Follow Us :              

Wagub Pacu Percepatan Sensus Ekonomi 2026, Pendataan di Jateng Capai 81%

  06 August 2026  |   15:00:00  |   dibaca : 321 
Kategori :
Bagikan :

Wagub Pacu Percepatan Sensus Ekonomi 2026, Pendataan di Jateng Capai 81%

06 August 2026 | 15:00:00 | dibaca : 321
Kategori :
Bagikan :

Foto : Mizan (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Wagub Pacu Percepatan Sensus Ekonomi 2026, Pendataan di Jateng Capai 81%
Wagub Pacu Percepatan Sensus Ekonomi 2026, Pendataan di Jateng Capai 81%
Wagub Pacu Percepatan Sensus Ekonomi 2026, Pendataan di Jateng Capai 81%
Wagub Pacu Percepatan Sensus Ekonomi 2026, Pendataan di Jateng Capai 81%
Wagub Pacu Percepatan Sensus Ekonomi 2026, Pendataan di Jateng Capai 81%

Foto : Mizan (Humas Jateng)

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong dilakukannya percepatan dalam kegiatan Sensus Ekonomi 2026 di wilayahnya. Saat ini, progres Sensus Ekonomi di Jateng sudah mencapai 81%. 

Pihaknya siap memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemerintah kabupaten/kota agar target pendataan dapat diselesaikan sebelum masa sensus berakhir.

"Kita kolaborasikan lagi, kita pahamkan kepada para pengusaha, masyarakat, termasuk penghuni apartemen. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap untuk itu," ucapnya dalam Rapat Koordinasi Daerah Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Kamis, 6 Agustus 2026. 

Wagub mengatakan, pemerintah daerah akan memetakan kembali perusahaan maupun kawasan industri yang belum seluruhnya terdata, agar dapat dilakukan pendekatan secara lebih intensif.

Ia menyampaikan, kawasan industri di Kendal dan Batang telah mencatat pendataan 100%, sehingga pola koordinasi di wilayah tersebut diharapkan dapat diterapkan di daerah lain.

"Kita petakan kembali perusahaan dan kawasan industri yang belum tercapai agar dalam sisa waktu tiga minggu ini, Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah benar-benar bisa dituntaskan," ujarnya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Semarang masih menjadi daerah yang membutuhkan percepatan karena memiliki jumlah pelaku usaha terbesar di Jateng. Sampai saat ini, capaian pendataan di Kota Semarang sekitar 71%. Sementara itu, capaian pendataan tertinggi ada di Kabupaten Banjarnegara sekitar 92%.

Wakil Kepala BPS Pusat, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi kuat antara BPS, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta pemerintah kabupaten/kota.

Ia  menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Jateng beserta seluruh pemerintah kabupaten/kota yang dinilai telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

"Alhamdulillah progres pendataan sektor ekonomi di Jawa Tengah sangat baik. Sudah mencapai 81% dari total target. Ini bukan capaian yang mudah, karena jumlah pelaku usaha di Jawa Tengah mencapai lebih dari 4,5 juta," ucapnya.
 
Meskipun capaian pendataan secara umum tinggi, Sonny mengungkapkan bahwa pendataan terhadap kelompok usaha besar baru mencapai sekitar 40%.

"Target kami seluruh usaha besar bisa terdata 100%, karena data tersebut akan menentukan potret ekonomi Indonesia secara lengkap," ujarnya.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan berasal dari masyarakat maupun pelaku usaha kecil, melainkan proses pendataan perusahaan besar yang membutuhkan koordinasi internal lintas divisi hingga kantor pusat.

"Untuk perusahaan besar, data yang diminta mencakup keuangan, ketenagakerjaan, hingga penjualan, sehingga membutuhkan waktu lebih lama. Banyak juga yang harus berkoordinasi dengan kantor pusat," katanya.

Selain itu, pendataan para penghuni apartemen juga menjadi tantangan tersendiri, karena sulit ditemui akibat aktivitas yang padat.

Guna mengejar target, BPS menerjunkan tidak hanya petugas lapangan, tetapi juga aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat senior BPS secara langsung untuk melakukan pendataan terhadap perusahaan-perusahaan besar.

Sonny kembali menegaskan bahwa Sensus Ekonomi tidak berkaitan dengan perpajakan. Seluruh data responden dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan perundang-undangan.

Nantinya, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi basis penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi nasional maupun daerah. Data tersebut akan memotret jumlah dan sebaran pelaku usaha, skala usaha, sektor formal maupun informal, hingga karakteristik kegiatan ekonomi yang menjadi dasar perencanaan pembangunan di masa mendatang.


Bagikan :

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong dilakukannya percepatan dalam kegiatan Sensus Ekonomi 2026 di wilayahnya. Saat ini, progres Sensus Ekonomi di Jateng sudah mencapai 81%. 

Pihaknya siap memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemerintah kabupaten/kota agar target pendataan dapat diselesaikan sebelum masa sensus berakhir.

"Kita kolaborasikan lagi, kita pahamkan kepada para pengusaha, masyarakat, termasuk penghuni apartemen. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap untuk itu," ucapnya dalam Rapat Koordinasi Daerah Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Kamis, 6 Agustus 2026. 

Wagub mengatakan, pemerintah daerah akan memetakan kembali perusahaan maupun kawasan industri yang belum seluruhnya terdata, agar dapat dilakukan pendekatan secara lebih intensif.

Ia menyampaikan, kawasan industri di Kendal dan Batang telah mencatat pendataan 100%, sehingga pola koordinasi di wilayah tersebut diharapkan dapat diterapkan di daerah lain.

"Kita petakan kembali perusahaan dan kawasan industri yang belum tercapai agar dalam sisa waktu tiga minggu ini, Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah benar-benar bisa dituntaskan," ujarnya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Semarang masih menjadi daerah yang membutuhkan percepatan karena memiliki jumlah pelaku usaha terbesar di Jateng. Sampai saat ini, capaian pendataan di Kota Semarang sekitar 71%. Sementara itu, capaian pendataan tertinggi ada di Kabupaten Banjarnegara sekitar 92%.

Wakil Kepala BPS Pusat, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi kuat antara BPS, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta pemerintah kabupaten/kota.

Ia  menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Jateng beserta seluruh pemerintah kabupaten/kota yang dinilai telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

"Alhamdulillah progres pendataan sektor ekonomi di Jawa Tengah sangat baik. Sudah mencapai 81% dari total target. Ini bukan capaian yang mudah, karena jumlah pelaku usaha di Jawa Tengah mencapai lebih dari 4,5 juta," ucapnya.
 
Meskipun capaian pendataan secara umum tinggi, Sonny mengungkapkan bahwa pendataan terhadap kelompok usaha besar baru mencapai sekitar 40%.

"Target kami seluruh usaha besar bisa terdata 100%, karena data tersebut akan menentukan potret ekonomi Indonesia secara lengkap," ujarnya.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan berasal dari masyarakat maupun pelaku usaha kecil, melainkan proses pendataan perusahaan besar yang membutuhkan koordinasi internal lintas divisi hingga kantor pusat.

"Untuk perusahaan besar, data yang diminta mencakup keuangan, ketenagakerjaan, hingga penjualan, sehingga membutuhkan waktu lebih lama. Banyak juga yang harus berkoordinasi dengan kantor pusat," katanya.

Selain itu, pendataan para penghuni apartemen juga menjadi tantangan tersendiri, karena sulit ditemui akibat aktivitas yang padat.

Guna mengejar target, BPS menerjunkan tidak hanya petugas lapangan, tetapi juga aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat senior BPS secara langsung untuk melakukan pendataan terhadap perusahaan-perusahaan besar.

Sonny kembali menegaskan bahwa Sensus Ekonomi tidak berkaitan dengan perpajakan. Seluruh data responden dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan perundang-undangan.

Nantinya, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi basis penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi nasional maupun daerah. Data tersebut akan memotret jumlah dan sebaran pelaku usaha, skala usaha, sektor formal maupun informal, hingga karakteristik kegiatan ekonomi yang menjadi dasar perencanaan pembangunan di masa mendatang.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu