Follow Us :              

4,2 Juta UMKM Jadi Kekuatan Ekonomi Jateng, Gubernur Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Ekspor

  07 October 2026  |   10:00:00  |   dibaca : 67 
Kategori :
Bagikan :

4,2 Juta UMKM Jadi Kekuatan Ekonomi Jateng, Gubernur Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Ekspor

07 October 2026 | 10:00:00 | dibaca : 67
Kategori :
Bagikan :

Foto : Adit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
4,2 Juta UMKM Jadi Kekuatan Ekonomi Jateng, Gubernur Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Ekspor
4,2 Juta UMKM Jadi Kekuatan Ekonomi Jateng, Gubernur Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Ekspor
4,2 Juta UMKM Jadi Kekuatan Ekonomi Jateng, Gubernur Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Ekspor
4,2 Juta UMKM Jadi Kekuatan Ekonomi Jateng, Gubernur Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Ekspor
4,2 Juta UMKM Jadi Kekuatan Ekonomi Jateng, Gubernur Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Ekspor

Foto : Adit (Humas Jateng)

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menegaskan, sebanyak 4,2 juta unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tersebar di 35 kabupaten/kota harus bertransformasi dari skala mikro menjadi usaha kecil, menengah, hingga mampu menembus pasar ekspor.

"UMKM harus mempunyai dampak dan naik kelas, mulai dari (usaha) mikro menjadi kecil hingga menengah dan dapat ekspor produk. Di saat kondisi geopolitik (tak menentu), keterbatasan fiskal, UMKM kita harus bisa naik kelas," ucapnya dalam acara Bursa Wirausaha Unggulan 2026 di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip), Kota Semarang pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Acara itu juga dihadiri oleh Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza; Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding; sejumlah kepala daerah di Jateng; 27 lembaga inkubator Jateng-DIY; pelaku UMKM; serta kurang lebih 760 mahasiswa calon pengusaha dari 17 perguruan tinggi di Jateng-DIY.

Gubernur menilai, bursa wirausaha serta pameran UMKM dan produk usaha menjadi ruang penting untuk pengembangan ekonomi dan peningkatan peluang usaha bagi anak muda. Sebab, kegiatan ini dapat membuka akses pasar dan kemitraan yang lebih luas.

Apalagi, UMKM merupakan salah satu urat nadi perekonomian di Jateng. Adapun dari 4,2 juta UMKM di provinsi ini, sekitar 97,95% merupakan usaha mikro. 

Gubernur menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jateng terus melakukan pendampingan dan pembinaan bagi UMKM yang ada di wilayahnya. Hingga triwulan II 2026, Dinas Koperasi dan UKM Jateng telah membina 201.035 unit usaha dengan nilai aset sekitar Rp39,74 triliun dan omzet sekitar Rp70,74 triliun.

Pemprov Jateng juga terus mendorong lahirnya wirausaha baru, sekaligus memperkuat kapasitas pelaku usaha yang sudah ada, melalui akses yang lebih luas terhadap pembiayaan, pasar, teknologi, dan kemitraan.

Guna mendukung proses tersebut, Pemprov Jateng memiliki berbagai program, antara lain Akademi Balatkop (Balai Pelatihan Koperasi) dan Hetero Business Leap. Melalui program tersebut, para pelaku UMKM diberikan materi penguatan pola pikir kewirausahaan, pengembangan produk dan pemasaran, pemanfaatan teknologi digital, pengelolaan usaha, hingga perluasan pasar.

Antusiasme masyarakat terhadap pengembangan kapasitas kewirausahaan juga terus meningkat. Pada tahun 2025, Akademi Balatkop mencatat 4.193 pendaftar, dengan peminatan terbesar pada digital marketing, keuangan bisnis, dan English conversation. 

Sementara pada tahun 2026, ada sebanyak 2.282 wirausaha binaan, terdiri dari 1.398 calon wirausaha, 436 wirausaha pemula, dan 448 wirausaha mapan. Bidang peminatan terbesarnya, meliputi makanan 48,9%; kerajinan 13,3%; dan jasa digital 13,3%.

Penguatan UMKM juga didukung melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 6% dari Bank Jateng. Akses permodalan ini juga sangat penting untuk mendukung berkembangnya pelaku usaha muda, sehingga tercipta lapangan pekerjaan baru. Kemudian, pembinaan dan pendampingan pelaku usaha terkait dengan peningkatan kualitas produk, kemasan, dan pemasaran juga terus dilakukan.

"Kita gandeng seluruh stakeholder yang ada kemudian memperbanyak kegiatan-kegiatan pameran, sehingga (UMKM) bisa berkembang bersama, termasuk soal digitalisasi," ucap Gubernur. 

Pada kesempatan itu, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, M. Riza Damanik, berharap, bursa wirausaha unggulan tersebut menjadi ruang yang dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa atau calon wirausaha muda agar lebih produktif.


Bagikan :

SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menegaskan, sebanyak 4,2 juta unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tersebar di 35 kabupaten/kota harus bertransformasi dari skala mikro menjadi usaha kecil, menengah, hingga mampu menembus pasar ekspor.

"UMKM harus mempunyai dampak dan naik kelas, mulai dari (usaha) mikro menjadi kecil hingga menengah dan dapat ekspor produk. Di saat kondisi geopolitik (tak menentu), keterbatasan fiskal, UMKM kita harus bisa naik kelas," ucapnya dalam acara Bursa Wirausaha Unggulan 2026 di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip), Kota Semarang pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Acara itu juga dihadiri oleh Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza; Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding; sejumlah kepala daerah di Jateng; 27 lembaga inkubator Jateng-DIY; pelaku UMKM; serta kurang lebih 760 mahasiswa calon pengusaha dari 17 perguruan tinggi di Jateng-DIY.

Gubernur menilai, bursa wirausaha serta pameran UMKM dan produk usaha menjadi ruang penting untuk pengembangan ekonomi dan peningkatan peluang usaha bagi anak muda. Sebab, kegiatan ini dapat membuka akses pasar dan kemitraan yang lebih luas.

Apalagi, UMKM merupakan salah satu urat nadi perekonomian di Jateng. Adapun dari 4,2 juta UMKM di provinsi ini, sekitar 97,95% merupakan usaha mikro. 

Gubernur menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jateng terus melakukan pendampingan dan pembinaan bagi UMKM yang ada di wilayahnya. Hingga triwulan II 2026, Dinas Koperasi dan UKM Jateng telah membina 201.035 unit usaha dengan nilai aset sekitar Rp39,74 triliun dan omzet sekitar Rp70,74 triliun.

Pemprov Jateng juga terus mendorong lahirnya wirausaha baru, sekaligus memperkuat kapasitas pelaku usaha yang sudah ada, melalui akses yang lebih luas terhadap pembiayaan, pasar, teknologi, dan kemitraan.

Guna mendukung proses tersebut, Pemprov Jateng memiliki berbagai program, antara lain Akademi Balatkop (Balai Pelatihan Koperasi) dan Hetero Business Leap. Melalui program tersebut, para pelaku UMKM diberikan materi penguatan pola pikir kewirausahaan, pengembangan produk dan pemasaran, pemanfaatan teknologi digital, pengelolaan usaha, hingga perluasan pasar.

Antusiasme masyarakat terhadap pengembangan kapasitas kewirausahaan juga terus meningkat. Pada tahun 2025, Akademi Balatkop mencatat 4.193 pendaftar, dengan peminatan terbesar pada digital marketing, keuangan bisnis, dan English conversation. 

Sementara pada tahun 2026, ada sebanyak 2.282 wirausaha binaan, terdiri dari 1.398 calon wirausaha, 436 wirausaha pemula, dan 448 wirausaha mapan. Bidang peminatan terbesarnya, meliputi makanan 48,9%; kerajinan 13,3%; dan jasa digital 13,3%.

Penguatan UMKM juga didukung melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga 6% dari Bank Jateng. Akses permodalan ini juga sangat penting untuk mendukung berkembangnya pelaku usaha muda, sehingga tercipta lapangan pekerjaan baru. Kemudian, pembinaan dan pendampingan pelaku usaha terkait dengan peningkatan kualitas produk, kemasan, dan pemasaran juga terus dilakukan.

"Kita gandeng seluruh stakeholder yang ada kemudian memperbanyak kegiatan-kegiatan pameran, sehingga (UMKM) bisa berkembang bersama, termasuk soal digitalisasi," ucap Gubernur. 

Pada kesempatan itu, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, M. Riza Damanik, berharap, bursa wirausaha unggulan tersebut menjadi ruang yang dapat dimanfaatkan oleh para mahasiswa atau calon wirausaha muda agar lebih produktif.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu