Foto : Fajar (Humas Jateng)
Foto : Fajar (Humas Jateng)
JAKARTA — Investor asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), tertarik untuk kembali menanamkan investasi di Provinsi Jawa Tengah. Kali ini potensi yang diincar adalah pengembangan mini refinery atau kilang minyak berskala kecil untuk mengolah minyak di wilayah Kabupaten Jepara dengan nilai investasi kurang lebih sebesar Rp5 triliun.
Ketertarikan tersebut muncul setelah adanya pertemuan antara Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dengan calon investor dari Dubai di sela kegiatan di Jakarta pada Selasa, 15 September 2026. Investasi ini akan direalisasikan pada akhir tahun 2026, setelah dilakukan penandatanganan kerja sama.
"Mereka tertarik investasi mini refinery di wilayah Jepara," ucap Gubernur usai pertemuan.
Adapun dari paparan calon investor tersebut, Gubernur menjelaskan bahwa mini refinery yang nanti dibangun dapat mengolah minyak mentah dan lainnya.
Ia berharap, realisasi investasi tersebut dapat terwujud, sehingga hal ini mampu memperkuat pemenuhan energi di wilayah Jateng.
Sebagai informasi, Uni Emirat Arab merupakan salah satu negara asal investor di Jateng. Tercatat dalam waktu lima tahun terakhir, nilai investasi dari investor asal Uni Emirat Arab di Jateng mencapai Rp13 triliun.
"Itulah Jawa Tengah, di saat dunia global yang tidak menentu, Jawa Tengah masih menjadi tujuan investasi, termasuk di Dubai yang hari ini datang," ucap Gubernur.
Perwakilan investor asal Dubai, Talal Ourfali, mengatakan bahwa rencana investasi tersebut dilakukan setelah melihat potensi yang ada di Indonesia, khususnya Jateng, yang cukup bagus, termasuk potensi pengembangan mini refinery untuk mengolah minyak mentah.
"Di Indonesia masih kurang untuk mini refinery, padahal kami melihat ada potensi bagus. Kita mau bangun mini refinery dengan kapasitas mulai 10 ribu barrel per hari, targetnya nanti sampai 30 ribu barrel per hari. Insyaallah tempatnya di Jepara dan akan dimulai segera sebelum akhir tahun. Nilai investasinya sekitar USD 200 juta atau Rp5 triliun," katanya.
Selain bertemu investor asal Dubai, Gubernur Jateng juga bertemu dengan Konsul Kehormatan RI di Gda?sk, Polandia, Miros?aw Wawrowski. Pertemuan ini membahas penguatan diplomasi budaya dan pariwisata antara Jawa Tengah dengan Polandia.
Salah satu poin pembahasannya adalah rencana pengembangan Little Indonesia di Dolina Charlotty, Polandia. Saat ini, sudah dibangun kompleks budaya Bali di tempat tersebut, dan selanjutnya juga akan dibangun kompleks budaya Jawa.
"Itu menjadi bagian promosi budaya dan pariwisata Indonesia di Polandia. Kompleks Bali sudah selesai dibuat dan rencana akan membangun kompleks Jawa. Untuk detailnya nanti saya akan berkunjung lagi ke Jawa Tengah," ujar Wawrowski saat bertemu Gubernur.
JAKARTA — Investor asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), tertarik untuk kembali menanamkan investasi di Provinsi Jawa Tengah. Kali ini potensi yang diincar adalah pengembangan mini refinery atau kilang minyak berskala kecil untuk mengolah minyak di wilayah Kabupaten Jepara dengan nilai investasi kurang lebih sebesar Rp5 triliun.
Ketertarikan tersebut muncul setelah adanya pertemuan antara Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dengan calon investor dari Dubai di sela kegiatan di Jakarta pada Selasa, 15 September 2026. Investasi ini akan direalisasikan pada akhir tahun 2026, setelah dilakukan penandatanganan kerja sama.
"Mereka tertarik investasi mini refinery di wilayah Jepara," ucap Gubernur usai pertemuan.
Adapun dari paparan calon investor tersebut, Gubernur menjelaskan bahwa mini refinery yang nanti dibangun dapat mengolah minyak mentah dan lainnya.
Ia berharap, realisasi investasi tersebut dapat terwujud, sehingga hal ini mampu memperkuat pemenuhan energi di wilayah Jateng.
Sebagai informasi, Uni Emirat Arab merupakan salah satu negara asal investor di Jateng. Tercatat dalam waktu lima tahun terakhir, nilai investasi dari investor asal Uni Emirat Arab di Jateng mencapai Rp13 triliun.
"Itulah Jawa Tengah, di saat dunia global yang tidak menentu, Jawa Tengah masih menjadi tujuan investasi, termasuk di Dubai yang hari ini datang," ucap Gubernur.
Perwakilan investor asal Dubai, Talal Ourfali, mengatakan bahwa rencana investasi tersebut dilakukan setelah melihat potensi yang ada di Indonesia, khususnya Jateng, yang cukup bagus, termasuk potensi pengembangan mini refinery untuk mengolah minyak mentah.
"Di Indonesia masih kurang untuk mini refinery, padahal kami melihat ada potensi bagus. Kita mau bangun mini refinery dengan kapasitas mulai 10 ribu barrel per hari, targetnya nanti sampai 30 ribu barrel per hari. Insyaallah tempatnya di Jepara dan akan dimulai segera sebelum akhir tahun. Nilai investasinya sekitar USD 200 juta atau Rp5 triliun," katanya.
Selain bertemu investor asal Dubai, Gubernur Jateng juga bertemu dengan Konsul Kehormatan RI di Gda?sk, Polandia, Miros?aw Wawrowski. Pertemuan ini membahas penguatan diplomasi budaya dan pariwisata antara Jawa Tengah dengan Polandia.
Salah satu poin pembahasannya adalah rencana pengembangan Little Indonesia di Dolina Charlotty, Polandia. Saat ini, sudah dibangun kompleks budaya Bali di tempat tersebut, dan selanjutnya juga akan dibangun kompleks budaya Jawa.
"Itu menjadi bagian promosi budaya dan pariwisata Indonesia di Polandia. Kompleks Bali sudah selesai dibuat dan rencana akan membangun kompleks Jawa. Untuk detailnya nanti saya akan berkunjung lagi ke Jawa Tengah," ujar Wawrowski saat bertemu Gubernur.
Berita Terbaru