Follow Us :              

Banyak Anak Tak Tahu Kimpul dan Talas, Ganjar: Bagaimana Bisa Bicara Diversifikasi Pangan

  25 October 2019  |   13:00:00  |   dibaca : 7007 
Kategori :
Bagikan :


Banyak Anak Tak Tahu Kimpul dan Talas, Ganjar: Bagaimana Bisa Bicara Diversifikasi Pangan

25 October 2019 | 13:00:00 | dibaca : 7007
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SALATIGA - Upaya pemerintah menggenjot diversifikasi pangan tak begitu disambut antusias oleh masyarakat. Terbukti, banyak masyarakat khususnya generasi muda yang tidak mengetahui berbagai jenis bahan makanan tradisional Indonesia.

Seperti saat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat menghadiri peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) di Salatiga, Jumat (25/10). Dalam kesempatan itu, Ganjar tidak memberikan sambutan panjang, ia justru menggelar kuis tebak-tebakan bersama sejumlah siswa SD yang hadir dalam kegiatan itu.

"Saya tidak mau sambutan panjang lebar, saya hanya ingin membuktikan, bahwa masih banyak anak-anak kita yang tidak tahu berbagai jenis makanan. Saya minta ada lima anak-anak SD maju ke depan," kata Ganjar.

Lima siswa SD berlarian untuk maju ke depan. Oleh Ganjar, mereka diminta untuk menyebutkan lima nama tanaman yang dipajang di depan panggung. Memang di depan panggung, dipajang sejumlah bahan makanan baik sayuran, buah dan berbagai jenis umbi-umbian.

Saat diminta menyebutkan nama dari bahan makanan itu, seorang anak bernama Aris Faturrahman, mengambil sejumlah bahan makanan, termasuk umbi-umbian berbentuk bulat. Kepada Ganjar, ia menyebut bahwa itu Bengkoang.

"Ini singkong, ini bengkoang pak" kata Aris.

Hal itu membuat Ganjar dan ratusan peserta tertawa terbahak-bahak. Ganjar pun meminta Aris untuk memakan buah itu.

"Masa ini bengkoang, coba kamu makan pasti ndak enak. Ini bukan bengkoang, ini Kimpul," kata Ganjar dan disambut tawa peserta lainnya.

Ada juga seorang anak yang membawa Talas dan menyebutnya adalah Lengkuas. Bahkan tak kalah lucu, saat ada anak menyebut pula Garut dengan wortel putih.

"Ini bukti betapa pentingnya kita mengajarkan kepada anak-anak tentang sumber bahan pangan yang ada di Indonesia. Banyak diantara mereka yang tidak tahu apa itu Kimpul, Talas, Garut dan lainnya," kata Ganjar.

Jawa Tengah lanjut Ganjar memiliki banyak sekali jenis bahan makanan pengganti beras. Selain peningkatan teknologi dan inovasi dalam upaya diversifikasi pangan, pengenalan aneka bahan makanan kepada generasi muda menurut Ganjar penting dilakukan.

"Saya minta anak-anak diajari,  guru-guru disekolah harus dilibatkan agar anak-anak mengerti ada sumber pangan alternative selain beras," tegasnya.

Ganjar menambahkan, pada tahun 2045 nanti Indonesia akan memasuki era baru menjadi Indonesia Emas. Diprediksikan, pada saat itu nanti jumlah penduduk Indonesia mencapai 350 juta jiwa.

"Bayangkan kalau sumber makanan tidak dikelola dengan baik dan hanya tergantung pada satu jenis makanan pokok, pasti kesulitan. Maka dari sekarang, kita galakkan gerakan diversifikasi pangan kepada masyarakat," tutupnya.


Bagikan :

SALATIGA - Upaya pemerintah menggenjot diversifikasi pangan tak begitu disambut antusias oleh masyarakat. Terbukti, banyak masyarakat khususnya generasi muda yang tidak mengetahui berbagai jenis bahan makanan tradisional Indonesia.

Seperti saat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat menghadiri peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) di Salatiga, Jumat (25/10). Dalam kesempatan itu, Ganjar tidak memberikan sambutan panjang, ia justru menggelar kuis tebak-tebakan bersama sejumlah siswa SD yang hadir dalam kegiatan itu.

"Saya tidak mau sambutan panjang lebar, saya hanya ingin membuktikan, bahwa masih banyak anak-anak kita yang tidak tahu berbagai jenis makanan. Saya minta ada lima anak-anak SD maju ke depan," kata Ganjar.

Lima siswa SD berlarian untuk maju ke depan. Oleh Ganjar, mereka diminta untuk menyebutkan lima nama tanaman yang dipajang di depan panggung. Memang di depan panggung, dipajang sejumlah bahan makanan baik sayuran, buah dan berbagai jenis umbi-umbian.

Saat diminta menyebutkan nama dari bahan makanan itu, seorang anak bernama Aris Faturrahman, mengambil sejumlah bahan makanan, termasuk umbi-umbian berbentuk bulat. Kepada Ganjar, ia menyebut bahwa itu Bengkoang.

"Ini singkong, ini bengkoang pak" kata Aris.

Hal itu membuat Ganjar dan ratusan peserta tertawa terbahak-bahak. Ganjar pun meminta Aris untuk memakan buah itu.

"Masa ini bengkoang, coba kamu makan pasti ndak enak. Ini bukan bengkoang, ini Kimpul," kata Ganjar dan disambut tawa peserta lainnya.

Ada juga seorang anak yang membawa Talas dan menyebutnya adalah Lengkuas. Bahkan tak kalah lucu, saat ada anak menyebut pula Garut dengan wortel putih.

"Ini bukti betapa pentingnya kita mengajarkan kepada anak-anak tentang sumber bahan pangan yang ada di Indonesia. Banyak diantara mereka yang tidak tahu apa itu Kimpul, Talas, Garut dan lainnya," kata Ganjar.

Jawa Tengah lanjut Ganjar memiliki banyak sekali jenis bahan makanan pengganti beras. Selain peningkatan teknologi dan inovasi dalam upaya diversifikasi pangan, pengenalan aneka bahan makanan kepada generasi muda menurut Ganjar penting dilakukan.

"Saya minta anak-anak diajari,  guru-guru disekolah harus dilibatkan agar anak-anak mengerti ada sumber pangan alternative selain beras," tegasnya.

Ganjar menambahkan, pada tahun 2045 nanti Indonesia akan memasuki era baru menjadi Indonesia Emas. Diprediksikan, pada saat itu nanti jumlah penduduk Indonesia mencapai 350 juta jiwa.

"Bayangkan kalau sumber makanan tidak dikelola dengan baik dan hanya tergantung pada satu jenis makanan pokok, pasti kesulitan. Maka dari sekarang, kita galakkan gerakan diversifikasi pangan kepada masyarakat," tutupnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu