Follow Us :              

Tim ICZM Siap Tangani Kawasan Pesisir Jateng

  28 March 2019  |   10:00:00  |   dibaca : 1619 
Kategori :
Bagikan :


Tim ICZM Siap Tangani Kawasan Pesisir Jateng

28 March 2019 | 10:00:00 | dibaca : 1619
Kategori :
Bagikan :

Foto : Ebron (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Ebron (Humas Jateng)

SEMARANG - Persoalan banjir dan rob yang dialami sejumlah kabupaten/kota di kawasan pesisir Pantai Utara Jawa Tengah memperoleh perhatian serius pemerintah. Dua kesepakatan yang dijalin oleh pemerintah RI dan Belanda beberapa tahun lalu merupakan langkah awal dilakukannya proyek integrated coastal zone management (ICZM) di Jateng.

Kemitraan tersebut adalah ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) on Water oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan Kementerian Infrastruktur dan Pengelolaan Air Belanda serta Letter of Intent (LoI) yang ditandatangani oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Infrastruktur dan Pengelolaan Air Belanda pada November 2016.

"Pada tahun 2019 ini, sudah ada konsultan yang ditunjuk oleh Pemerintah Belanda untuk melaksanakan kegiatan ICZM," ujar Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Provinsi Jateng Nomastuti Junita Dewi saat beraudiensi dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bersama tim ICZM dari pemerintah Belanda (RVO) di ruang kerja, Kamis (28/3/2019).

Nomastuti menjelaskan, beberapa konsultan pemenang konsorsium dari Belanda yang bergabung ke dalam proyek ICZM antara lain, Witteveen+Bos (perusahaan teknik yang memiliki keahlian di bidang pengembangan proyek pesisir), Twynstra Gudde (konsultan bidang tata kelola air dan persoalan organisasi), PT BITA BINA SEMESTA (konsultan Indonesia yang bergerak di bidang pengembangan pembangkit listrik, mineral, dan sumber daya alam) dan akvo foundation (akvo.org). Victor Coenen sebagai perwakilan Witteveen+Bos Indonesia didapuk sebagai pimpinan tim ICZM-RVO.

Merujuk definisi International Ocean Institute, ICZM merupakan sebuah strategi pendekatan terpadu untuk merencanakan dan mengelola kawasan pantai, di mana semua kebijakan, sektor, dan tingkat kepentingan mulai dari level tertinggi hingga individu, dipertimbangkan dengan baik dan melibatkan para pemangku kepentingan secara partisipatif. Karena sifatnya lintas sektor, ICZM juga melibatkan beberapa OPD dan instansi, seperti Bappeda, Dinas Pusdataru, Dinas LHK, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas ESDM dan Universitas Diponegoro (Undip).

Nomastuti menambahkan, tim ICZM-RVO akan bekerja selama dua tahun untuk membantu Pemprov Jateng dalam mengatasi persoalan banjir dan rob secara terpadu di kawasan pesisir Pantai Utara (Pantura). Sejak minggu lalu, Dinas Pusdataru Jateng sudah mendampingi tim ICZM-RVO untuk melakukan observasi lapangan di Kabupaten Pekalongan dan Brebes.

"Kegiatan ini awalnya memang dari tim RVO, kemudian karena pemerintah Belanda tertarik dengan kegiatan ICZM, maka mereka mengadakan program bantuan melalui OKP-Nuffic (lembaga pendidikan milik pemerintah Belanda) bekerjasama dengan kami dan Undip. Mereka memberikan bantuan sebanyak satu juta Euro yang digunakan untuk membangun ICZM Center. Kami juga akan mengirim dua oranf staf dari Dinas Pusdataru untuk bersekolah magister di Belanda dan dibiayai oleh pemerintah Belanda," bebernya.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin (Gus Yasin) Maimoen menyambut baik kehadiran tim ICZM-RVO yang akan membantu Pemprov Jateng mengatasi berbagai persoalan kawasan pesisir, seperti banjir, rob, abrasi, hingga berkurangnya pasokan air baku. Terlebih, Negeri Kincir Angin dikenal memiliki banyak pakar di bidang tata kelola air.

"Dua tahun ke depan kita akan menjalin kerjasama yang lebih baik antara Indonesia dengan Belanda, khususnya di Jawa Tengah. Beberapa teman kami sudah melihat bagaimana penanganan rob di Belanda yang begitu baik. Bukan hanya menginisiasi penanganan rob, tetapi juga bagaimana mengolah air laut menjadi air konsumsi. Itu yang penting dan itu juga sudah dilakukan di negara Arab Saudi walaupun dengan metode yang berbeda," ujarnya.

Gus Yasin menjelaskan, saat ini Pemprov Jateng berupaya mencari solusi permasalahan banjir, rob, dan abrasi yang dialami masyarakat Kabupaten dan Kota Pekalongan, Brebes dan Demak. Pihaknya berharap, persoalan kawasan pesisir yang hingga kini masih dialami beberapa daerah di Pantura tidak menjadi kendala Jatang untuk menjadi sentra industri.

"Kita ingin di Jawa Tengah menjadi sentra industri. Karena dari letak geografisnya tidak menutup kemungkinan Jawa Tengah menjadi pusat perputaran ekonomi yang memang mayoritas kita masukkan melalui jalur laut sehingga perlu dibenahi. KIK ke depan akan membuat Pelabuhan Kendal, sedangkan di Pantura Timur ada Kabupaten Rembang yang ingin mengembangkan industri melalui pelabuhan. Kita ingin masukan dari Belanda yang juga menjadi sentra hukum internasional," lanjutnya.

Sebelumnya, tim ICZM-RVO juga melakukan audiensi dengan Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sri Puryono. Pihaknya berharap, proyek ICZM dapat terealisasi secara maksimal dalam membantu mengatasi persoalan kawasan pesisir Pantura. "Saya harap ini bisa terealisasi dengan baik karena water management ini memang menjadi fokus kita," ujarnya.

 

Baca juga : Ganjar Optimistis Tanggul Pantai Raksasa Bebaskan Pekalongan dari Rob dan Banjir


Bagikan :

SEMARANG - Persoalan banjir dan rob yang dialami sejumlah kabupaten/kota di kawasan pesisir Pantai Utara Jawa Tengah memperoleh perhatian serius pemerintah. Dua kesepakatan yang dijalin oleh pemerintah RI dan Belanda beberapa tahun lalu merupakan langkah awal dilakukannya proyek integrated coastal zone management (ICZM) di Jateng.

Kemitraan tersebut adalah ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) on Water oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan Kementerian Infrastruktur dan Pengelolaan Air Belanda serta Letter of Intent (LoI) yang ditandatangani oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Infrastruktur dan Pengelolaan Air Belanda pada November 2016.

"Pada tahun 2019 ini, sudah ada konsultan yang ditunjuk oleh Pemerintah Belanda untuk melaksanakan kegiatan ICZM," ujar Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Provinsi Jateng Nomastuti Junita Dewi saat beraudiensi dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bersama tim ICZM dari pemerintah Belanda (RVO) di ruang kerja, Kamis (28/3/2019).

Nomastuti menjelaskan, beberapa konsultan pemenang konsorsium dari Belanda yang bergabung ke dalam proyek ICZM antara lain, Witteveen+Bos (perusahaan teknik yang memiliki keahlian di bidang pengembangan proyek pesisir), Twynstra Gudde (konsultan bidang tata kelola air dan persoalan organisasi), PT BITA BINA SEMESTA (konsultan Indonesia yang bergerak di bidang pengembangan pembangkit listrik, mineral, dan sumber daya alam) dan akvo foundation (akvo.org). Victor Coenen sebagai perwakilan Witteveen+Bos Indonesia didapuk sebagai pimpinan tim ICZM-RVO.

Merujuk definisi International Ocean Institute, ICZM merupakan sebuah strategi pendekatan terpadu untuk merencanakan dan mengelola kawasan pantai, di mana semua kebijakan, sektor, dan tingkat kepentingan mulai dari level tertinggi hingga individu, dipertimbangkan dengan baik dan melibatkan para pemangku kepentingan secara partisipatif. Karena sifatnya lintas sektor, ICZM juga melibatkan beberapa OPD dan instansi, seperti Bappeda, Dinas Pusdataru, Dinas LHK, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas ESDM dan Universitas Diponegoro (Undip).

Nomastuti menambahkan, tim ICZM-RVO akan bekerja selama dua tahun untuk membantu Pemprov Jateng dalam mengatasi persoalan banjir dan rob secara terpadu di kawasan pesisir Pantai Utara (Pantura). Sejak minggu lalu, Dinas Pusdataru Jateng sudah mendampingi tim ICZM-RVO untuk melakukan observasi lapangan di Kabupaten Pekalongan dan Brebes.

"Kegiatan ini awalnya memang dari tim RVO, kemudian karena pemerintah Belanda tertarik dengan kegiatan ICZM, maka mereka mengadakan program bantuan melalui OKP-Nuffic (lembaga pendidikan milik pemerintah Belanda) bekerjasama dengan kami dan Undip. Mereka memberikan bantuan sebanyak satu juta Euro yang digunakan untuk membangun ICZM Center. Kami juga akan mengirim dua oranf staf dari Dinas Pusdataru untuk bersekolah magister di Belanda dan dibiayai oleh pemerintah Belanda," bebernya.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin (Gus Yasin) Maimoen menyambut baik kehadiran tim ICZM-RVO yang akan membantu Pemprov Jateng mengatasi berbagai persoalan kawasan pesisir, seperti banjir, rob, abrasi, hingga berkurangnya pasokan air baku. Terlebih, Negeri Kincir Angin dikenal memiliki banyak pakar di bidang tata kelola air.

"Dua tahun ke depan kita akan menjalin kerjasama yang lebih baik antara Indonesia dengan Belanda, khususnya di Jawa Tengah. Beberapa teman kami sudah melihat bagaimana penanganan rob di Belanda yang begitu baik. Bukan hanya menginisiasi penanganan rob, tetapi juga bagaimana mengolah air laut menjadi air konsumsi. Itu yang penting dan itu juga sudah dilakukan di negara Arab Saudi walaupun dengan metode yang berbeda," ujarnya.

Gus Yasin menjelaskan, saat ini Pemprov Jateng berupaya mencari solusi permasalahan banjir, rob, dan abrasi yang dialami masyarakat Kabupaten dan Kota Pekalongan, Brebes dan Demak. Pihaknya berharap, persoalan kawasan pesisir yang hingga kini masih dialami beberapa daerah di Pantura tidak menjadi kendala Jatang untuk menjadi sentra industri.

"Kita ingin di Jawa Tengah menjadi sentra industri. Karena dari letak geografisnya tidak menutup kemungkinan Jawa Tengah menjadi pusat perputaran ekonomi yang memang mayoritas kita masukkan melalui jalur laut sehingga perlu dibenahi. KIK ke depan akan membuat Pelabuhan Kendal, sedangkan di Pantura Timur ada Kabupaten Rembang yang ingin mengembangkan industri melalui pelabuhan. Kita ingin masukan dari Belanda yang juga menjadi sentra hukum internasional," lanjutnya.

Sebelumnya, tim ICZM-RVO juga melakukan audiensi dengan Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sri Puryono. Pihaknya berharap, proyek ICZM dapat terealisasi secara maksimal dalam membantu mengatasi persoalan kawasan pesisir Pantura. "Saya harap ini bisa terealisasi dengan baik karena water management ini memang menjadi fokus kita," ujarnya.

 

Baca juga : Ganjar Optimistis Tanggul Pantai Raksasa Bebaskan Pekalongan dari Rob dan Banjir


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu