Follow Us :              

Kenalkan Nilai Pancasila Sejak Dini

  17 July 2018  |   10:00:00  |   dibaca : 1755 
Kategori :
Bagikan :

Kenalkan Nilai Pancasila Sejak Dini

17 July 2018 | 10:00:00 | dibaca : 1755
Kategori :
Bagikan :

Foto : (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Kenalkan Nilai Pancasila Sejak Dini
Kenalkan Nilai Pancasila Sejak Dini
Kenalkan Nilai Pancasila Sejak Dini
Kenalkan Nilai Pancasila Sejak Dini
Kenalkan Nilai Pancasila Sejak Dini

Foto : (Humas Jateng)

SEMARANG -  Sekretaris Daerah Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono KS MP menegaskan, Provinsi Jawa Tengah sebagai benteng Pancasila jangan hanya sebatas mendeklarasikan secara lisan, melainkan juga harus mampu menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

"Yang penting bagaimana kita mengimplementasikan mengamalkan serta menghayati secara utuh dan konsekuen. Jangan hanya ngomong atau menghafalkan Pancasila tapi perilakunya tidak pancasilais," ujar Sekda Sri Puryono saat memberi sambutan sekaligus membuka Focus Group Discussion (FGD) Wawasan Kebangsaan di Hotel Pandanaran Semarang, Selasa (17/7/2018).

Sekda menjelaskan sejak tahun 2012 Jateng mendeklarasikan diri sebagai provinsi bentengnya Pancasila. Maka sekarang perlu adanya berbagai upaya dari semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat untuk melakukan langkah-langkah nyata atau implementasi pemahaman dan pengalaman Pancasila.

"Saya berharap IKA Lemhanas di Jateng menjadi pelopor dan penggerak bagaimana implementasi dan penghayatan Pancasila, senantiasa menjunjung tinggi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," harapnya.

Sekda yang sekaligus sebagai Ketua Ikatan Keluarga (IKA) Lemhanas Komisariat Jawa Tengah mengatakan, pihaknya tidak memungkiri bahwa nilai-nilai Pancasila pada era sekarang mulai luntur. Karenanya IKA Lemhanas Pusat bekerjasama dengan Kesbangpol, serta Badan Pengamanan Ideologi Pancasila (BPIP) mengadakan FGD guna membahas tentang pemahaman nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan.

Peserta berjumlah sekitar 135 orang tersebut, tidak hanya berasal dari Lemhanas dan Kesbangpol perwakilan dari 35 kabupaten/kota se-Jateng, melainkan juga perwakilan kepala Dinas Pendidikan dan Forum Rektor se-Jateng. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan bisa menularkan bagaimana implementasi pemahaman dan pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila kepada generasi bangsa sejak dini, terutama para siswa SD sampai perguruan tinggi.

"Sehingga para siswa dapat memahami tentang integritas, kejujuran, budi pekerti, menghargai dan menghormati orang lain dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sekarang saat tepat untuk merevitalisasi, menggali dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila," bebernya.

Tidak kalah penting adalah metode penyampaian wawasan kebangsaan kepada masyarakat, terutama generasi milenial. Generasi milenial itu generasi digital, sehingga pemahaman disampaikan sesuai dengan suasana kebatinan milineal. Jangan hanya sebatas teori melainkan disertai contoh konkret bagaimana implementasi pemahaman dan pengalaman Pancasila.

Sekda berharap ke depan Jateng sebagai Benteng Pancasila tidak sekadar dikrarkan atau dibaca tetapi dihayati dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti cara menghormati orang yang lebih tua, menghargai sesama teman, dan kepada yang lebih muda bisa ngemong. Bagaimana mengajarkan budi pekerti, sopan santun terhadap orang tua, guru dan sesama teman.

"Contohnya anak-anak SD bermain dan bersosialisasi di lingkungan sekolah, kemudian menyalami dan mencium tangan guru sebelum masuk ruangan. Demikian juga gurunya, senantiasa memberikan penjelasan tentang bagaimana berdoa bersama sesuai keyakinan masing-masing sebelum pelajaran dimulai," bebernya.
(Marni/Puji/Humas Jateng)

 

Baca juga : Jangan Andalkan Komoditas Sebagai Motor Utama Ekonomi


Bagikan :

SEMARANG -  Sekretaris Daerah Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono KS MP menegaskan, Provinsi Jawa Tengah sebagai benteng Pancasila jangan hanya sebatas mendeklarasikan secara lisan, melainkan juga harus mampu menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

"Yang penting bagaimana kita mengimplementasikan mengamalkan serta menghayati secara utuh dan konsekuen. Jangan hanya ngomong atau menghafalkan Pancasila tapi perilakunya tidak pancasilais," ujar Sekda Sri Puryono saat memberi sambutan sekaligus membuka Focus Group Discussion (FGD) Wawasan Kebangsaan di Hotel Pandanaran Semarang, Selasa (17/7/2018).

Sekda menjelaskan sejak tahun 2012 Jateng mendeklarasikan diri sebagai provinsi bentengnya Pancasila. Maka sekarang perlu adanya berbagai upaya dari semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat untuk melakukan langkah-langkah nyata atau implementasi pemahaman dan pengalaman Pancasila.

"Saya berharap IKA Lemhanas di Jateng menjadi pelopor dan penggerak bagaimana implementasi dan penghayatan Pancasila, senantiasa menjunjung tinggi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," harapnya.

Sekda yang sekaligus sebagai Ketua Ikatan Keluarga (IKA) Lemhanas Komisariat Jawa Tengah mengatakan, pihaknya tidak memungkiri bahwa nilai-nilai Pancasila pada era sekarang mulai luntur. Karenanya IKA Lemhanas Pusat bekerjasama dengan Kesbangpol, serta Badan Pengamanan Ideologi Pancasila (BPIP) mengadakan FGD guna membahas tentang pemahaman nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan.

Peserta berjumlah sekitar 135 orang tersebut, tidak hanya berasal dari Lemhanas dan Kesbangpol perwakilan dari 35 kabupaten/kota se-Jateng, melainkan juga perwakilan kepala Dinas Pendidikan dan Forum Rektor se-Jateng. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan bisa menularkan bagaimana implementasi pemahaman dan pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila kepada generasi bangsa sejak dini, terutama para siswa SD sampai perguruan tinggi.

"Sehingga para siswa dapat memahami tentang integritas, kejujuran, budi pekerti, menghargai dan menghormati orang lain dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sekarang saat tepat untuk merevitalisasi, menggali dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila," bebernya.

Tidak kalah penting adalah metode penyampaian wawasan kebangsaan kepada masyarakat, terutama generasi milenial. Generasi milenial itu generasi digital, sehingga pemahaman disampaikan sesuai dengan suasana kebatinan milineal. Jangan hanya sebatas teori melainkan disertai contoh konkret bagaimana implementasi pemahaman dan pengalaman Pancasila.

Sekda berharap ke depan Jateng sebagai Benteng Pancasila tidak sekadar dikrarkan atau dibaca tetapi dihayati dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti cara menghormati orang yang lebih tua, menghargai sesama teman, dan kepada yang lebih muda bisa ngemong. Bagaimana mengajarkan budi pekerti, sopan santun terhadap orang tua, guru dan sesama teman.

"Contohnya anak-anak SD bermain dan bersosialisasi di lingkungan sekolah, kemudian menyalami dan mencium tangan guru sebelum masuk ruangan. Demikian juga gurunya, senantiasa memberikan penjelasan tentang bagaimana berdoa bersama sesuai keyakinan masing-masing sebelum pelajaran dimulai," bebernya.
(Marni/Puji/Humas Jateng)

 

Baca juga : Jangan Andalkan Komoditas Sebagai Motor Utama Ekonomi


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu