Follow Us :              

Presiden Minta Gubernur Divaksin Pertama, Ganjar : Siap!

  06 January 2021  |   11:00:00  |   dibaca : 496 
Kategori :
Bagikan :


Presiden Minta Gubernur Divaksin Pertama, Ganjar : Siap!

06 January 2021 | 11:00:00 | dibaca : 496
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan siap menjadi yang pertama divaksinasi di Jawa Tengah. Hal itu merespons instruksi Presiden Joko Widodo saat Rapat Terbatas bersama menteri dan gubernur secara virtual pada Rabu (6/1/2021) siang.

Dalam rapat itu, Presiden Jokowi meminta seluruh daerah benar-benar mempersiapkan dengan matang rencana vaksinasi. Agar masyarakat tidak ragu, maka pemimpin daerah diminta memberikan contoh.

"Setelah nanti saya disuntik vaksin, saya minta didaerah orang yang pertama disuntik adalah Gubernur didampingi tenaga kesehatan, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Jadi misalnya hari ini saya disuntik, besoknya giliran seluruh Gubernur," kata Jokowi.

Ia mengatakan, vaksinasi rencananya akan dimulai pekan depan. Saat ini, pihaknya masih menunggu izin penggunaan/edar darurat ( Emergency Use of Authorization) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang ditargetkan keluar dalam waktu dekat.

"Kalau belum ada izin itu, kita belum akan melakukan vaksinasi. Tapi kami berharap cepat, sehingga minggu depan bisa dimulai," ucapnya.

Gubernur Ganjar sendiri menegaskan siap menjadi yang pertama menerima vaksin di Jawa Tengah. Menurutnya, hal itu dapat memberikan contoh pada masyarakat sehingga mereka semakin yakin.

"Saya kira perintah presiden bagus, akan bisa menjadi contoh. Saya sendiri siap. Siaplah, mosok ora siap (masa tidak siap), presiden saja siap kok. Ya memang tadi Presiden memberikan catatan menunggu izin dari BPOM, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa keluar," katanya.

Ganjar menjelaskan sudah menyiapkan secara matang terkait vaksinasi di Jawa Tengah. Target pertama yang disasar adalah tenaga kesehatan.

"Saya sih memberikan banyak kesempatan kepada mereka yang berhak, tapi kalau contoh dari pejabat penting, maka pejabat yang harus pertama. Saya kira, kalau pakar ngecek, BPOM ngecek, kita harus yakin. Tapi kalau memang butuh contoh, saya kira nantinya Bupati/Wali Kota bisa mengikuti setelah kami," ucapnya.

Usulkan GeNose C19 ke Presiden

Dalam rapat tersebut, Ganjar juga mengusulkan kepada Presiden Jokowi untuk memanfaatkan GeNose C19, alat pendeteksi COVID-19 buatan UGM. Menurutnya, alat itu simpel, mudah digunakan dan murah untuk meningkatkan proses tracing di seluruh daerah.

Peningkatan tracing dan testing itu lanjut Ganjar tentu membutuhkan peralatan. Kalau semua Puskesmas memiliki laboratorium PCR, maka akan gampang. Permasalahannya, tidak semua punya karena peralatan PCR sangat mahal.

"GeNose tidak, semua orang gampang menggunakan. Alatnya portabel, pengecekan cepat dan harganya murah. Maka tadi saya usulkan pada Presiden semua menggunakan GeNose untuk membantu surveilans melakukan tracing," jelasnya.

Dengan GeNose, maka proses tracing dan testing akan semakin mudah dan cepat. Ketika ada satu yang positif, maka 30 orang kontak dekat dan erat dapat diminta meniupkan nafas ke kantong dan dicek untuk mengetahui hasilnya apakah positif atau negatif.

"Dengan kecepatan itu, maka bisa dilakukan treatment dengan cepat. Oh kamu OTG tidak usah ke rumah sakit, kamu ada gejala harus dirawat dan sebagainya. Treatment inilah yang akan lebih cepat dengan GeNose. Lebih dari itu, ini cerita karya anak bangsa yang harus didukung. Saya mendukung penuh, makanya Jateng pakai GeNose," tutupnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan siap menjadi yang pertama divaksinasi di Jawa Tengah. Hal itu merespons instruksi Presiden Joko Widodo saat Rapat Terbatas bersama menteri dan gubernur secara virtual pada Rabu (6/1/2021) siang.

Dalam rapat itu, Presiden Jokowi meminta seluruh daerah benar-benar mempersiapkan dengan matang rencana vaksinasi. Agar masyarakat tidak ragu, maka pemimpin daerah diminta memberikan contoh.

"Setelah nanti saya disuntik vaksin, saya minta didaerah orang yang pertama disuntik adalah Gubernur didampingi tenaga kesehatan, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Jadi misalnya hari ini saya disuntik, besoknya giliran seluruh Gubernur," kata Jokowi.

Ia mengatakan, vaksinasi rencananya akan dimulai pekan depan. Saat ini, pihaknya masih menunggu izin penggunaan/edar darurat ( Emergency Use of Authorization) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang ditargetkan keluar dalam waktu dekat.

"Kalau belum ada izin itu, kita belum akan melakukan vaksinasi. Tapi kami berharap cepat, sehingga minggu depan bisa dimulai," ucapnya.

Gubernur Ganjar sendiri menegaskan siap menjadi yang pertama menerima vaksin di Jawa Tengah. Menurutnya, hal itu dapat memberikan contoh pada masyarakat sehingga mereka semakin yakin.

"Saya kira perintah presiden bagus, akan bisa menjadi contoh. Saya sendiri siap. Siaplah, mosok ora siap (masa tidak siap), presiden saja siap kok. Ya memang tadi Presiden memberikan catatan menunggu izin dari BPOM, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa keluar," katanya.

Ganjar menjelaskan sudah menyiapkan secara matang terkait vaksinasi di Jawa Tengah. Target pertama yang disasar adalah tenaga kesehatan.

"Saya sih memberikan banyak kesempatan kepada mereka yang berhak, tapi kalau contoh dari pejabat penting, maka pejabat yang harus pertama. Saya kira, kalau pakar ngecek, BPOM ngecek, kita harus yakin. Tapi kalau memang butuh contoh, saya kira nantinya Bupati/Wali Kota bisa mengikuti setelah kami," ucapnya.

Usulkan GeNose C19 ke Presiden

Dalam rapat tersebut, Ganjar juga mengusulkan kepada Presiden Jokowi untuk memanfaatkan GeNose C19, alat pendeteksi COVID-19 buatan UGM. Menurutnya, alat itu simpel, mudah digunakan dan murah untuk meningkatkan proses tracing di seluruh daerah.

Peningkatan tracing dan testing itu lanjut Ganjar tentu membutuhkan peralatan. Kalau semua Puskesmas memiliki laboratorium PCR, maka akan gampang. Permasalahannya, tidak semua punya karena peralatan PCR sangat mahal.

"GeNose tidak, semua orang gampang menggunakan. Alatnya portabel, pengecekan cepat dan harganya murah. Maka tadi saya usulkan pada Presiden semua menggunakan GeNose untuk membantu surveilans melakukan tracing," jelasnya.

Dengan GeNose, maka proses tracing dan testing akan semakin mudah dan cepat. Ketika ada satu yang positif, maka 30 orang kontak dekat dan erat dapat diminta meniupkan nafas ke kantong dan dicek untuk mengetahui hasilnya apakah positif atau negatif.

"Dengan kecepatan itu, maka bisa dilakukan treatment dengan cepat. Oh kamu OTG tidak usah ke rumah sakit, kamu ada gejala harus dirawat dan sebagainya. Treatment inilah yang akan lebih cepat dengan GeNose. Lebih dari itu, ini cerita karya anak bangsa yang harus didukung. Saya mendukung penuh, makanya Jateng pakai GeNose," tutupnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu