Follow Us :              

Dua Lansia Asal Kota Semarang Tergerak Jadi Relawan Covid-19

  11 May 2020  |   12:00:00  |   dibaca : 826 
Kategori :
Bagikan :


Dua Lansia Asal Kota Semarang Tergerak Jadi Relawan Covid-19

11 May 2020 | 12:00:00 | dibaca : 826
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Sepasang suami istri, Setyabudi Sutanto (72) dan Sumiyati Sastro Kaelan (69) tergerak untuk menjadi relawan covid-19. Keinginan ini disampaikan Sumiyati saat bertemu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di rumah dinasnya, Puri Gedeh, Kota Semarang, Senin (11/5/2020). 

"Saya dulu mantan perawat di RSUP Kariadi. Setelah suami kecelakaan di tahun 1975, saya keluar dan fokus merawat suami. Sekarang nganggur dan merasa tubuh masih sehat. Jadi tolong Pak Ganjar, saya mau jadi relawan untuk membantu tenaga medis menghadapi penyakit ini," kata Sumiyati. 

Sumiyati mengatakan, rasa kemanusiaannya tergerak setelah melihat tayangan video ketika Ganjar mengajak semua orang untuk ngrogoh rasa kamanungsan (merengkuh rasa kemanusiaan), membantu sesama di tengah pandemi covid-19 ini.

"Lalu saya berdoa, supaya saya yang tua ini bisa ikut membantu. Ndilalah ada anak-anak yang membuat masker dan dikasih ke saya, ada juga yang ngasih uang kemudian saya tabung," kata warga Sidorejo, Jalan Dr Cipto Kota Semarang itu. 

Masker yang diterimanya dia kumpulkan hingga mencapai 100 buah ditambah uang hasil tabungannya sebesar Rp 500 ribu, lalu disumbangkan demi penanganan covid-19 di Jawa Tengah. 

"Niki kula mbetha masker (ini saya bawa masker). Niki duit sekedhik mangga ditampa (ini uang sedikit silakan diterima)," katanya. 

Apa yang disampaikan dua simbah itu membuat Ganjar terenyuh. Ia tak menyangka, meski usai senja, keduanya tetap peduli untuk ikut membantu dan bahkan mengajukan diri menjadi relawan.

"Alhamdulilah oleh duit aku (alhamdulillah saya dapat uang)," canda Ganjar.

Namun belum selesai bicara, Sumiati langsung menampis tangan Ganjar yang memegang amplop berisi uang sumbangannya.

"Mboten nggo njenengan (bukan untuk kamu), cuma lewat saja," kata Sumiyati disambut tawa Ganjar.

"Saya terima bantuan masker dan uangnya ya mbah, terimakasih banyak. Nanti kami salurkan pada masyarakat yang membutuhkan," balas Ganjar.

Ganjar pun mengamini permintaan dua simbah itu untuk menjadi relawan, bukan di rumah sakit, melainkan di lingkungan sekitar rumahnya.

"Njenengan membantu seperti ini, sudah menjadi relawan. Kalau mau lebih, saya punya program Jogo Tonggo, menjaga tetangga supaya tidak kelaparan. Monggo simbah berdua ikut berpartisipasi, menggerakkan lingkungan untuk peduli. Yang mampu membantu yang tidak mampu, yang kekurangan dibantu," ajak Ganjar. 

Jawaban Ganjar itu cukup memuaskan kedua lansia itu. Sebelum berpamitan pulang, keduanya berjanji, akan melaksanakan perintah Ganjar menjadi relawan Jogo Tonggo di lingkungannya.


Bagikan :

SEMARANG - Sepasang suami istri, Setyabudi Sutanto (72) dan Sumiyati Sastro Kaelan (69) tergerak untuk menjadi relawan covid-19. Keinginan ini disampaikan Sumiyati saat bertemu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di rumah dinasnya, Puri Gedeh, Kota Semarang, Senin (11/5/2020). 

"Saya dulu mantan perawat di RSUP Kariadi. Setelah suami kecelakaan di tahun 1975, saya keluar dan fokus merawat suami. Sekarang nganggur dan merasa tubuh masih sehat. Jadi tolong Pak Ganjar, saya mau jadi relawan untuk membantu tenaga medis menghadapi penyakit ini," kata Sumiyati. 

Sumiyati mengatakan, rasa kemanusiaannya tergerak setelah melihat tayangan video ketika Ganjar mengajak semua orang untuk ngrogoh rasa kamanungsan (merengkuh rasa kemanusiaan), membantu sesama di tengah pandemi covid-19 ini.

"Lalu saya berdoa, supaya saya yang tua ini bisa ikut membantu. Ndilalah ada anak-anak yang membuat masker dan dikasih ke saya, ada juga yang ngasih uang kemudian saya tabung," kata warga Sidorejo, Jalan Dr Cipto Kota Semarang itu. 

Masker yang diterimanya dia kumpulkan hingga mencapai 100 buah ditambah uang hasil tabungannya sebesar Rp 500 ribu, lalu disumbangkan demi penanganan covid-19 di Jawa Tengah. 

"Niki kula mbetha masker (ini saya bawa masker). Niki duit sekedhik mangga ditampa (ini uang sedikit silakan diterima)," katanya. 

Apa yang disampaikan dua simbah itu membuat Ganjar terenyuh. Ia tak menyangka, meski usai senja, keduanya tetap peduli untuk ikut membantu dan bahkan mengajukan diri menjadi relawan.

"Alhamdulilah oleh duit aku (alhamdulillah saya dapat uang)," canda Ganjar.

Namun belum selesai bicara, Sumiati langsung menampis tangan Ganjar yang memegang amplop berisi uang sumbangannya.

"Mboten nggo njenengan (bukan untuk kamu), cuma lewat saja," kata Sumiyati disambut tawa Ganjar.

"Saya terima bantuan masker dan uangnya ya mbah, terimakasih banyak. Nanti kami salurkan pada masyarakat yang membutuhkan," balas Ganjar.

Ganjar pun mengamini permintaan dua simbah itu untuk menjadi relawan, bukan di rumah sakit, melainkan di lingkungan sekitar rumahnya.

"Njenengan membantu seperti ini, sudah menjadi relawan. Kalau mau lebih, saya punya program Jogo Tonggo, menjaga tetangga supaya tidak kelaparan. Monggo simbah berdua ikut berpartisipasi, menggerakkan lingkungan untuk peduli. Yang mampu membantu yang tidak mampu, yang kekurangan dibantu," ajak Ganjar. 

Jawaban Ganjar itu cukup memuaskan kedua lansia itu. Sebelum berpamitan pulang, keduanya berjanji, akan melaksanakan perintah Ganjar menjadi relawan Jogo Tonggo di lingkungannya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu