Follow Us :              

Pidato Presiden Jadi Pengingat, Gubernur Jateng Tegaskan Komitmen Sejahterakan Rakyat

  14 August 2026  |   08:00:00  |   dibaca : 1462 
Kategori :
Bagikan :

Pidato Presiden Jadi Pengingat, Gubernur Jateng Tegaskan Komitmen Sejahterakan Rakyat

14 August 2026 | 08:00:00 | dibaca : 1462
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Pidato Presiden Jadi Pengingat, Gubernur Jateng Tegaskan Komitmen Sejahterakan Rakyat
Pidato Presiden Jadi Pengingat, Gubernur Jateng Tegaskan Komitmen Sejahterakan Rakyat
Pidato Presiden Jadi Pengingat, Gubernur Jateng Tegaskan Komitmen Sejahterakan Rakyat
Pidato Presiden Jadi Pengingat, Gubernur Jateng Tegaskan Komitmen Sejahterakan Rakyat
Pidato Presiden Jadi Pengingat, Gubernur Jateng Tegaskan Komitmen Sejahterakan Rakyat

Foto : Adit (Humas Jateng)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menegaskan, seluruh program dan capaian pembangunan di wilayahnya harus bermuara pada kesejahteraan rakyat. Maka dari itu, pihaknya terus mendengarkan dan merespons persoalan yang dirasakan oleh masyarakat.

Hal itu disampaikan seusai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Tengah dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gedung Berlian, Kota Semarang pada Jumat, 14 Agustus 2026.

“Kita telah mendengarkan pidato Pak Presiden. Intinya, kita harus bekerja keras untuk rakyat. Artinya, kita harus selalu mendengarkan apa yang dirasakan oleh masyarakat kita,” ucap Gubernur didampingi Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen. 

Dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Presiden memaparkan sejumlah capaian dan arah pembangunan nasional, di antaranya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan jalan dan jembatan, sektor pendidikan, perlindungan sosial, serta penguatan swasembada pangan.

Presiden juga menekankan pentingnya kemandirian pangan agar Indonesia tidak bergantung pada pasokan dari luar, terutama di tengah ketidakpastian global. Saat ini, Indonesia telah mencapai swasembada pada 8 komoditas pangan strategis, yakni beras, jagung, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

Gubernur menilai, berbagai capaian yang disampaikan Presiden tersebut harus diikuti langkah nyata oleh pemerintah daerah. Menurutnya, tolok ukur keberhasilan pembangunan bukan hanya capaian angka, melainkan manfaat yang benar-benar dapat dirasakan masyarakat.

“Itu semua adalah untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Dalam konteks Jawa Tengah, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang beriringan dengan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah menjadi pengingat untuk terus meningkatkan hasil pembangunan.

Gubernur menyebut, angka kemiskinan Jateng mengalami penurunan. Pada Maret 2026 angkanya menjadi 9,21%. Jumlah itu mengalami penurunan dibandingkan Maret 2025 yang masih pada angka 9,48%. Oleh karena itu, pihaknya memberikan perhatian penuh kepada sekitar 3,9 juta warga yang berada dalam kelompok desil 1-4.

Dari sisi perekonomian, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat sebesar 5,71% (year on year) pada triwulan II tahun 2026 atau 5,80% (c-to-c) secara kumulatif pada Semester I-2026. Angka itu berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Capaian tersebut membuat pemerintah provinsi tetap optimistis, meskipun menghadapi keterbatasan fiskal dan ketidakpastian geopolitik.

Sejalan dengan itu, geliat investasi di Jateng juga menunjukkan tren positif. Selama 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai sekitar Rp110 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 257 ribu orang. Sementara hingga triwulan II atau semester I 2026, realisasi investasi telah mencapai sekitar Rp48,54 triliun dengan serapan tenaga kerja lebih dari 200 ribu orang.

Menurutnya, berbagai capaian di Jateng terkait upaya penurunan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, investasi, dan penyerapan tenaga kerja harus terus ditingkatkan. Maka dari itu, diperlukan keselarasan antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan DPRD.


Bagikan :

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menegaskan, seluruh program dan capaian pembangunan di wilayahnya harus bermuara pada kesejahteraan rakyat. Maka dari itu, pihaknya terus mendengarkan dan merespons persoalan yang dirasakan oleh masyarakat.

Hal itu disampaikan seusai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Tengah dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gedung Berlian, Kota Semarang pada Jumat, 14 Agustus 2026.

“Kita telah mendengarkan pidato Pak Presiden. Intinya, kita harus bekerja keras untuk rakyat. Artinya, kita harus selalu mendengarkan apa yang dirasakan oleh masyarakat kita,” ucap Gubernur didampingi Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen. 

Dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Presiden memaparkan sejumlah capaian dan arah pembangunan nasional, di antaranya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan jalan dan jembatan, sektor pendidikan, perlindungan sosial, serta penguatan swasembada pangan.

Presiden juga menekankan pentingnya kemandirian pangan agar Indonesia tidak bergantung pada pasokan dari luar, terutama di tengah ketidakpastian global. Saat ini, Indonesia telah mencapai swasembada pada 8 komoditas pangan strategis, yakni beras, jagung, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

Gubernur menilai, berbagai capaian yang disampaikan Presiden tersebut harus diikuti langkah nyata oleh pemerintah daerah. Menurutnya, tolok ukur keberhasilan pembangunan bukan hanya capaian angka, melainkan manfaat yang benar-benar dapat dirasakan masyarakat.

“Itu semua adalah untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Dalam konteks Jawa Tengah, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang beriringan dengan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah menjadi pengingat untuk terus meningkatkan hasil pembangunan.

Gubernur menyebut, angka kemiskinan Jateng mengalami penurunan. Pada Maret 2026 angkanya menjadi 9,21%. Jumlah itu mengalami penurunan dibandingkan Maret 2025 yang masih pada angka 9,48%. Oleh karena itu, pihaknya memberikan perhatian penuh kepada sekitar 3,9 juta warga yang berada dalam kelompok desil 1-4.

Dari sisi perekonomian, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat sebesar 5,71% (year on year) pada triwulan II tahun 2026 atau 5,80% (c-to-c) secara kumulatif pada Semester I-2026. Angka itu berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Capaian tersebut membuat pemerintah provinsi tetap optimistis, meskipun menghadapi keterbatasan fiskal dan ketidakpastian geopolitik.

Sejalan dengan itu, geliat investasi di Jateng juga menunjukkan tren positif. Selama 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai sekitar Rp110 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 257 ribu orang. Sementara hingga triwulan II atau semester I 2026, realisasi investasi telah mencapai sekitar Rp48,54 triliun dengan serapan tenaga kerja lebih dari 200 ribu orang.

Menurutnya, berbagai capaian di Jateng terkait upaya penurunan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, investasi, dan penyerapan tenaga kerja harus terus ditingkatkan. Maka dari itu, diperlukan keselarasan antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan DPRD.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu