Follow Us :              

Masyarakat Terdampak Covid-19 di Sekitar MAJT Terima Bantuan 7 Ton Beras

  02 May 2020  |   10:00:00  |   dibaca : 671 
Kategori :
Bagikan :


Masyarakat Terdampak Covid-19 di Sekitar MAJT Terima Bantuan 7 Ton Beras

02 May 2020 | 10:00:00 | dibaca : 671
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Satgas Covid-19 Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), menyerahkan bantuan 7 ton beras kepada masyarakat di sekitar masjid, Sabtu (2/5/2020), di Aula MAJT. 

Bantuan tersebut merupakan sumbangan pribadi Ganjar, ditambah donasi dari Pemprov Jateng, dan dari masyarakat melalui Satgas Covid-19 MAJT. 

"Saya senang banyak masjid di Jateng membuat gerakan ini. Ini bagian dari penguatan yang ada di masyarakat dan ummat, sehingga kita bisa saling bekerjasama," kata Ganjar seusai menyerahkan bantuan secara simbolis kepada paguyuban RW dan pedagang sekitar masjid.

Dengan banyaknya pihak yang memberikan bantuan, maka sentra distribusi kepada masyarakat yang membutuhkan semakin banyak. Bantuan-bantuan itu sangat penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Setidaknya masyarakat bisa lega, dapat bantuan beras atau sembako atau bantuan lain. Ini sangat membantu membuat masyarakat lebih tenang. Harapan hidupnya lebih panjang dan tidak bergantung pada satu sumber, namun sumber-sumber lainya seperti masjid ini," terangnya.

Meski begitu, Ganjar meminta masyarakat untuk tidak hanya mengadahkan tangan untuk meminta bantuan. Pihaknya mendorong masyarakat tetap memiliki semangat untuk produktif dan bisa berdaya.

"Makanya kami buat program Jogo Tonggo, sebagai upaya membuat masyarakat tetap produktif. Bahwa mereka terkena PHK, tidak bisa bekerja kita bantu, namun bantuan hanya stimulan. Selebihnya masyarakat harus dilatih, diberdayakan agar bisa mandiri," tegasnya.

Masyarakat diminta membuat lumbung pangan untuk wadah pengumpulan donasi dan bantuan dan dipakai bersama-sama. Selain itu, masyarakat juga diminta memberdayakan pekarangan rumah masing-masing sebagai tempat menanam kebutuhan pangan.

"Kalau memang mau usaha, silahkan didata. Nanti pemerintah akan mendampingi, memberikan pelatihan hingga permodalan agar bisa mandiri. Kalau mandiri, tentu tidak akan hanya mengandalkan bantuan," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PP MAJT, KH Noor Achmad mengatakan, dari 7 ton beras tersebut, semuanya dijadikan 1400 paket. Masing-masing paket berisi beras sebanyak 5 kilogram. Bantuan distribusikan dalam dua tahap, yakni Sabtu ini sebanyak 1000 paket dan tahap II akan didistribusikan pada 16 Mei 2020, dengan masih mencari tambahan donasi berupa uang maupun sembako. 

"Semuanya disasarkan kepada terdampak Covid di antaranya masyarakat di sekitar MAJT, para PKL, guru ngaji dan marbot masjid di Kota Semarang, fakir miskin di sekitar pemukiman pengurus MAJT dan jamaah pengajian Ibu-Ibu MAJT yang terdampak,” jelas Noor.

Seorang penerima bantuan, Sariman mengatakan sangat bersyukur mendapat bantuan itu. Sebab, virus corona membuatnya tidak mendapatkan penghasilan apa-apa dan selama ini hanya mengandalkan dari sisa tabungan.

"Biasanya saya jualan bakso di sini (MAJT), tapi sudah lama tutup dan tidak dapat penghasilan. Alhamdulillah dapat bantuan beras ini, bisa meringankan beban," kata Sariman.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Satgas Covid-19 Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), menyerahkan bantuan 7 ton beras kepada masyarakat di sekitar masjid, Sabtu (2/5/2020), di Aula MAJT. 

Bantuan tersebut merupakan sumbangan pribadi Ganjar, ditambah donasi dari Pemprov Jateng, dan dari masyarakat melalui Satgas Covid-19 MAJT. 

"Saya senang banyak masjid di Jateng membuat gerakan ini. Ini bagian dari penguatan yang ada di masyarakat dan ummat, sehingga kita bisa saling bekerjasama," kata Ganjar seusai menyerahkan bantuan secara simbolis kepada paguyuban RW dan pedagang sekitar masjid.

Dengan banyaknya pihak yang memberikan bantuan, maka sentra distribusi kepada masyarakat yang membutuhkan semakin banyak. Bantuan-bantuan itu sangat penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Setidaknya masyarakat bisa lega, dapat bantuan beras atau sembako atau bantuan lain. Ini sangat membantu membuat masyarakat lebih tenang. Harapan hidupnya lebih panjang dan tidak bergantung pada satu sumber, namun sumber-sumber lainya seperti masjid ini," terangnya.

Meski begitu, Ganjar meminta masyarakat untuk tidak hanya mengadahkan tangan untuk meminta bantuan. Pihaknya mendorong masyarakat tetap memiliki semangat untuk produktif dan bisa berdaya.

"Makanya kami buat program Jogo Tonggo, sebagai upaya membuat masyarakat tetap produktif. Bahwa mereka terkena PHK, tidak bisa bekerja kita bantu, namun bantuan hanya stimulan. Selebihnya masyarakat harus dilatih, diberdayakan agar bisa mandiri," tegasnya.

Masyarakat diminta membuat lumbung pangan untuk wadah pengumpulan donasi dan bantuan dan dipakai bersama-sama. Selain itu, masyarakat juga diminta memberdayakan pekarangan rumah masing-masing sebagai tempat menanam kebutuhan pangan.

"Kalau memang mau usaha, silahkan didata. Nanti pemerintah akan mendampingi, memberikan pelatihan hingga permodalan agar bisa mandiri. Kalau mandiri, tentu tidak akan hanya mengandalkan bantuan," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PP MAJT, KH Noor Achmad mengatakan, dari 7 ton beras tersebut, semuanya dijadikan 1400 paket. Masing-masing paket berisi beras sebanyak 5 kilogram. Bantuan distribusikan dalam dua tahap, yakni Sabtu ini sebanyak 1000 paket dan tahap II akan didistribusikan pada 16 Mei 2020, dengan masih mencari tambahan donasi berupa uang maupun sembako. 

"Semuanya disasarkan kepada terdampak Covid di antaranya masyarakat di sekitar MAJT, para PKL, guru ngaji dan marbot masjid di Kota Semarang, fakir miskin di sekitar pemukiman pengurus MAJT dan jamaah pengajian Ibu-Ibu MAJT yang terdampak,” jelas Noor.

Seorang penerima bantuan, Sariman mengatakan sangat bersyukur mendapat bantuan itu. Sebab, virus corona membuatnya tidak mendapatkan penghasilan apa-apa dan selama ini hanya mengandalkan dari sisa tabungan.

"Biasanya saya jualan bakso di sini (MAJT), tapi sudah lama tutup dan tidak dapat penghasilan. Alhamdulillah dapat bantuan beras ini, bisa meringankan beban," kata Sariman.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu