada tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran pembangunan dan pemeliharaan jalan provinsi yang ada di sejumlah daerah.

Di Kabupaten Brebes, anggaran sebesar Rp9,345 miliar dialokasikan untuk pemeliharaan rutin jalan provinsi sepanjang 143 km. Selain itu, anggaran sebesar Rp14,23 miliar disiapkan untuk peningkatan ruas Jalan Bumiayu–Salem dan Sirampog–Bumiayu. Kemudian, anggaran Rp9,39 miliar akan digunakan untuk rehabilitasi ruas Jalan Kersana–Bandungsari, Bandungsari–Pananggapan, dan Bandungsari–Salem.

Sementara itu, Kabupaten Pemalang memperoleh anggaran sebesar Rp6,1 miliar untuk pemeliharaan rutin. Kabupaten Pekalongan mendapat alokasi Rp5,67 miliar untuk pemeliharaan rutin dan anggaran sebesar Rp5,27 miliar untuk peningkatan jalan pada ruas Jalan Wiradesa–Kajen. 

Adapun untuk Kabupaten Batang mendapatkan anggaran pemeliharaan sebesar Rp5,06 miliar untuk ruas jalan sepanjang 76,99 km. 

Gubernur mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Jateng. Sebab, infrastruktur yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa antardaerah.

Selain itu, Jawa Tengah merupakan salah satu jalur utama arus mudik nasional. Oleh karena itu, pemerintah berupaya memastikan kondisi jalan tetap mantap untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menyatakan kesiapannya dalam menjalankan program pemeliharaan jalan yang telah direncanakan.

“Secara keseluruhan untuk alokasi ruas jalan sudah kita plotting,” ucapnya.


Bagikan :

TEGAL – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kemantapan jalan provinsi di wilayahnya pada 2026. Sebab, saat ini kondisi kemantapan jalan mengalami penurunan akibat hujan berkepanjangan yang terjadi hingga awal tahun. 

Sebelumnya, Jawa Tengah berhasil meraih peringkat kedua nasional dalam capaian kemantapan jalan pada 2025 dengan persentase mencapai 94%.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Gubernur saat memaparkan program pembangunan dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah Tahun 2026 yang digelar di Pendapa Ki Gede Sebayu, Kota Tegal pada Senin, 22 Juni 2026. 

Kegiatan itu dihadiri kepala daerah dari wilayah pengembangan (WP) Bregasmalang, meliputi Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Kabupaten Pemalang, serta wilayah Petanglong yang mencakup Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang.

Dalam paparannya, Gubernur mengungkapkan bahwa hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan tingkat kemantapan jalan di sejumlah daerah di wilayahnya.

Maka dari itu, upaya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sangat diperlukan. Pada tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran pembangunan dan pemeliharaan jalan provinsi yang ada di sejumlah daerah.

Di Kabupaten Brebes, anggaran sebesar Rp9,345 miliar dialokasikan untuk pemeliharaan rutin jalan provinsi sepanjang 143 km. Selain itu, anggaran sebesar Rp14,23 miliar disiapkan untuk peningkatan ruas Jalan Bumiayu–Salem dan Sirampog–Bumiayu. Kemudian, anggaran Rp9,39 miliar akan digunakan untuk rehabilitasi ruas Jalan Kersana–Bandungsari, Bandungsari–Pananggapan, dan Bandungsari–Salem.

Sementara itu, Kabupaten Pemalang memperoleh anggaran sebesar Rp6,1 miliar untuk pemeliharaan rutin. Kabupaten Pekalongan mendapat alokasi Rp5,67 miliar untuk pemeliharaan rutin dan anggaran sebesar Rp5,27 miliar untuk peningkatan jalan pada ruas Jalan Wiradesa–Kajen. 

Adapun untuk Kabupaten Batang mendapatkan anggaran pemeliharaan sebesar Rp5,06 miliar untuk ruas jalan sepanjang 76,99 km. 

Gubernur mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Jateng. Sebab, infrastruktur yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa antardaerah.

Selain itu, Jawa Tengah merupakan salah satu jalur utama arus mudik nasional. Oleh karena itu, pemerintah berupaya memastikan kondisi jalan tetap mantap untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menyatakan kesiapannya dalam menjalankan program pemeliharaan jalan yang telah direncanakan.

“Secara keseluruhan untuk alokasi ruas jalan sudah kita plotting,” ucapnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu