Follow Us :              

IVA Test, Pemeriksaan Cepat, Yang Penting Sehat

  08 April 2019  |   12:30:00  |   dibaca : 3997 
Kategori :
Bagikan :

IVA Test, Pemeriksaan Cepat, Yang Penting Sehat

08 April 2019 | 12:30:00 | dibaca : 3997
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
IVA Test, Pemeriksaan Cepat, Yang Penting Sehat
IVA Test, Pemeriksaan Cepat, Yang Penting Sehat
IVA Test, Pemeriksaan Cepat, Yang Penting Sehat
IVA Test, Pemeriksaan Cepat, Yang Penting Sehat

Foto : Fajar (Humas Jateng)

SEMARANG - Dengan kemantapan hati, Ernawati mengunjungi Puskesmas Kecamatan Suruh. Berada di antara pasien lainnya, warga Desa Beji Lor itu sabar mengantre untuk melakukan pemeriksaan inspeksi visual asetat (IVA) guna deteksi dini kanker serviks.

Ernawati semakin yakin untuk melakukan IVA test ketika dia berjumpa dengan Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Siti Atikoh Ganjar Pranowo yang berkunjung ke Puskesmas tersebut. Rasa khawatirnya seolah lenyap, ketika istri orang nomor satu di Jateng itu menyampaikan arti penting IVA test. "Semula gelisah, tapi saya dikasih tahu kalau prosesnya (pemeriksaan) cepat. Yang penting sehat," ujarnya sembari tersenyum.

Selain Ernawati, Ani warga Dersansari, Kecamatan Suruh juga hadir untuk memotivasi rekan-rekan perempuannya yang menanti pelaksanaan IVA test di Puskesmas Kecamatan Suruh. Perempuan berhijab yang juga berperan sebagai kader posyandu itu mengaku sudah melakukan IVA test pada akhir 2018 lalu. Dia gencar mengajak para ibu untuk melakukan IVA test, mengingat kanker serviks atau leher rahim merupakan pembunuh nomor satu bagi kaum hawa di Indonesia.

"Kalau kita mengetahui bahwa kita negatif penyakit kanker serviks kan rasanya lega, nyaman. Maka sebagai kader posyandu kami aktif mengajak teman-teman kita (untuk melakukan IVA test), kami antar ke sini," jelasnya.

Ketua TP PKK Provinsi Jateng Atikoh Ganjar Pranowo bersyukur karena saat ini semakin banyak para ibu yang sadar akan pentingnya mengikuti IVA test. Meski pada awalnya banyak pula di antara mereka yang merasa malu atau takut untuk melakukan skrining deteksi dini kanker serviks.

"Semakin tahun, masyarakat semakin sadar bahwa ini kebutuhan. Awalnya takut tapi mereka merasa butuh sehat. Alhamdulillah di Kabupaten Semarang semua Puskesmas sudah bisa melayani IVA test," jelasnya.

Atikoh menerangkan, rasa malu atau takut yang dirasakan para ibu dapat diatasi ketika mereka bersama-sama melakukan IVA test. "Kalau acara seperti ini banyak mendatangkan masyarakat, diadakan secara serentak karena kalau bareng-bareng mereka lebih nyaman, lebih PD," ujarnya.

 

Baca juga : Tes IVA, Istri Sehat Suami Senang


Bagikan :

SEMARANG - Dengan kemantapan hati, Ernawati mengunjungi Puskesmas Kecamatan Suruh. Berada di antara pasien lainnya, warga Desa Beji Lor itu sabar mengantre untuk melakukan pemeriksaan inspeksi visual asetat (IVA) guna deteksi dini kanker serviks.

Ernawati semakin yakin untuk melakukan IVA test ketika dia berjumpa dengan Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Siti Atikoh Ganjar Pranowo yang berkunjung ke Puskesmas tersebut. Rasa khawatirnya seolah lenyap, ketika istri orang nomor satu di Jateng itu menyampaikan arti penting IVA test. "Semula gelisah, tapi saya dikasih tahu kalau prosesnya (pemeriksaan) cepat. Yang penting sehat," ujarnya sembari tersenyum.

Selain Ernawati, Ani warga Dersansari, Kecamatan Suruh juga hadir untuk memotivasi rekan-rekan perempuannya yang menanti pelaksanaan IVA test di Puskesmas Kecamatan Suruh. Perempuan berhijab yang juga berperan sebagai kader posyandu itu mengaku sudah melakukan IVA test pada akhir 2018 lalu. Dia gencar mengajak para ibu untuk melakukan IVA test, mengingat kanker serviks atau leher rahim merupakan pembunuh nomor satu bagi kaum hawa di Indonesia.

"Kalau kita mengetahui bahwa kita negatif penyakit kanker serviks kan rasanya lega, nyaman. Maka sebagai kader posyandu kami aktif mengajak teman-teman kita (untuk melakukan IVA test), kami antar ke sini," jelasnya.

Ketua TP PKK Provinsi Jateng Atikoh Ganjar Pranowo bersyukur karena saat ini semakin banyak para ibu yang sadar akan pentingnya mengikuti IVA test. Meski pada awalnya banyak pula di antara mereka yang merasa malu atau takut untuk melakukan skrining deteksi dini kanker serviks.

"Semakin tahun, masyarakat semakin sadar bahwa ini kebutuhan. Awalnya takut tapi mereka merasa butuh sehat. Alhamdulillah di Kabupaten Semarang semua Puskesmas sudah bisa melayani IVA test," jelasnya.

Atikoh menerangkan, rasa malu atau takut yang dirasakan para ibu dapat diatasi ketika mereka bersama-sama melakukan IVA test. "Kalau acara seperti ini banyak mendatangkan masyarakat, diadakan secara serentak karena kalau bareng-bareng mereka lebih nyaman, lebih PD," ujarnya.

 

Baca juga : Tes IVA, Istri Sehat Suami Senang


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu