Follow Us :              

Jawa Tengah Dilirik IOA Global, Jajaki Investasi Manufaktur Berteknologi Tinggi hingga Pertukaran Mahasiswa 

  14 July 2026  |   13:30:00  |   dibaca : 134 
Kategori :
Bagikan :

Jawa Tengah Dilirik IOA Global, Jajaki Investasi Manufaktur Berteknologi Tinggi hingga Pertukaran Mahasiswa 

14 July 2026 | 13:30:00 | dibaca : 134
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Jawa Tengah Dilirik IOA Global, Jajaki Investasi Manufaktur Berteknologi Tinggi hingga Pertukaran Mahasiswa 
Jawa Tengah Dilirik IOA Global, Jajaki Investasi Manufaktur Berteknologi Tinggi hingga Pertukaran Mahasiswa 
Jawa Tengah Dilirik IOA Global, Jajaki Investasi Manufaktur Berteknologi Tinggi hingga Pertukaran Mahasiswa 
Jawa Tengah Dilirik IOA Global, Jajaki Investasi Manufaktur Berteknologi Tinggi hingga Pertukaran Mahasiswa 
Jawa Tengah Dilirik IOA Global, Jajaki Investasi Manufaktur Berteknologi Tinggi hingga Pertukaran Mahasiswa 

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG – Perusahaan nirlaba Impact of Asia Limited (IOA) Global Pte Ltd Singapura menjajaki kerja sama jangka panjang dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kolaborasi tersebut tidak hanya menyasar investasi manufaktur berteknologi tinggi, tetapi juga pendidikan vokasi, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja.

Executive Chairman IOA Global Pte Ltd, Daryl Tan Chen Ming, mengatakan, kunjungan delegasinya ke Jawa Tengah merupakan langkah awal untuk memetakan potensi kerja sama dengan jaringan mitra di Fujian dan Xiamen, Cina.

“Pertemuan ini masih merupakan kunjungan awal. Nantinya, mitra-mitra kami akan datang pada Oktober, sehingga kita bisa memfinalisasi apa saja yang perlu dikerjakan bersama,” ucapnya saat beraudiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., di kantornya pada Selasa, 14 Juli 2026.

Salah satu mitra yang akan dibawa merupakan perusahaan manufaktur sepatu berteknologi tinggi dari Cina yang serius menjajaki pembangunan fasilitas produksi di Jawa Tengah.

Selain itu, IOA juga berencana membawa investor dari Cina dan sejumlah negara di Eropa untuk melihat potensi lokasi, dukungan pemerintah, kesiapan tenaga kerja, serta kebutuhan spesifik investasi yang akan dilakukan di Jateng.

“Ini merupakan komitmen dan proyek jangka panjang yang sedang kami jajaki. Bukan hanya dalam investasi, tetapi juga pendidikan,” kata Daryl.

Menurutnya, Fujian memiliki banyak industri manufaktur berteknologi tinggi yang dapat dikembangkan di Jateng sekaligus untuk memperkuat kompetensi tenaga kerja. Salah satu gagasan utamanya adalah membangun fasilitas manufaktur milik investor Fujian di Jawa Tengah.

Kerja sama juga akan diarahkan pada pengembangan pendidikan dan sumber daya manusia. Nantinya, para pemuda di Jawa Tengah berpeluang mengikuti pendidikan atau pelatihan di Cina, sementara tenaga ahli dari Cina bisa datang untuk memberikan pelatihan teknologi baru.

Daryl menyebut, keluarganya telah mengembangkan sekitar 120 sekolah dan perguruan tinggi di Xiamen selama lebih dari satu abad. Pengalaman tersebut membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi di Jateng melalui program pertukaran mahasiswa, dosen, informasi, pengetahuan, dan tenaga ahli.

“Saya kira kerja sama pendidikan akan membawa kedua wilayah ke tingkat yang lebih tinggi. Pendidikan ini juga merupakan rencana jangka panjang yang bisa dilakukan oleh kedua wilayah,” katanya.

Ia menilai, Jawa Tengah memiliki modal kuat sebagai lokasi investasi didukung dengan kelengkapan infrastruktur, kawasan industri, dan ekosistem usaha yang telah berkembang.

Chief Executive IOA Global Pte Ltd, Razali Ramli, menambahkan, Jawa Tengah mempunyai kedekatan budaya dengan masyarakat dan pelaku usaha dari Fujian. Banyak pengusaha asal Fujian juga telah memiliki jaringan usaha di wilayah ini.

“Karena itu, saya rasa budayanya memiliki banyak persamaan. Jadi, lebih mudah bagi masyarakat ataupun pengusaha dari Provinsi Fujian untuk datang ke sini, karena terdapat elemen-elemen yang lebih mereka pahami dibandingkan daerah lain di Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyatakan bahwa pemerintah daerah siap memberikan kepastian, keamanan, pendampingan, serta mengawal proses perizinan para calon investor. Pemprov Jateng juga menawarkan sejumlah kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus yang dapat dipilih sesuai kebutuhan perusahaan.

Ia mengatakan, industri padat karya menjadi salah satu prioritasnya karena mampu menyerap banyak tenaga kerja. Kesiapan sumber daya manusia didukung ribuan sekolah vokasi, politeknik, dan Balai Latihan Kerja (BLK) yang diarahkan agar terhubung dengan kebutuhan perusahaan.

“BLK kita ini untuk menjamin keterampilan tenaga kerja agar bisa diterima di perusahaan,” ucapnya.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, total investasi Singapura selama 2022 hingga Triwulan I 2026 mencapai Rp32,158 triliun. Capaian tersebut menempatkan Singapura sebagai investor terbesar kedua di Jateng. Khusus pada Triwulan I 2026, Singapura menjadi kontributor terbesar penanaman modal asing dengan nilai Rp3,333 triliun atau sekitar 25,8% dari total investasi asing.


Bagikan :

SEMARANG – Perusahaan nirlaba Impact of Asia Limited (IOA) Global Pte Ltd Singapura menjajaki kerja sama jangka panjang dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kolaborasi tersebut tidak hanya menyasar investasi manufaktur berteknologi tinggi, tetapi juga pendidikan vokasi, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja.

Executive Chairman IOA Global Pte Ltd, Daryl Tan Chen Ming, mengatakan, kunjungan delegasinya ke Jawa Tengah merupakan langkah awal untuk memetakan potensi kerja sama dengan jaringan mitra di Fujian dan Xiamen, Cina.

“Pertemuan ini masih merupakan kunjungan awal. Nantinya, mitra-mitra kami akan datang pada Oktober, sehingga kita bisa memfinalisasi apa saja yang perlu dikerjakan bersama,” ucapnya saat beraudiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., di kantornya pada Selasa, 14 Juli 2026.

Salah satu mitra yang akan dibawa merupakan perusahaan manufaktur sepatu berteknologi tinggi dari Cina yang serius menjajaki pembangunan fasilitas produksi di Jawa Tengah.

Selain itu, IOA juga berencana membawa investor dari Cina dan sejumlah negara di Eropa untuk melihat potensi lokasi, dukungan pemerintah, kesiapan tenaga kerja, serta kebutuhan spesifik investasi yang akan dilakukan di Jateng.

“Ini merupakan komitmen dan proyek jangka panjang yang sedang kami jajaki. Bukan hanya dalam investasi, tetapi juga pendidikan,” kata Daryl.

Menurutnya, Fujian memiliki banyak industri manufaktur berteknologi tinggi yang dapat dikembangkan di Jateng sekaligus untuk memperkuat kompetensi tenaga kerja. Salah satu gagasan utamanya adalah membangun fasilitas manufaktur milik investor Fujian di Jawa Tengah.

Kerja sama juga akan diarahkan pada pengembangan pendidikan dan sumber daya manusia. Nantinya, para pemuda di Jawa Tengah berpeluang mengikuti pendidikan atau pelatihan di Cina, sementara tenaga ahli dari Cina bisa datang untuk memberikan pelatihan teknologi baru.

Daryl menyebut, keluarganya telah mengembangkan sekitar 120 sekolah dan perguruan tinggi di Xiamen selama lebih dari satu abad. Pengalaman tersebut membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi di Jateng melalui program pertukaran mahasiswa, dosen, informasi, pengetahuan, dan tenaga ahli.

“Saya kira kerja sama pendidikan akan membawa kedua wilayah ke tingkat yang lebih tinggi. Pendidikan ini juga merupakan rencana jangka panjang yang bisa dilakukan oleh kedua wilayah,” katanya.

Ia menilai, Jawa Tengah memiliki modal kuat sebagai lokasi investasi didukung dengan kelengkapan infrastruktur, kawasan industri, dan ekosistem usaha yang telah berkembang.

Chief Executive IOA Global Pte Ltd, Razali Ramli, menambahkan, Jawa Tengah mempunyai kedekatan budaya dengan masyarakat dan pelaku usaha dari Fujian. Banyak pengusaha asal Fujian juga telah memiliki jaringan usaha di wilayah ini.

“Karena itu, saya rasa budayanya memiliki banyak persamaan. Jadi, lebih mudah bagi masyarakat ataupun pengusaha dari Provinsi Fujian untuk datang ke sini, karena terdapat elemen-elemen yang lebih mereka pahami dibandingkan daerah lain di Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menyatakan bahwa pemerintah daerah siap memberikan kepastian, keamanan, pendampingan, serta mengawal proses perizinan para calon investor. Pemprov Jateng juga menawarkan sejumlah kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus yang dapat dipilih sesuai kebutuhan perusahaan.

Ia mengatakan, industri padat karya menjadi salah satu prioritasnya karena mampu menyerap banyak tenaga kerja. Kesiapan sumber daya manusia didukung ribuan sekolah vokasi, politeknik, dan Balai Latihan Kerja (BLK) yang diarahkan agar terhubung dengan kebutuhan perusahaan.

“BLK kita ini untuk menjamin keterampilan tenaga kerja agar bisa diterima di perusahaan,” ucapnya.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, total investasi Singapura selama 2022 hingga Triwulan I 2026 mencapai Rp32,158 triliun. Capaian tersebut menempatkan Singapura sebagai investor terbesar kedua di Jateng. Khusus pada Triwulan I 2026, Singapura menjadi kontributor terbesar penanaman modal asing dengan nilai Rp3,333 triliun atau sekitar 25,8% dari total investasi asing.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu